Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Regulation of the Supreme Court No. 1 of 2002 Indonesia Class Actions (Wishnu Basuki)

Regulation of the Supreme Court No. 1 of 2002 Indonesia Class Actions (Wishnu Basuki)

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 3,490|Likes:
Published by Wishnu Basuki
Regulation of the Indonesian Supreme Court on class actions. (Translated by Wishnu Basuki)
Regulation of the Indonesian Supreme Court on class actions. (Translated by Wishnu Basuki)

More info:

Published by: Wishnu Basuki on Aug 07, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2010

pdf

text

original

 
Translated by Wishnu Basuki (ABNR)
wbasuki@abnrlaw.com
KETUA MAHKAMAH AGUNGREPUBLIK INDONESIAPERATURAN MAHKAMAH AGUNGREPUBLIK INDONESIANOMOR: 1 TAHUN 2002TENTANGACARA GUGATAN PERWAKILANKELOMPOKMAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA,THE CHIEF JUSTICE OF THE SUPREMECOURT OF THE REPUBLIC OF INDONESIAREGULATION OF THE SUPREME COURT OFTHE REPUBLIC OF INDONESIANUMBER: 1 OF 2002CONCERNINGCLASS ACTION PROCEDURESTHE SUPREME COURT OFTHE REPUBLIC OF INDONESIA,Menimbang:a. Bahwa asas penyelenggaraan peradilansederhana, cepat, biaya ringan dan transparandimaksudkan antara lain agar akses masyarakatterhadap keadilan dapat terus menerusdikembangkan;Considering:a. That the principle of simple, speedy,inexpensive, and transparent administration of  justice means, inter alia, that public access to justice can develop continuously;b. Bahwa peristiwa-peristiwa, kegiatan-kegiatan,atau suatu perkembangan dapat menimbulkanpelanggaran hukum yang merugikan secaraserentak atau sekaligus dan massal terhadaporang banyak;b. That situations, activities, or a development mayentail a law violation that may be adverse tomany people in an immediate, total and massivemanner;c. Bahwa sangatlah tidak efektif dan efisienpenyelesaian pelanggaran hukum yangmerugikan secara serentak atau sekaligus danmassal terhadap orang banyak tersebut huruf b,yang memiliki fakta, dasar hukum, dan tergugatyang sama, apabila diajukan serta diselesaikansendiri-sendiri atau bersama-sama dalam satugugatan;c. That it is ineffective and inefficient whenresolution of a law violation that may be adverseto many people in an immediate, total andmassive manner as referred to by point (b), andthat have common questions of fact or law andthe same defendants, are filed and resolvedseverally or jointly in one claim;d. Bahwa untuk kepentingan efisiensi danefektifitas berperkara, pelanggaran hukumsebagaimana dimaksud dalam huruf c, dapatdilakukan dengan mengajukan gugatanperwakilan kelompok, dalam mana satu orangatau lebih pihak yang dirugikan atas pelanggaranhukum tersebut, mengajukan gugatan untuk diriatau diri-diri mereka sendiri dan sekaligusmewakili orang yang jumlahnya banyak, yangmemiliki fakta, dasar hukum, dan tergugat yangsama;d. That for efficiency and effectiveness inlitigation, a law violation as intended by point(c) may be sued by asserting a class action inwhich one or more parties who are aggrieved bysuch law violation file a claim that has commonquestions of fact or law and the same defendants,for himself/herself or themselves andconcurrently represent people of a large number;
 
2e. Bahwa telah ada berbagai undang-undang yangmengatur dasar-dasar gugatan perwakilankelompok, dan gugatan yang mempergunakandasar gugatan perwakilan kelompok, sepertiUndang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentangPengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentangPerlindungan Konsumen, Undang-UndangNomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, tetapibelum ada ketentuan yang mengatur acaramemeriksa, mengadili dan memutus gugatanyang diajukan;e. That there have been several laws that providegrounds for a class action, and claims that adoptgrounds for a class action, such as Law Number23 of 1997 concerning EnvironmentalManagement, Law Number 8 of 1999concerning Consumer Protection, and LawNumber 41 of 1999 concerning Forestry asgrounds for a class action, but there have not yetbeen provisions that govern procedures forhearing, trying, and ruling on a claim filed;f. Bahwa sambil menunggu peraturan perundang-undangan dan dengan memperhatikanwewenang Mahkamah Agung dalam mengaturacara peradilan yang belum cukup diatur olehperaturan perundang-undangan, maka demikepastian, ketertiban, dan kelancaran dalammemeriksa, mengadili, dan memutus gugatanperwakilan kelompok, dipandang perlumenetapkan suatu Peraturan Mahkamah Agung.f. That while awaiting laws and regulations on, andsubject to the power of the Supreme Court togovern court procedure that are inadequatelygoverned by laws and regulations, and to insurelegal certainty, order, and smooth flow inhearing, trying, and deciding class actions, it isdeemed necessary to issue Regulation of theSupreme Court thereon.Mengingat:1. Reglemen Indonesia yang diperbaharui (HIR)Staatsblad 1941 Nomor 44 dan ReglemenHukum Acara untuk Daerah Luar Jawa danMadura (RBg), Staatsblad 1927 Nomor 227,Pasal II UUD 1945 sebagaimana telah diubahdan ditambah, terakhir dengan Perubahan KetigaTahun 2001;Bearing in Mind:1. Revised Indonesian Regulation (HIR),
Staatsblad 
Number 44 of 1941 and Regulationon Procedure for Regions Outside Java Islandand Madura Island (RBg),
Staatsblad 
Number227 of 1927, Article II of the 1945 Constitutionas amended and added the latest by the ThirdAmendment of 2001;2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 tentangKetentuan-Ketentuan Pokok KekuasaanKehakiman sebagaimana telah diubah denganUndang-Undang Nomor 35 Tahun 1999 tentangPerubahan Atas Undang-Undang Nomor 14Tahun 1970 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman;2. Law Number 14 of 1970 concerning BasicProvisions on Judicial Power as amended byLaw Number 35 of 1999 concerningAmendments to Law 14 of 1970 concerningBasic Provisions on Judicial Power;3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentangMahkamah Agung;3. Law Number 14 of 1985 concerning theSupreme Court;4. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentangPeradilan Umum.4. Law Number 2 of 1986 concerning GeneralJudiciary.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan:
PERATURAN MAHKAMAH AGUNGREPUBLIK INDONESIA TENTANGACARA GUGATAN PERWAKILANKELOMPOK.HAS DECIDED:
To issue:
REGULATION OF THE SUPREMECOURT OF THE REPUBLIC OFINDONESIA CONCERNING CLASSACTION PROCEDURES.
 
3
 
Bab IKetentuan UmumPasal 1
Dalam Peraturan Mahkamah Agung ini yangdimaksud dengan:
Chapter IGeneral ProvisionsArticle 1
In this Regulation of the Supreme Court:a. “Gugatan Perwakilan Kelompok” adalah suatutata cara pengajuan gugatan, dalam mana satuorang atau lebih yang mewakili kelompok mengajukan gugatan untuk diri atau diri-dirimereka sendiri dan sekaligus mewakilisekelompok orang yang jumlahnya banyak, yangmemiliki kesamaan fakta atau dasar hukumantara wakil kelompok dan anggota kelompok dimaksud;a. “Class Action” means a method of filing a claimin which one or more persons who represent aclass file a claim that has questions of fact or lawin common among class representatives andclass members concerned, for himself/herself orthemselves and concurrently represent a largegroup of people;b. “Wakil kelompok” adalah satu orang atau lebihyang menderita kerugian yang mengajukangugatan dan sekaligus mewakili kelompok orangyang lebih banyak jumlahnya;b. “Class Representative” means one or morepersons who have sustained damage, who file aclaim and concurrently represent a larger groupof people;c. “Anggota kelompok” adalah sekelompok orangdalam jumlah banyak yang menderita kerugianyang kepentingannya diwakili oleh wakilkelompok di pengadilan;c. “Class member” means a large group of peoplethat has sustained damage, the interests of whomare represented by a class representative in thecourt;d. “Sub kelompok” adalah pengelompokan anggotakelompok ke dalam kelompok yang lebih kecildalam satu gugatan berdasarkan perbedaantingkat penderitaan dan/atau jenis kerugian;d. “Subclass” means the division of class membersinto smaller classes in one claim based on thelevels of differences of suffering and/or types of damage;e. “Pemberitahuan” adalah pemberitahuan yangdilakukan oleh Panitera atas perintah Hakimkepada anggota kelompok melalui berbagai carayang mudah dijangkau oleh anggota kelompok yang didefinisikan dalam surat gugatan;e. “Notice” means a notification to class membersthat is made by a Court Clerk by order of aJudge through various methods that are easilyaccessed by class members as defined in thepetition;f. “Pernyataan Keluar” adalah suatu bentuk pernyataan tertulis yang ditandatangani dandiajukan kepada pengadilan dan/atau pihak penggugat, oleh anggota kelompok yangmenginginkan diri keluar.f. “Opt-Out” means a form of written statementthat is signed and submitted to a court and/or aplaintiff by a class member who desires to optout.g. Setelah pemberitahuan, anggota kelompok yangtelah menyatakan dirinya keluar, secara hukumtidak terikat dengan keputusan atas gugatanperwakilan kelompok dimaksud.g. Upon notice, a class member who has opted outshall not be legally bound by any judgment of the class action concerned.
 

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Miranda Junirman liked this
Miranda Junirman liked this
stephen forte liked this
syahrud_06 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->