SifatJenis Minyak Diesel
Mesin PutaranTinggiMesin IndustriMesin PutaranRendah dan Sedang
Angka Setane
≥ 40≥ 40≥ 30
Titik didih (°C)
288282 - 338-
Viskositas pada(38°mm²/s)
1.4 – 2.52.0 – 4.35.8 – 26.4
Titik nyala (°C)
≥ 38≥ 52≥ 55
Kadar sulfur (%berat)
≥ 0.5≥ 0.5≥ 0.2
Kadar air danendapan (% volume)
≥ 0.05≥ 0.05≥ 0.5
Kadar abu (% berat)
≥ 0.01≥ 0.01≥ 0.1
Residu karbon dalam10% residu destilasi(% massa)
≥ 0.15≥ 0.35-Sumber : ASTM D-975, 1991Mesin-mesin dengan putaran mesin yang cepat (>1000 rpm) membutuhkan bahan dengankarakteristik tertentu yang berbeda dengan minyak diesel. Karakteristik yang diperlukan berhubungan dengan
auto ignition
(kemampuan menyala sendiri), kemudaham mengalir dalamsaluran bahan bakar, kemampuan untuk teratomisasi, kemampuan lubrikasi, nilai kalor dankarakteristik lain.
KARAKTERISTIK UMUM MINYAK DIESEL
Karakteristik yang umum perlu diketahui untuk menilai kinerja bahan bakar diesel antaralain viskositas, angka setana, berat jenis, titik tuang, nilai kalor pembakaran, volatilitas, kadar residu karbon, kadar air dan sedimen, indeks diesel, titik embun, kadar sulfur, dan titik nyala.
1. Viskositas
Viskositas adalah tahanan yang dimiliki fluida yang dialirkan dalam pipa kapiler terhadapgaya gravitasi, biasanya dinyatakan dalam waktu yang diperlukan untuk mengalir pada jarak tertentu. Jika viskositas semakin tinggi, maka tahanan untuk mengalir akan semakin tinggi.Karakteristik ini sangat penting karena mempengaruhi kinerja injektor pada mesin diesel.Atomisasi bahan bakar sangat bergantung pada viskositas, tekanan injeksi serta ukuran lubanginjektor. Viskositas yang lebih tingi akan membuat bahan bakar teratomisasi menjadi tetesanyang lebih besar dengan momentum tinggi dan memiliki kecenderungan untuk bertumbukandengan dinding silinder yang relatif lebih dingin. Hal ini menyebabkan pemadaman
flame
dan peningkatan deposit dan emisi mesin.Bahan bakar dengan viskositas lebih rendah memproduksi
spray
yang terlalu halus dantidak dapat masuk lebih jauh ke dalam silinder pembakaran, sehingga terbentuk daerah
fuel rich zone
yang menyebabkan pembentukan jelaga. Viskositas juga menunjukkan sifat pelumasan atau