Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
0Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Munasabah Al Qur'An

Munasabah Al Qur'An

Ratings: (0)|Views: 12,599|Likes:

More info:

Published by: Agus Jaya Kholid Saude on Dec 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/08/2013

pdf

text

original

 
MUNASABAH AL-QUR’AN
 Agus Jaya
A.Pendahuluan
Pengumpulan al-Qur’an pada masa Abu Bakar dikarenakan beliau gelisaholeh kenyataan bahwa dalam pertempuran di Yammah, yaitu ‘perang kemurtadan’(
riddah
) banyak penghafal al-Qur’an yang mati terbunuh. Karena mereka adalahorang-orang yang menyimpan ayat-ayat al-Qur’an dalam hati mereka, Umar khawatir  jika lebih banyak lagi yang gugur, maka ada bagian al-Qur’an yang akan hilang dantak tertolong lagi. Abu Bakar menugasi Zaid ibn Tsabit untuk melaksanakan tugas itukarena ia merupkan mantan juru tulis Nabi Muhammad. Setelah Abu Bakar wafat penulisan al-Qur’an dilanjutkan oleh sahabat-sahabat Nabi lainnya. (Richard Bell1998 : 35)Mengenai tertib surat terdapat perbedaan pendapat dikalangan Ulama Salaf,ada yang mengemukakan pendapat bahwa hal itu
tauqifi
dari Nabi SAW dan ada jugayang berpendapat bahwa hal itu berdasarkan
ijtihadi
para sahabat. (Ibrahim Al Abyari1993 : 54)Atas dasar perbedaan pendapat tentang sistematika ini, wajarlah jika masalahkorelasi atau persesuaian kandungan Al-Qur’an kurang mendapat perhatianmendalam dari para Ulama yang menekuni Ulumul Qur’an. Oleh karena itu makalahini berupaya mengetengahkan mengenai
munasabah
yang mencakup: pengertian
munasabah
, sejarah perkembangan
munasabah
, eksistensi
munasabah
, macam-macam
munasabah
serta urgensi munasabah.
B.Pengertian Munasabah
Menurut bahasa
munasabah
berarti
al-musyâkalah
dan
al-muqarabah
yang berarti saling munyerupai dan saling mendekati. Dikatakan bahwa si A bermunasabahdengan B, berarti A mendekati atau menyerupai B.1
 
Secara etimologis,
munasabah
menurut Manna Al-Qaththan berartiketerkaiatan antara satu kalimat dengan kalimat lain dalam suatu ayat atau antara ayatdengan ayat atau antara surat dengan surat. (Manna’ Al-Qaththan 1973 : 94).Adapun yang dimaksud dengan
munasabah
dalam terminologi ahli-ahli ilmual-Qur’an sesuai dengan pengertian menurut bahasa di atas adalah segi-segi hubunganatau persesuaian al-Qur’an antara bagian demi bagian dalam berbagai bentuk.Dimaksud dengan segi hubungan atau persesuaian disini ialah semua pertalian yangmerujuk kepada makna-makna yang mempertalikan satu bagian dengan bagian yanglain. Sedangkan yang dimaksud dengan bagian demi bagian ialah semisal antarakata/kalimat dengan kata/kalimat, antara ayat dengan ayat, antara awal surah denganakhir surah, antara surah yang satu dengan surah yang lain dan begitulah seterusnyahingga benar-benar tergambar bahwa al-Qur’an itu merupakan satu kesatuan yangutuh dan menyeluruh.(Amin Suma, 2004: 144)Seperti diingatkan para pujangga dan sastrawan, diantara ciri gubahan suatu bahasa yang layak dikategorikan baik dan indah ialah manakala rangkaian susunankata demi kata, kalimat demi kalimat, alenia demi alenia dan seterusnya memilikiketerkaitan atau hubungan sedemikian rupa sehingga menggambarkan satu kesatuanyang tidak pernah terputus.(Az-Zarkasyi,1988: 66) al-Qur’an sangat memenuhi persyaratan yang ditetapkan para pujangga itu, mengingat keseluruhan al-Qur’anyang terdiri dari 30 juz, 114 surah, hampir 88.000 kata dan lebih dari 300.000 huruf,itu seperti yang ditegaskan al-Qurthubi (w. 671) laksana satu surat yang tidak dapatdipisah-pisahkan.(Amin Suma,
ibid.
, 145) Satu hal yang patut ditegaskan ialah bahwakesatuan al-Qur’an terjadi sama sekali bukan karena dipaksakan melainkan bisadibuktikan melalui hubungan antar bagian dengan bagiannya.Jadi
munasabah
adalah ilmu yang mempelajari tentang hikmah korelasiurutan ayat al-Quran, atau usaha pemikiran manusia untuk menggali rahasiahubungan antar ayat atau surat yang dapat diterima oleh akal. Melalui ilmu inidiharapkan rahasia Ilahi dapat terungkap dengan jelas yang mampu menjawabsanggahan yang selalu meragukan keberadaan al-Qur’an sebagai wahyu Allah.2
 
B.Sejarah Perkembangan Munasabah
Tercatat dalam sejarah bahwa Imam Abu Bakar al-Naisaburi (w.324 H)sebagai orang pertama melahirkan ilmu
munasabah
di Baghdad. Menurut al-Suyuthi(w. 911 H) sebagaimana dikutip oleh Ramli Adbdul Wahid dalam bukunya yang berjudul
Ulumul Qur’an
, orang pertama yang melahirkan ilmu
munasabah
adalahSyeikh Abu Bakar al-Naisaburi. Apabila al-Qur’an dibacakan kepadanya, ia bertanyamengapa ayat ini ditempatkan di samping ayat sebelahnya dan apa hikmah surat iniditempatkan di samping surat sebelahnya. Bahkan ia mencela para ulama Bagdadkarena mereka tidak mengetahui ilmu
munasabah
. (Ramli Abdul Wahid 2002 :91).Ulama yang datang kemudian menyusun pembahasan
munasabah
secarakhusus. Diantara kitab
al-Burhân fi Munasabati Tartib Suwar al-Qur’an
susunanAhmad Ibn Ibrahim al-Andalusi (w. 807 H). Menurut pengarang tafsir 
an-Nur 
, penulis yang membahas menasabah dengan sangat baik ialah Burhanuddin al-Biqa’Idalam kitab
 Nazhm ad-Durar di Tanasubi ayatii was Suwar 
.As-Suyuthi membahas tema munasabah dalam kitab
al-Itqan
dengan topik khusus yang berjudul
 Fî Munasabatil Ayat 
sebelum membahas ayat-ayat
musyatabihat 
. Az-Zarkasyi membahas soal
munasabah
dalam Burhan dengan topik yang berjudul
Ma’rifatul Munasabah bainal Ayati
sesudah membahas
asbab an-nuzul 
. Subhi Shalih memasukkan pembahasan
munasabah
dalam bagian ilmu
asbaban nuzul 
, meskipun tidak dalam satu pasal tersendiri. Sebaliknya, Sa’id Ramadlan alButhi tidak membicarakan
munasabah
dalam buku
Min Rawai’il Qur’an
.Terdapat beberapa istilah yang dikemukakan para mufassir mengenai
munasabah
. Ar-Razi menggunakan istilah
ta’alluq
sebagai sinonimnya. SayyidQuthub menggunakan lafal
irtibath
sebagai pengganti kata
munasabah
. SedangkanSayyid Rasyid Ridla menggunakan dua istilah, yaitu
al-ittishal 
dan
at-ta’lil 
. Al-Alusimenggunakan istilah yang hampir sama dengan istilah yang digunakan Sayyid Quthb,yakni tartib. (Ahmad Izzan 2005:189)3

Activity (0)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Kyanti Almonds liked this
Risa Chaca liked this
Dhiabill Chayank liked this
Fiqa Anuar liked this
Rosita Jhie liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->