3
BAB IIPEMBAHASAN
Tujuan pendidikan di masa penjajahan Belanda di sesuaikan dengan tujuan kolonialismeBelanda. Sedangkan tujuan pendidikan di Indonesia sekarang harus sesuai dengan dasar dantujuan Negara Republik Indonesia.Tugas dan tanggung jawab kepala sekolah di masa penjajahan Belanda dapat dikatakanberhasil sebagai pemimpin sekolah jika ia dapat memerintah dan mengawasi para guru,menjalankan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan peraturan-peraturan serta ketentuan-ketentuanyang telah digariskan dan ditetapkan dari atasannya. Berlainan dengan kepala sekolah sekarangsetelah Indonesia berkembang, sesuai dengan pendidikan di Negara kita Indonesia yang bersifatnasional-demokratis, kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab atas kelancaran jalannyasekolah secara teknis akademis saja.Seorang kepala sekolah hendakya memenuhi syarat- syarat minimal sebagai berikut:a.
Kepala sekolah untuk kepala sekolah taman kanak-kanak dan sekolah dasar serendah-rendahnya berijazah SGA/SPG atau SGTK (SPG jurusan B).b.
Kepala sekolah untuk kepala sekolah SMTP serendah-rendahnya berijazah sarjana muda atauBIc.
Kepala sekolah untuk kepala sekolah SMTA serendah-rendahnya berijazah sarjana atau BIIKarena jenis SMTP dan SMTA bermacam-macam (SMP, SMA, SMEA, SPG, SMTK, STM,SMOA, SAA, SPMA, SKMA, SPDMA, dsb.) maka ijazah yang diperlukan bagi seorangkepala sekolah pun hendaknya sesuai dengan jurusan atau jenis sekolah yang dipimpinnya.Berikut penjelasan mengenai tugas kepala sekolah sebagai administrator dan supervisorakan dibahas lebih terperinci1.
Kepala Sekolah Sebagai AdministratorSergiovanni (1991) membedakan tugas kepala sekolah menjadi dua, yaitu tugas dari sisi
administrative process
atau proses administrasi, dan tugas dari sisi
task areas
atau bidanggarapan pendidikan. Tugas merencanakan, mengorganisir, meng-koordinir, melakukankomunikasi, mempengaruhi, dan mengadakan evaluasi merupakan komponen-komponen