Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
29Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Pedosfer

Makalah Pedosfer

Ratings:

3.0

(2)
|Views: 8,696 |Likes:

More info:

Published by: Dhiyaa Putri Kaniawati on Dec 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/01/2014

pdf

text

original

 
Konsep Tanah (
 Soil 
)
Tanah dapat didefenisis sebagai bahan mineral yang tidak pepat(unconsolidated) pada permukaan tanah yang telah dan akan xselalu digunakan untuk  percobaan serta dipengaruhi oleh faktor-faktor genetic dan lingkungan; bahaninduk,iklim (termasuk faktor kelembaban dan suhu), makro dan mikro organisme sertatopografi, yang semuanya berlangsung pada suatu periode waktu tertentu danmenghasilkan produk tanah yangberbeda dari bahan asalnya pada banyak sifat-sifatfisika, kimia dan biologi serta cirri-cirinya. Tanah merupakan bagian kerak bumi yangtersusun dari mineral dan bahan organik Tanah adalah bahan mineral yang tidak pepat(
unconsolidated 
) pada permukaan tanah yang selalu digunakan untuk percobaan sertadipengaruhi oleh faktor-faktor genetik dan lingkungan; bahan induk,iklim (termasuk faktor kelembaban dan suhu), makro dan mikro organisme serta topografi, yangsemuanya berlangsung pada suatu periode waktu tertentu dan menghasilkan produtanah yang berbeda dari bahan asalnya pada banyak sifat-sifat fisika, kimia dan biologiserta ciri-cirinya. Tanah merupakan bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan dibumi karenatanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi lahan untuk hidupdan bergerak. Dari segi klimatologi, tanah memegang peranan penting sebagai penyimpan air dan menekan erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi.Komposisi tanah berbeda-beda pada satu lokasi dengan lokasi yang lain. Air dan udaramerupakan bagian dari tanah. Tanah adalah lapisan yang menyeliputi bumi antaralitosfer (batuan yang membentuk kerak bumi) danatmosfer.Tanah adalah tempat tumbuhnya tanaman dan mendukung hewan serta manusia.Tanah adalah campuran dari tanah liat, pasir dan partikel-partikel yang kecil(material/bahan tanaman dan hewan yang membusuk). Jenis-jenis tanah yang berbedamemiliki jumlah yang khas dari ketiga material ini. Karena komposisinya yang berbeda-beda, tanah memiliki sifat fisik yang berbeda pula. Misalnya. Beberapa jenistanah dapat menahan air dalam jumlah yang besar, namun jenis tanah lainnya tidak dapat menahan air sama sekali.Jenis-jenis tanah :
Organik 
(humus). Suatu campuran dari sisa-sisa tanaman dan hewanyang membusuk, seperti pada tanah gemuk, kompos, atau tanah potkomersial.
Tanah liat.
Partikel tanah yang kecil dan terikat kuat satu sama lain.
 Pasir.
Partikel tanah yang besar yang terbuat dari silikon dioksida.
 Lumpur.
Partikel tanah yang sangat halus yang telah mengendap dalamair out dari air.
Tanah lempung.
Partikel tanah yang subur dan bertekstur halus yangkering dengan baik.
 Loess.
Partikel tanah liat halus yang terbawa oleh angin
Profil tanah
Profil tanah merupakan lapisan jenis-jenis tanah yang berbeda-beda. Profil ini dapatdilihat jika membuat lubang pada tanah. Profil tanah dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:1)Topsoil yaitu lapisan tanah yang paling atas. Lapisan ini mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman.2)Subsoil adalah lapisan dibawah topsoil, yang berguna untuk menahan air.3)Batuan
 
Jenis tanah yang terdapat di Indonesia bermacam-macam,antara
 
lain:
1. Organosol atau Tanah Gambut atau Tanah Organik 
Jenis tanah ini berasal dari bahan induk organik seperti dari hutan rawa ataurumput rawa, dengan ciri dan sifat: tidak terjadi deferensiasi horizon secara jelas,ketebalan lebih dari 0.5 meter, warna coklat hingga kehitaman, tekstur debulempung, tidak berstruktur, konsistensi tidak lekat-agak lekat, kandungan organik lebih dari 30% untuk tanah tekstur lempung dan lebih dari 20% untuk tanahtekstur pasir, umumnya bersifat sangat asam (pH 4.0), kandungan unsur hararendah.Berdasarkan penyebaran topografinya, tanah gambut dibedakan menjadi tigayaitu:a. gambut ombrogen: terletak di dataran pantai berawa, mempunyai ketebalan0.5 16 meter, terbentuk dari sisa tumbuhan hutan dan rumput rawa, hampir selalu tergenang air, bersifat sangat asam. Contoh penyebarannya di daerahdataran pantai Sumatra, Kalimantan dan Irian Jaya (Papua); b. gambut topogen: terbentuk di daerah cekungan (depresi) antara rawa-rawadi daerah dataran rendah dengan di pegunungan, berasal dari sisa tumbuhanrawa, ketebalan 0.5 6 meter, bersifat agak asam, kandungan unsur hararelatif lebih tinggi. Contoh penyebarannya di Rawa Pening (Jawa Tengah),Rawa Lakbok (Ciamis, Jawa Barat), dan Segara Anakan (Cilacap, JawaTengah); danc. gambut pegunungan: terbentuk di daerah topografi pegunungan, berasal darisisa tumbuhan yang hidupnya di daerah sedang (vegetasi spagnum). Contoh penyebarannya di Dataran Tinggi Dieng.Berdasarkan susunan kimianya tanah gambut dibedakan menjadi:a. gambut eutrop, bersifat agak asam, kandungan O
2
serta unsur haranya lebihtinggi; b. gambut oligotrop, sangat asam, miskin O
2
, miskin unsur hara, biasanya selalutergenang air; danc. mesotrop, peralihan antara eutrop dan oligotrop.
2. Aluvial
Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami perkembangan, berasal dari bahaninduk aluvium, tekstur beraneka ragam, belum terbentuk struktur , konsistensidalam keadaan basah lekat, pH bermacam-macam, kesuburan sedang hinggatinggi.Penyebarannya di daerah dataran aluvial sungai, dataran aluvial pantai dandaerah cekungan (depresi).
3. Regosol
Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami diferensiasi horizon, tekstur pasir,struktur berbukit tunggal, konsistensi lepas-lepas, pH umumnya netral, kesuburansedang, berasal dari bahan induk material vulkanik piroklastis atau pasir pantai.Penyebarannya di daerah lereng vulkanik muda dan di daerah beting pantai dangumuk-gumuk pasir pantai.
4. Litosol
Tanah mineral tanpa atau sedikit perkembangan profil, batuan induknya batuan beku atau batuan sedimen keras, kedalaman tanah dangkal (< 30 cm) bahkankadang-kadang merupakan singkapan batuan induk (outerop). Tekstur tanah beranekaragam, dan pada umumnya berpasir, umumnya tidak berstruktur,terdapat kandungan batu, kerikil dan kesuburannya bervariasi.Tanah litosol dapat dijumpai pada segala iklim, umumnya di topografi berbukit, pegunungan, lereng miring sampai curam.
 
5. Latosol
Jenis tanah ini telah berkembang atau terjadi diferensiasi horizon, kedalamandalam, tekstur lempung, struktur remah hingga gumpal, konsistensi gembuhingga agak teguh, warna coklat merah hingga kuning.Penyebarannya di daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 300 1000meter, batuan induk dari tuf, material vulkanik, breksi batuan beku intrusi.
6. Grumosol
Tanah mineral yang mempunyai perkembangan profil, agak tebal, tekstur lempung berat, struktur kersai (granular) di lapisan atas dan gumpal hingga pejal di lapisan bawah, konsistensi bila basah sangat lekat dan plastis, bila kering sangat kerasdan tanah retak-retak, umumnya bersifat alkalis, kejenuhan basa, dan kapasitasabsorpsi tinggi, permeabilitas lambat dan peka erosi. Jenis ini berasal dari batukapur, mergel, batuan lempung atau tuf vulkanik bersifat basa.Penyebarannya di daerah iklim sub humid atau sub arid, curah hujan kurangdari 2500 mm/tahun.
7. Podsolik Merah Kuning
Tanah mineral telah berkembang, solum (kedalaman) dalam, tekstur lempunghingga berpasir, struktur gumpal, konsistensi lekat, bersifat agak asam (pH kurangdari 5.5), kesuburan rendah hingga sedang, warna merah hingga kuning,kejenuhan basa rendah, peka erosi. Tanah ini berasal dari batuan pasir kuarsa,tuf vulkanik, bersifat asam. Tersebar di daerah beriklim basah tanpa bulan kering,curah hujan lebih dari 2500 mm/tahun.
8. Podsol
Jenis tanah ini telah mengalami perkembangan profil, susunan horizon terdiridari horizon albic (A
2
) dan spodic (B
2
H) yang jelas, tekstur lempung hingga pasir,struktur gumpal, konsistensi lekat, kandungan pasir kuarsanya tinggi, sangatmasam, kesuburan rendah, kapasitas pertukaran kation sangat rendah, pekaterhadap erosi, batuan induk batuan pasir dengan kandungan kuarsanya tinggi, batuan lempung dan tuf vulkan masam.Penyebaran di daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 2000 mm/tahuntanpa bulan kering, topografi pegunungan. Daerahnya Kalimantan Tengah,Sumatra Utara dan Irian Jaya (Papua).
9. Andosol
Jenis tanah mineral yang telah mengalami perkembangan profil, solum agak tebal, warna agak coklat kekelabuan hingga hitam, kandungan organik tinggi,tekstur geluh berdebu, struktur remah, konsistensi gembur dan bersifat licin berminyak (
 smeary
), kadang-kadang berpadas lunak, agak asam, kejenuhan basa tinggi dan daya absorpsi sedang, kelembaban tinggi, permeabilitas sedangdan peka terhadap erosi. Tanah ini berasal dari batuan induk abu atau tuf vulkanik.
10. Mediteran Merah – Kuning
Tanah mempunyai perkembangan profil, solum sedang hingga dangkal, warnacoklat hingga merah, mempunyai horizon B argilik, tekstur geluh hingga lempung,struktur gumpal bersudut, konsistensi teguh dan lekat bila basah, pH netral hinggaagak basa, kejenuhan basa tinggi, daya absorpsi sedang, permeabilitas sedangdan peka erosi, berasal dari batuan kapur keras (
limestone
) dan tuf vulkanis bersifat basa. Penyebaran di daerah beriklim sub humid, bulan kering nyata.Curah hujan kurang dari 2500 mm/tahun, di daerah pegunungan lipatan, topografiKarst dan lereng vulkan ketinggian di bawah 400 m. Khusus tanah mediteranmerah – kuning di daerah topografi Karst disebut
terra rossa.
11. Hodmorf Kelabu (gleisol)
Jenis tanah ini perkembangannya lebih dipengaruhi oleh faktor lokal, yaitutopografi merupakan dataran rendah atau cekungan, hampir selalu tergenangair, solum tanah sedang, warna kelabu hingga kekuningan, tekstur geluh hingga

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->