kenabian kepada umatnya jika tidak maka nabi termasuk orang yang tidak menyampaikan amanat. Peringatan Allah kepada nabi mengakibatkan beliau sangatketakutan sehingga dada nabi terasa sesak, saking beratnya tugas ini.Kata-kata “baligh” dalam bahasa Arab itu merupakan pernyataan yang sangat jelasapalagi bentuknya fi’il “amr”. Dalam tafsir Al-Jalalin lafadz “baligh” terselip kandunganج (seluruhnya)5. Berarti nabi harus menyampaikan secara keseluruhan yang telahditerima dari Allah SWT. Tidak boleh ada yang disembunyikan sedikitpun dari Nabi ( ( ئش ت 6. Dalam Tafsir Ibnu Katsir juga dijelaskan bahwa makna “baligh” dalamsurat Al-Maidah merupakan fiil amr yang terkandung makna untuk menyampaikanseluruh yang diterima dari Allah SWT. Ibnu Katsir menulis :
هلسرأ ام عيج غبإب ه مآو هاس ساب – لسو هيل ىلص – دحم هسرو د اطاخم ىات ق هب 7
(Allah berkata pada hamba dan rasulnya yaitu Muhammad SAW dengan kontekskerisalahan dan memerintahkan untuk menyampaikan seluruh yang datang dari Allah)Bagi nabi tugas ini sangat berat karena merupakan tanggung jawab dunia akherat. Saking beratnya perintah ini, dalam peristiwa “haji wada”, nabi sekali lagi menegaskan tentangtugas beliau yang telah dipikulkan padanya. Ini artinya sebuah perintah harusdipertangggungjawabkan. Bagi seorang guru pada akhir tugas pembelajaran harus ada pertanggungjawaban sehingga diketahui oleh public atau masyarakat umum. Kisah inidiceritakan sangat indah oleh Ibnu Katisr dalam menafsirkan Surat Al-Maidah ayat 67ini. Beliau menguraikan :
ةنام ءأو ةاس غبإب همأ ه دش دو يل ايلو غ س ىلو ةاس م ز ا اك افأ يبرأ م حن هباحصأ م ا اك دو ة ه اح ظأ ى ذب قسو اأا”:ذئم ه ا – لسو هيل ىلص – سر أ د ب باج لم يحص ث ءا ى هصأ ع حنو أو لب د نأ دن ا ؟لا نأ ا ئم ن الب ل قو ي ام 8
Pada awalnya Nabi merasa takut untuk menyampaikan risalah kenabian. Namun karenaada dukungan lansung dari Allah maka keberanian itu muncul. Dukungan dari Allahsebgai pihak pemberi wewenang menimbulkan semangat dan etos dakwah nabi dalammenyampaikan risalah. Nabi tidak sendirian, di belakangnya ada semangat “Agung”, ada pemberi motivasi yang sempurna yaitu Allah SWT. Begitu pun dalam proses pembelajaran harus ada keberanian, tidak ragu-ragu dalam menyampaikan materi. Sebab penyampaian materi sebagai pewarisan nilai merupakan amanat agung yang harusdiberikan. Bukankah nabi berpesan ; “yang hadir hendaknya menyampaikan kepada yangtidak hadir” . Sehingga Allah berfirman sebagai penegasan dukungan keselamatan :س ِ ّلا َ ِ ك َ ُص ِع ْ َ ُّا َ = Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia
Imam AL-Qurtubi memperjelas dalam konteks kerisalahan nabi sebagai rasul. Beliaumengungkapkan sebab rasul tidak berani menyampaikan risalah kenabian secara terang-terangan. Beliau menulis dalam tafsirnya :
هلأو ,ة ذ راإب مأ ث ,يك م ا هيفخ س وأ اك هن ;يل أ ام :ي .ا م ه هنأ 9
Arti “baligh” menurut Imam Al-Qurtubi lebih menampakan pada proses penyampaian3