Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perwali No 17 Tahun 2009 Tentang Penataan Mini Market 1

Perwali No 17 Tahun 2009 Tentang Penataan Mini Market 1

Ratings: (0)|Views: 424|Likes:
Published by yonianwar

More info:

Published by: yonianwar on Dec 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/28/2010

pdf

text

original

 
 
- 1 -
PERATURAN WALIKOTA BANDAR LAMPUNG
NOMOR : 17 Tahun 2009
TENTANG
PERSYARATAN DAN PENATAAN MINIMARKET DI KOTA BANDAR LAMPUNG
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAWALIKOTA BANDAR LAMPUNG,Menimbang : a. bahwa bisnis pasar modern sebagai salah satu ciri khas perkotaan mulaitumbuh dan berkembang cukup pesat di Kota Bandar Lampung;b. bahwa bisnis pasar modern selain memberikan alternatif belanja yang menarik, juga menawarkan kenyamanan dan kualitas produk, harga bersaing bahkankadang lebih murah dibandingkan dengan pasar tradisional;c. bahwa berkembangnya bisnis pasar modern dikhawatirkan dapat mematikanusaha kecil dan menengah (UKM), untuk itu keberadaan pasar modern iniperlu ditata dengan mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)sehingga perekonomian daerah dapat berjalan dengan baik dan estetika ruangkota dapat terwujud;d. bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut pada huruf a,b,c dan d, perludisusun persyaratan dan penataan Pasar Modern khususnya Mini Market diWilayah Kota Bandar Lampung dengan Peraturan Walikota Bandar Lampung.Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-UndangNomor 4 Drt Tahun 1956 (Lembaran Negara Tahun 1956 Nomor 55), Undang-undang Nomor 5 Drt Tahun 1956 (Lembaran Negara tahun 1956 Nomor 56)dan Undang-Undang Nomor 6 Drt Tahun 1956 (Lembaran Negara Tahun 1956Nomor 57) tentang Pembentukan Daerah Tingkat II termasuk Kotapraja dalamLingkungan Daerah Tingkat I Sumatera Selatan sebagai Undang-Undang(Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 73, Tambahan Lembaran NegaraNomor 1821);2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan dan Gedung(Lembaran Negara RI Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran NegaraRI Nomor 4247);
 
3. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Rencana Tata Ruang WilayahNasional (Lembaran Negara RI Tahun 2007 Nomor 68; Tambahan LembaranNegara RI Nomor 4725);4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua AtasUndang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, TambahanLembaran Negara Nomor 4844);5. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1982 tentang Batas WilayahKotamadya Daerah Tingkat II Tanjung Karang – Teluk Betung ( LembaranNegara Tahun 1982 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3213/i);6. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1983 tentang Perubahan NamaKotamadya Daerah Tingkat II Tanjungkarang-Telukbetung menjadi KotamadyaDaerah Tingkat II Bandar Lampung ( Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor30, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3254);
WALIKOTA BANDAR LAMPUNG
 
 
- 2 -
7. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak danKewajiban, serta Bentuk dan Tata Cara Peran Serta Masyarakat dalamPenataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3660);8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 tentangPenataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan TokoModern;9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2007tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan;10. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 53/M-DAG/PER/12/2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan PasarTradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern;11. Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 4 Tahun 2004 tentangRencana Tata Ruang dan Wilayah Kota Bandar Lampung;12. Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 2 Tahun 2007 tentang IzinMendirikan Bangunan;13. Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 01 Tahun 2008 tentangUrusan Pemerintahan Daerah Kota Bandar Lampung;14. Peraturan Walikota Bandar Lampung Nomor 82 Tahun 2008 tentangPelimpahan sebagian Kewenangan dibidang Perizinan kepada Kepala BadanPenanaman Modal dan Perizinan Kota Bandar Lampung.MEMUTUSKAN :Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG PERSYARATAN DAN PENATAAN MINIMARKET DI KOTA BANDAR LAMPUNG.BAB IKETENTUAN UMUM
PENGERTIAN
Pasal 1Dalam Peraturan Walikota Bandar Lampung ini yang dimaksud dengan :1. Daerah adalah Kota Bandar Lampung;2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Bandar Lampung;3. Kepala Daerah adalah Walikota Bandar Lampung;4. Pasar adalah area tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih darisatu yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pertokoanmall, plaza, pusat perdagangan maupun sebutan lainnya;5. Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh PemerintahDaerah, Swasta, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerahtermasuk kerjasama dengan Swasta, tempat usaha berupa toko, kios, los dantenda yang dimiliki / dikelola oleh pedagang kecil, menengah, swadayamasyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal kecil dan denganproses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar;6. Toko Modern adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran dengan berbentuk Minimarket, Supermarket,Departemen Store, Hypermarket ataupun Grosir yang berbentuk perkulakan;7. Pengelola Jaringan Minimarket adalah pelaku usaha yang melakukan kegiatanusaha dibidang minimarket melalui satu kesatuan manajemen dan sistempendistribusian barang ke outlet yang merupakan jaringannya;8. Usaha Kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil sebagaimanadimaksud dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil;
 
 
- 3 -
9. Kemitraan adalah kerjasama usaha antara usaha kecil dengan usahamenengah dan usaha besar disertai dengan pembinaan dan pengembanganoleh usaha menengah dan usaha besar dengan memperhatikan prinsip salingmemerlukan, saling memperkuat dan saling menguntungkan, sebagaimanadimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1997 tentangKemitraan;10. Izin Usaha Pengelolaan Pasar Tradisional, Izin Usaha Pusat Perbelanjaan danIzin Usaha Toko Modern adalah izin untuk dapat melaksanakan usahaPengelolaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern yangditerbitkan oleh Pemerintah Daerah setempat.11. Mini Market adalah sarana / tempat usaha untuk melakukan penjualan barang-barang kebutuhan sehari-hari secara eceran dan langsung kepada konsumenakhir dengan cara swalayan.12. Pedagang Eceran adalah suatu usaha perorangan atau badan usaha denganmodal kecil dan kegiatan pokoknya melakukan penjualan barang-barangdagangan tertentu dalam partai (jumlah) kecil/satuan.13. Warung adalah tempat usaha perorangan dengan modal kecil untukmelakukan penjualan beberapa jenis produk dagangan tertentu dapat berupabarang dan atau makanan/minuman.14. Jalan arteri/protokol adalah merupakan jalan umum yang berfungsi melayaniangkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi,dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna.15. Jalan kolektor adalah merupakan jalan umum yang berfungsi melayaniangkutan pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang,kecepatan rata-rata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi.16. Jalan lokal adalah merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutansetempat dengan ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi.17. Jalan lingkungan adalah merupakan jalan umum yang berfungsi melayaniangkutan lingkungan dengan ciri perjalanan jarak dekat, dan kecepatan rata-rata rendah.18. Kompleks Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagailingkungan tempal tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi denganprasarana dan sarana lingkungan.BAB II
PERSYARATAN
Pasal 2
PEMBANGUNAN MINI MARKET
Pembangunan Minimarket harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :a. Lokasi pendirian Minimarket mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah(RTRW) Kota Bandar Lampung dan Rencana Detail Ruang Kota (RDTRK)Bandar Lampung;b. Bangunan tidak melanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB);c. Menyediakan areal parkir paling sedikit seluas kebutuhan parkir 1 (satu) unitkendaraan roda empat untuk setiap 60 m2 (enam puluh meter per segi) luaslantai penjualan Pusat Perbelanjaan dan/ atau Toko Modern; dand. Memiliki luas lantai penjualan kurang dari 400 m2 (empat ratus meter per segi);e. Minimarket dapat berdiri pada lokasi jalan arteri dan jalan kolektor dan tidakdiperkenankan pada jalan lokal dan lingkungan, kecuali pada kompleksperumahan;f. Minimarket hanya dapat didirikan pada radius minimal 60 (enam puluh) meterdari as tikungan jalan/persimpangan dan jembatan pada ruas jalan arteri dan jalan kolektor, kecuali yang berada pada kompleks pertokoan/pusatperbelanjaan dan memiliki lahan parkir yang memadai.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->