Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Id, Ego, dan Super Ego

Id, Ego, dan Super Ego

Ratings: (0)|Views: 599 |Likes:

More info:

Published by: Putra Prasetio Nugraha on Dec 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2013

pdf

text

original

 
Refrat
ID, EGO, DAN SUPER EGO
Oleh:Putra Prasetio Nugraha, Sked04094705036Pembimbing:Dr. Abdullah Shahab, SpKJ
FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS SRIWIJAYA / RUMAH SAKIT JIWA PROF. Dr. ERNALDI BAHAR PALEMBANG2010
 
BAB IPENDAHULUAN
I
d, ego, dan super ego adalah pembagian psikis berdasarkan ³teori struktural´ psikoanalisis yang di kemukakan oleh Simund Freud pada tahun 1923. Freudmemperkenalkan pembagian baru untuk menggambarkan antara kelompok sadar dan tidak sadar, yaitu id, ego, dan super ego.
I
a berfikir bahwa pembagian ini meberikan lebih banyak  penggambaran hubungan dinamis antara kesadaran dan ketidaksadaran. Menurut model ini,tren naluriah tidak terkoordinasi adalah "id"; bagian realistis terorganisir jiwa adalah ego ","dan moral dan fungsi kritis yang "super-ego."
[1]
I
d (secara menyelutuh tidak sadar) berisikandorongan dan hal-hal lain yang diekspresikan sebagai suatu kesadaran; ego (hampir keseluruhannya sadar) terkait dengan realita eksternal; dan super ego (sebagian sadar) adalahkata hati atau penilaian moral personal. Walaupun model "struktural" dan membuat referensike sebuah alat,´ id, ego, dan super-ego´ adalah fungsi dari pikiran dan bukan bagian dari otak dan tidak harus sesuai satu sama lainnya dengan yang sebenarnya somatik dari struktur dari jenis yang ditangani oleh ilmu syaraf .Konsep diri muncul pertama kali pada tahap akhir pengembangan pemikiran Freud:model truktural pertama kali dibahas dalam essainya tahun 1920 ³
 Beyond the Pleasure Principle´
dihadirkan dan kemudian di kolaborasikan tiga tahun kemudian dalam
³ The Egoand The Id´
. Usulan Freud dipengaruhi oleh ambiguitas istilah " sadar "dan bertentangan pada banyak kegunaannya.
I
stilah "id", "ego", dan "super-ego" tidak berasal dari Freud sendiri.
I
stilah inidilatinisasi oleh penerjemahnya James Strachey . Freud sendiri menulis tentang
"das
E
s
,
"
 
"das
Ich,
"
dan
"das
Uber-Ich´. K 
a
ren
a
kepada pembaca Jerman, istilah asli Freud lebihatau kurang jelas, Freud meminjam istilah "das Es" dari Georg Groddeck , seorang dokter Jerman dimana kebanyakan ide-ide inkonvensional Freud tertarik, dimana terjemahannyamenjadi ³the
I
t´ dalam bahasa inggris.
 
BAB IIID, EGO, DAN SUPER EGOI.
 
ID
I
d adalah sumber dorongan diri, dimana Freud menganggapnya sebagai penampung hasrat. Hasrat atau libido, adalah bentuk dari energi yang didapatmelalui sebuah objek atau mempengaruhi penerimaan suatu objek, sering seksual,yang mendasari semua proses mental. Dorongan diri, Freud sangat secara spesifik menggambarkan ³dorongan´ sebagai dorongan dari alam tidak sadar tetapi jugasering diterjemahkan sebagai insting, keluar terus menerus dari id danmemberikan energi yang terkait erat kepada objek tersebut, yang dapatmenghasilkan aksi/penempelan sifat erotis ataupun agresif terhadap objek tertentu.Objek dari id telah didapat sejak lahir, bergerak bersamaan dengan proses fisik  primer (apapun yang itdak sadar) dan secara mutlak ditentukan berdasarakanderajat kepuasan. Telah dikatakan juga bahwa id berpilakua dalam ketidak sadaran, alasannya adalah bahwasanya ego dan super ego kita terkadang bertentangan dengan id, menyebabkan represi, sehingga gratifikasi terhadapdorongan id sering sangat kurang dalam hal gambaran sosial dan diri sendiri.
I
d ini terdiri dari bagian tidak teratur dari struktur kepribadian yang berisidorongan dasar.
I
d bertindak sesuai dengan " prinsip kesenangan ", berusahauntuk menghindari rasa sakit atau tidak menyenangkan yang terangsang oleh peningkatan ketegangan insting.
I
d ini tidak disadari oleh definisi. Dalam rumusanFreud,
³ Ini adalah tidak dapat diakses, bagian gelap dari kepribadian kita, apa yang kita tahu tentang itu telah kita pelajari dari studi kita tentangkerja-mimpi dan konstruksi gejala neurotik, dan sebagian besar ini adalah sebuahkarakter negatif dan dapat digambarkan hanya sebagai kontras denganego. Kami pendekatan semua id dengan analogi: kita menyebutnya kekacauan, sebuah ketel penuh Eksitasi marah ...Hal ini penuh dengan energi mencapai itudari naluri, tetapi tidak mempunyai organisasi, tidak menghasilkan akan kolektif,tetapi hanya berusaha untuk mewujudkan kepuasan kebutuhan insting tunduk  pada ketaatan atas prinsip kesenangan .´

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fathul Nurul liked this
Fathul Nurul liked this
Guna Wan liked this
Lely Safitri liked this
Irma Tri Mulia liked this
Ichwan Ramadhan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->