Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
91Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TAFSIR TARBAWI

TAFSIR TARBAWI

Ratings: (0)|Views: 28,338|Likes:
Published by alkarimuni

More info:

Published by: alkarimuni on Dec 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/01/2013

pdf

text

original

 
April 27, 2009 pada 2:01 am (Islam, pendidikan) Tags:Tafsir Tarbawi METODE PEMBELAJARAN DAN PENGAJARANDALAM SURAT AL-QUR’AN( Kajian Surat Al-Maidah Ayat 67 dan An-Nahl ayat 125 )Disusun Oleh : Ibrohim1*A. PENDAHULUANMetode merupakan hal yang sangat penting dalam proses belajar mengajar di lembaga pendidikan. Apabila proses pendidikan tidak menggunakan metode yang tepat maka akansulit untuk mendapatkan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Sinyalemen ini seluruh pendidik sudah maklum, namun masih saja di lapangan penggunaan metode mengajar ini banyak menemukan kendala.Kendala penggunaan metode yang tepat dalam mengajar banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor ; keterampilan guru belum memadai, kurangnya sarana dan prasarana,kondisi lingkungan pendidikan dan kebijakan lembaga pendidikan yang belummenguntungkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang variatif.Apa yang ditemukan oleh Ahmad Tafsir (1992 : 131) mengenai kekurangtepatan penggunaan metode ini patut menjadi renungan. Beliau mengatakan pertama, banyak siswa tidak serius, main-main ketika mengikuti suatu meteri pelajaran, kedua gejalatersebut diikuti oleh masalah kedua yaitu tingkat penguasaan materi yang rendah, danketiga para siswa pada akhirnya akan menganggap remeh mata pelajaran tertentu1.Kenyataan ini menunjukan betapa pentingnya metode dalam proses belajar mengajar.Tetapi betapapun baiknya suatu metode tetapi bila tidak diringi dengan kemampuan gurudalam menyampaikan maka metode tinggalah metode. Ini berarti faktor guru juga ikutmenentukan dalam keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar. Sepertinya kedua halini saling terkait. Metode yang baik tidak akan mencapai tujuan bila guru tidak lihaimenyampaikannya. Begitu juga sebaliknya metode yang kurang baik dan konvensionalakan berhasil dengan sukses, bila disampaikan oleh guru yang kharismatik dan berkepribadian, sehingga peserta didik mampu mengamalkan apa yang disampaikannyatersebut.Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam di dalamnya memuat berbagai informasi tentangseluruh kehidupan yang berkaitan dengan manusia. Karena memang Al-Qur’anditurunkan untuk umat manusia, sebagai sumber pedoman, sumber inspirasi dan sumber ilmu pengatahuan. Salah satunya adalah hal yang berkaitan dengan pendidikan.B. PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN DALAM PRESFEKTIF AL-QUR’ANMetode pembelajaran dan mengajar dalam Islam tidak terlepas dari sumber pokok ajaranyaitu Al-Qur’an. Al-Qur’an sebagai tuntunan dan pedoman bagi umat telah memberikangaris-garis besar mengenai pendidikan terutama tentang metode pembelajaran danmetode mengajar. Di bawah ini dikemukakan beberapa ayat Al-Qur’an yang berkaitan1
 
dengan metode pembelajaran dan mengajar dalam presfektif Al-Qur’an terutama dalamSurat Al-Maidah ayat 67 dan Surat An-Nahl ayat 125.1. Surat Al-Maidah ayat 67م َو ْق َل ْا يد ِه ْ َ َ ّَا ن ّإِ س ِ ّلا  َ ِ ك َ ُص ِع ْ َ ّُا َ  ُت َل َ َر ِ  َغ ْ ّب َ  َف َ  ْع َ ْ َ  ْل َ ن ْإِ َ ك َب ر َ  ْ ِ ك َ ْل َإِ  َز ِ ْأُ  َ  ْ ب َ  ُو ُ ّلا ه َ أَ َ  َ ِف ِ َل ْا)67) a. Mufrodat ُو ُ ّلا ه َ أَ َ = Hai Rasul  ْ ب َ = sampaikanlah ك َ ْل َإِ  َز ِ ْأُ  َ = apa yang di turunkan kepadamu ك َب ر َ  ْ ِ = dari Tuhanmu.  ْع َ ْ َ  ْل َ ن ْإِ َ = Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu)  َغ ْ ّب َ  َف َ = kamu tidak menyampaikan ت َل َ َر ِ ُ = amanat-Nya ك َ ُص ِع ْ َ ّُا َ = Allah memelihara kamu س ِ ّلا  َ ِ = dari (gangguan) manusia. ّَا ن ّإِ = . Sesungguhnya Allah يد ِه ْ َ َ = tidak memberi petunjuk   َ ِف ِ َل ْا م َو ْق َل ْا = kepada orang-orang yang kafir   b. Artinya“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat- Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir” 2. b. Asbabun NuzulAda beberapa riwayat dengan turunnya surat Al-Maidah ayat 67 ini diantaranya:“Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulallah Saw pernah bersabda :“Sesungguhnya Allah telah mengutusku dengan risalah kerasulan. Hal tersebutmenyesakkan dadaku karena aku tahu bahwa orang-orang akan mendustakan risalahku.Allah memerintahkan kepadaku, untuk menyampaikannya dan kalau tidak, Allah akanmenyiksaku”. Maka turunlah ayat ini ( S.5 : 67) yang mempertegas perintah penyampaianrisalah disertai jaminan akan keselamatannya3.Dalam riwayat yang lain dikemukakan bahwa Siti Aisyah menyatakan bahwa nabi SAW biasanya dijaga oleh para pengawalnya sampai turun ayat “wallahu ya’shimukaminnannas’ (S.5 : 67) Setelah ayat itu turun Rasulullah menampakan dirinya dari kubbahsambil berkata ; “wahai saudar-saudaraku pulanglah kalian, Allah telah menjaminkeselamatanku dalam menyebarkan dakwah ini. Sesungguhnya malam seperti ini baik untuk tidur di tempat tidur masing-masing. 4c. PembahasanTersirat dalam Surat Al-Maidah ini mengandung makna bahwa menyampaikan risalah itumerupakan perintah Tuhan. Allah memerintahkan Nabi untuk menyampaikan risalah2
 
kenabian kepada umatnya jika tidak maka nabi termasuk orang yang tidak menyampaikan amanat. Peringatan Allah kepada nabi mengakibatkan beliau sangatketakutan sehingga dada nabi terasa sesak, saking beratnya tugas ini.Kata-kata “baligh” dalam bahasa Arab itu merupakan pernyataan yang sangat jelasapalagi bentuknya fi’il “amr”. Dalam tafsir Al-Jalalin lafadz “baligh” terselip kandunganج (seluruhnya)5. Berarti nabi harus menyampaikan secara keseluruhan yang telahditerima dari Allah SWT. Tidak boleh ada yang disembunyikan sedikitpun dari Nabi ( (  ئش ت 6. Dalam Tafsir Ibnu Katsir juga dijelaskan bahwa makna balighdalamsurat Al-Maidah merupakan fiil amr yang terkandung makna untuk menyampaikanseluruh yang diterima dari Allah SWT. Ibnu Katsir menulis :
هلسرأ ام عيج غبإب ه مآو هاس ساب – لسو هيل  ىلص – دحم هسرو د اطاخم ىات ق هب 7
(Allah berkata pada hamba dan rasulnya yaitu Muhammad SAW dengan kontekskerisalahan dan memerintahkan untuk menyampaikan seluruh yang datang dari Allah)Bagi nabi tugas ini sangat berat karena merupakan tanggung jawab dunia akherat. Saking beratnya perintah ini, dalam peristiwa “haji wada”, nabi sekali lagi menegaskan tentangtugas beliau yang telah dipikulkan padanya. Ini artinya sebuah perintah harusdipertangggungjawabkan. Bagi seorang guru pada akhir tugas pembelajaran harus ada pertanggungjawaban sehingga diketahui oleh public atau masyarakat umum. Kisah inidiceritakan sangat indah oleh Ibnu Katisr dalam menafsirkan Surat Al-Maidah ayat 67ini. Beliau menguraikan :
ةنام ءأو ةاس غبإب همأ ه دش دو يل ايلو غ س ىلو ةاس  م ز ا اك افأ يبرأ م حن هباحصأ م ا اك دو  ة  ه  اح ظأ ى ذب قسو اأا”:ذئم ه  ا – لسو هيل  ىلص –  سر أ  د ب باج  لم يحص  ث ءا ى هصأ ع  حنو أو لب د نأ دن ا ؟لا نأ ا  ئم ن الب  ل قو ي ام 8
Pada awalnya Nabi merasa takut untuk menyampaikan risalah kenabian. Namun karenaada dukungan lansung dari Allah maka keberanian itu muncul. Dukungan dari Allahsebgai pihak pemberi wewenang menimbulkan semangat dan etos dakwah nabi dalammenyampaikan risalah. Nabi tidak sendirian, di belakangnya ada semangat “Agung”, ada pemberi motivasi yang sempurna yaitu Allah SWT. Begitu pun dalam proses pembelajaran harus ada keberanian, tidak ragu-ragu dalam menyampaikan materi. Sebab penyampaian materi sebagai pewarisan nilai merupakan amanat agung yang harusdiberikan. Bukankah nabi berpesan ; “yang hadir hendaknya menyampaikan kepada yangtidak hadir” . Sehingga Allah berfirman sebagai penegasan dukungan keselamatan :س ِ ّلا  َ ِ ك َ ُص ِع ْ َ ّُا َ = Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia Imam AL-Qurtubi memperjelas dalam konteks kerisalahan nabi sebagai rasul. Beliaumengungkapkan sebab rasul tidak berani menyampaikan risalah kenabian secara terang-terangan. Beliau menulis dalam tafsirnya :
هلأو ,ة ذ  راإب مأ ث ,يك م ا هيفخ س وأ  اك هن ;يل أ ام :ي .ا م ه هنأ 9
Arti “baligh” menurut Imam Al-Qurtubi lebih menampakan pada proses penyampaian3

Activity (91)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
romizah liked this
Wong Kam Foeng liked this
Ahmad Syaukani liked this
Nurshifa Rosanty liked this
Enok Mardiah liked this
Hitamin Mimin liked this
Arie Azharie liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->