Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Unprotected Makalah Buruh

Unprotected Makalah Buruh

Ratings: (0)|Views: 529 |Likes:
Published by Andri Kumoro

More info:

Published by: Andri Kumoro on Dec 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2013

pdf

text

original

 
Opini
www.pemantauperadila n
1BURUH DI INDONESIA: DILEMAHKAN DANDITINDASA. S.FinawatiMembicarakan perlindungan terhadap buruh haruslah bermuladari pemahaman terhadap hubungan yang terjadi antara
 
buruh-majikan. Dalam hubungan buruh-majikan, posisi buruh selalusubordinatif dengan majikan. Hal ini merupakan kesejatian akibattidak seimbangnya kekuasaan ekonomi (yang pada akhirnyamenimbulkan ketidakseimbangan kekuasaan politik) yang melekatpada buruh dan pada majikan.
Sosiologis buruh adalah tidakbebas. Sebagai orang yang tidak
mempunyai
bekal hidup lain
daripada tenaganya
itu, ia
terpaksa
untuk bekerja pada orang lain.Dan majikan inilah yang pada dasarnya
menentukan
syarat-syaratkerja itu
.”
[1 ]
Atau yang dalam hubungan-hubungan pribadidisebut sebagai kelemahan struktural.
[ 2]
Secara sederhanaketidakseimbangan hubungan buruh- majikan ini dapat diilustrasikandengan pengalaman setiap orang saat melamar pekerjaan. Orangyang melamar pekerjaan pasti membutuhkan pekerjaan karenanyatidak berani dan tidak dapat menentukan syarat-syarat kerja.Apabila ada yang berani menentukan syarat-syarat kerja semisalgaji, maka resiko tidak diterima apabila pengusaha tidak setujudengan penawaran dari pelamar kerja tersebut, harus ditanggungoleh si pelamar tersebut. Dengan demikian sebenarnya tidak pernahadakekebebasan berkontrak dalam perjanjian kerja.A.Peran Negara Dalam Hubungan PerburuhanKonsekuensi dari hubungan subordinatif tersebut adalahdiperlukannya suatu faktor untuk menyeimbangkannya. Walaupunkonsep keadilan sangat abstrak, namun cukup dapat diterimasecara umum bahwa “adil” tidaklah berarti kesamaan dalam segalatindakan melainkan proporsional tergantung pada kebutuhannya. Bila
 
Opini
2dianalogikan dengan kebutuhan baju, maka tidak adil bila oranggemuk dan kurus diberikan bahan baju yang sama banyaknya. Yanggemuk tentu membutuhkan lebih
 
3
Opini
banyak bahan dibandingkan dengan seorang yang kurus.Demikian pula halnyadengan buruh dan pengusaha, karena buruh lebih lemah secaraekonomi yang otomatis mengakibatkan lemahnya posisi tawar dalambidang kehidupan lainnya, maka justru tidak adil bila terdapatkesamaan perlindungan bagi buruh dan pengusaha. Yang lemahharuslah dilindungi lebih. Dan tugas tersebut tentunya terletak pada
 
tangan Negara. Commons dan Andrews mengatakan “
where theparties are unequal (and public purpose is shown) then the statewhich refuses to redress the
unequality
is actually denying to theweaker party the equal protection of the laws
.”
[3 ]
Perlindungan terhadap yang lemah ini ternyata menjiwai UUD1945 dalam wujud keadilan sosial yang berdasar kekeluargaan. DR.K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat sebagai ketua BPUPKI dalam sidangpembentukan Undang-Undang Dasar mengatakan “
Saya kira, sayaboleh
mengatakan bahwa
semua
anggota-anggota
telahmemufakati dasar yang dibicarakan di dalam sidang pertamadaripada Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai, yaitu dasar kekeluargaanatau dasar yang saya namakan dasar gotong-royong
”.
[ 4]
Muhammad Hatta pun yang dengan gigih meminta dimasukkannyahak asasi manusia dalam UUD, yang dikatakan oleh anggota yanglain berasal dari paham liberalisme, juga mengatakan “
Memang kitaharus menentang individualisme dan saya sendiri boleh dikatakanlebih dari 20 tahun berjuang untuk menentang
individualisme.
Kitamendirikan negara baru di atas dasar gotong royong dan hasilusaha bersama
.”
[ 5]
Akibatnya paham kapitalisme dan liberalismeditolak. Hal ini tergambar dalam sidang kedua BPUPKI, saatSoekarno sebagai Ketua Panitia Kecil Perancang UUD diminta olehketua BPUPKI untuk menerangkan tentang UUD:
Kita semuanya mengetahui bahwa faham atau dasar falsafahindividualisme telah menjadi sumber
ekonomisch liberalisme
Adam Smith dengan bukunya yang terkenal yagn sebenarnyatidak lain tidak bukan menjalankan teori-

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
erlanggaherp liked this
Dee-ana Agustina liked this
Jeje Jpy liked this
Olgha Ngantung liked this
Bedul Killing's liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->