Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
14Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
draf penelitian paradigma siap

draf penelitian paradigma siap

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 3,373|Likes:
Published by Leo Sutrisno

More info:

Published by: Leo Sutrisno on Aug 07, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/12/2013

pdf

text

original

Pendahuluan

Dalam kamus umum bahasa Indonesia, dijelaskan bahwa paradigma adalah (linguistik) seperangkat unsur-unsur bahasa yang

yang sebagian bersifat konstan dan sebagian lain berubah-ubah. (J.S. Badudu dan Sutan Mohammad Zain, 1996).Bobbi DePorter dan Mike Hernacki (1999) menyatakan

bahwa paradigma adalah seperangkat aturan yang digunakan untuk mengevaluasi informasi dan menyatukannya ke dalam hidupnya. Setiap orang memiliki paradigma

sendiri berdasarkan pada pengalaman hidupnya. Hidup dengan satu paradigma tertentu seperti melihat melalui satu jendela yang sama. Setiap kali melihat lewat jendela akan memperoleh pemandangan yang sama. Dalam banyak hal berpikir dengan suatu paradigma itu lebih baik dari pada tidak memiliki sama sekali. Tetapi, juga dapat membatasi karena dapat menutupi peluang-peluang yang mungkin ada. Perubahan paradigma ibarat menemukan jendela baru. Melalui jendela baru, semua yang terlihat merupakan sesuatu yang baru atau hal-hal lama dapat dilihat dengan sudut pandang yang berbeda. Dengan paradigma baru pola pikir menjadi lebih segar. Jadi, akan lebih baik lagi bila dimiliki banyak paradigma, banyak jendela, banyak sudut pandang, banyak perspektif.

Sesungguhnya, di dalam bidang penelitian, memang tidak ada satu paradigma pun yang diterima oleh semua peneliti pendidikan. Ada banyak debat yang mereka kembangkan, misalnya: kuantitaif lawan kualitatif, positivistik lawan interpretif, objektif lawan subjektif, atau rasionalistik lawan naturalistik. Namun demikian, kiranya hampir satu napas apabila kelompok pertama menekankan analisis kuantitatif dan kelompok kedua menekankan analisis kualitatif.

Hidup
dengan
paradigma

Hingga tahun delapan-puluh-an, penelitian PMIPA, seperti juga penelitian di bidang pendidikan yang lain, sangat kental diwarnai oleh penelitian kuantitatif yang diadopsi dari penelitian psikologi. Pada akhir tahun 80-an, di beberapa negara mulai mencoba mengembang penelitian yang berpusat pada konsepsi siswa tentang berbagai kejadian atau fenomena alam di sekitarnya yang dikenal dengan istilah penelitian tentang konsepsi alternatif. Kelompok ini menggunakan penelitian naturalistis yang dikembangkan oleh para antropolog dan sosiolog. Penelitian ini sangat berwarna kualitatif. Belakangan, di awal tahun 90-an, sekelompok peneiliti bidang pendidikan MIPA mulai mengembangkan penelitian yang sering digunakan para aktivis LSM, yaitu penelitian yang memberdayakan subjek yang diteliti-penelitian partisipatif. Penelitian ini dalam lingkungan pendidikan dikenal sebagai penelitian tindakan.

Berikut disajikan tiga paradigma
penelitian, yaitu: kuantitatif, kualitatif dan partisipatif.
1 Paradigma Penelitian Kuantitatif
1.1 Pandangan dasar

Penelitian kuantitatif dalam pendidikan diwarnai oleh paham positivisme yang berkembang di negara-negara barat. Pandangan kelompok ini didasarkan pada anggapan bahwa pengetahuan \u2018positif\u2019 mampu menyelesaikan segalanya. Mereka berpendapat bahwa hanya dengan pengukuran yang seksama dan dengan percobaan-percobaan yang cermat, seperti dalam ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan dapat ditumbuh-kembangkan Philip C. Candy (1989).

Sebenarnya banyak versi dari paham ini, tetapi ada sejumlah sifat yang mirip. Di antaranya adalah: (1) komitmen pada sikap objektif dalam pencarian \u2018kebenaran ilmiah\u2019; (2) keyakinan bahwa teori bersifat universal; (3) generalisasi, semacam hukum atau teori, tidak terikat pada suatu konteks

Asumsi-asumsi
paradigma
kuantitatif

tertentu; (4) keyakinan bahwa setiap kejadian/peristiwa selalu memiliki penyebab; (5) keyajinan bahwa antara kejadian dan penyebabnya dapat dipisahkan satu sama lain secara diskrit; (6) pendapat

bahwa variabel dapat diidentifikasi dan didefinisikan; serta hubungan antar variabel dapat dirumuskan secara matematis.

Peter Reason (1994) menjelaskan bahwa

paham positivisme memisahkan ilmu pengetahuan dari kehidupan sehari-hari, seperti juga antara peneliti dan subjek yang diteliti. Menempatkan peneliti di luar subjek yang diteliti, di luar penomena yang sedang diteliti, merupakan implementasi dari komitmen terhadap objektivitas. Dengan berdiri di luar, peneliti diharapkan dapat memperoleh data yang \u2018tidak terkontaminasi\u2019 oleh kehadiran dirinya di lingkungan subjek yang berpartisipasi dalam penelitiannya.

Disebutkan, John Heron (1981) menyatakan bahwa penempatan peneliti di luar dari penomena yang sedang dipelajari karena ada anggapan peneliti harus dapat menunjukkan kehendak yang bebas dan kreatif agar dapat \u2018menemukan\u2019 pengetahuan baru. Sedangkan penomena yang dipelajari tunduk pada hukum sebab-akibat yang harus ditemukan peneliti.

Penempatan peneliti di luar kejadian yang diteliti menggiring ke arah pemisahan bagian-bagian dari keseluruhannya. Para peneliti terdorong untuk menganalisis fenomena yang diteliti menjadi bagian-bagiannya, mengukur dan menghitung bagian-bagian ini, dn selanjutnya menghubung-hubungan bagian-bagian itu dalam bentuk sebab- akibat. Karena itu, fenomena yang dipelajari diperlakukan sebagai \u2018benda\u2019 walaupun dalam pendidikan benda-benda (mati) hanya salah satu bagian. Memang, cara berpikir semacam ini terpengaruh oleh bidang MIPA (bukan PMIPA) yang menekankan bahwa akal merupakan alat utama bagi pengetahuan.

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dedi Cahyono liked this
Bintang Kejora liked this
Megi Maradona liked this
farid_sz liked this
Bambang Adi liked this
Nur Kholiq liked this
Nur Kholiq liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->