Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kasus_BPR

Kasus_BPR

Ratings: (0)|Views: 8|Likes:
Published by Suwardi Adi

More info:

Published by: Suwardi Adi on Dec 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2013

pdf

text

original

 
1. Kasus :
Sebuah perusahaan manufactur 
“PT. ABC Listrik”
yang bergerak dalam pembuatan barang-barang peralatan listrik yang terbuat dari logam untuk konsumsi lokal dan eksportsedang menghadapi suatu permasalahan, masalah yang terjadi terlihat dari laporankeuangan dimana omset penjualan dari Bulan-ke-bulan semakin menurun dankeuntungan perusahaan semakin berkurang, disisi lain penumpukan barang jadi yangtidak terjual dan beberapa bahan baku terjadi digudang. Kondisi ini baru pertama kaliterjadi dan kondisi ini sulit diterima, mengingat PT. ABC Listrik selama ini adalah pemain utama untuk bidang usaha ini.Melihat hal tersebut diatas Direktur utama memanggil seluruh jajaran Direktur untuk mengidentifikasi penyebab gejala ini, sekaligus mencari ide-ide untuk solusi-solusi yang perlu dilakukan untuk mengatasi hal ini dan tanda-tanda untuk kemungkinan pengurangan karyawan, relokasi dan penutupan pabrik pun sewaktu-waktu dapatdilakukan karena para pemegang saham pun sudah memberikan signal untuk solusi yangtidak popular ini.Direktur Operasional yang membawahi perencanaan, produksi, pengadaan danDepartemen peralatan & pemeliharaan mendapatkan kritik dari rekan-rekan Direksi yanglain sebagai penyebab utama dari menurunnya penjualan karena disebabkan semakin banyak keluhan mengenai kualitas, kegagalan janji kirim dari informasi yang didapatkanoleh Direktorat pemasaran & penjualan. Direktur Operasional membantah masalah inikarena sesuai dengan statistik yang didapatkan tingkat pemenuhan janji sudah mencapai95 % dari permintaan dan tingkat reject hanya 1 % dari pesanan, malah sebaliknya adalahmenurut direktorat operasi yang sering terjadi adalah ketidak konsistenan/perubahan jumlah permintaan pembuatan brang jadi dari direktorat pemasaran dan penjualanlahyang menjadi biang keladi, sehingga menyebabkan terganggunya jadwal produksi danmenumpuknya inventory level di Gudang Finished Good.Direktur Utama memutuskan untuk perlu meminta pandangan yang objektif yaitu denganmeminta jasa perusahaan konsultan produktifitas dan kualitas manajemen untuk menangani hal ini. Diharapkan saran untuk perbaikan yang terpadu dapatmenyelamatkan masa depan perusahaan.Konsultan meminta dokumentasi proses bisnis yang ada untuk mengetahui seluruh proses bisnis perusahaan dari awal sampai ke-akhir, setelah di cek dan di konfirmasi ternyatadokumentasi tersebut masih terdokumentasi secara fungsional sesuai dengan struktur organisasi yang ada dan dokumentasi tersebut sudah 5 tahun sudah tidak diperbaharui dansudah banyak perbedaan dengan kenyataan proses yang ada. Ini disebabkan tidak ada JobDesc khusus untuk melakukan dan memelihara pekerjaan ini, 5 tahun yang laludokumentasi tersebut dilakukan oleh Departemen personalia dari Direktorat Personalia &umum.
 
2
Konsultan memberikan langkah-langkah pekerjaan yang perlu dilakukan kepada Direktur Utama bahwa perlu dilakukan tahapan sebagai berikut :1. Pemetaan proses Bisnis As-Is (Saat ini) secara terstruktur.2. Identifikasi permasalahan.3. Melakukan Improvement4. Merancang Proses Bisnis sasaran (To-Be)Peserta workshop bertugas sebagai konsultan Proses Bisnis yang melakukan tahapan pekerjaan diatas, dalam workshop saat ini hanya akan melakukan langkah ke-1 dan ke-2.Pemetaan untuk tahap pertama ini meliputi
 proses area pemasaran, penjualan dan perencanaan produksi dan pembelian bahan baku
. View yang akan berkaitan dalam pemetaan ini akan mencakup View Organisasi saja dan View Proses saja.
2. Hasil Pemetaan Proses Bisnis
:Setelah dilakukan pemetaan proses bisnis diidentifikasikan sebagai berikut :Level 0 – Kategori Proses : gunakan Office Process Model Type1. Proses Manajemen2. Proses Inti3. Proses PendukungLevel 1 – Proses Area – Gunakan VACD – Value Added Chain Diagram Model Type.1. Proses Manajemena. Pengawasan Internal b. Pengukuran, analisa dan peningkatan kinerjac. Manajemen Resikod. Pencatatan & pengawasan dokumene. Pengawasan Keuangan2. Proses Inti
a. Pemasaran (
akan dirinci lebih detail 
)
 b. Pengembangan produk 
c. Penjualan
(akan dirinci lebih detail)
d. Perencanaan Produksi dan bahan baku
(akan dirinci masuk lebihdetail)
e. Pengadaanf. Produksig. Persediaan & pengiriman3. Proses Pendukunga. Sumber Daya Manusia b. Akunting dan Keuanganc. Infrastruktur & lingkungand. Pemeliharaan Assete. Teknologi Informasi
 
3
Level 2 – Sub Proses Group – gunakan VACD (Value-Added Chain Diagram) ModelType
Pemasaran
a. Analisa Pasar  b. Penentuan target (akan dirinci lebih dalam)
c. Pra-penjualan (akan dirinci lebih dalam)
Penjualan
a. Penanganan penawaran (akan dirinci lebih dalam)
b. Penanganan Pesanan (akan dirinci lebih dalam)
c. Penangan keluhan
Perencanaan Produksi dan Bahan Baku
a. Perencanaan kapasitas (akan dirinci lebih dalam)
 b. Perencanaan bahan bakuc. Master production scheduleLevel 3 – Aktivitas – Gunakan eEPC (extended Event-Driven Process Chain) Modeltype.-
Pra-Penjualan (lampiran 3)- Penanganan Pesanan (lampiran 4)- Perencanaan kapasitas (Lampiran 5)
 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->