Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemikiran Politik Ibnu Khaldun

Pemikiran Politik Ibnu Khaldun

Ratings: (0)|Views: 1,226 |Likes:

More info:

Published by: Agus Jaya Kholid Saude on Dec 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/23/2013

pdf

text

original

 
Pemikiran Politik Ibnu Khaldun
1
Oleh : H. Agus Jaya
2
Pendahuluan
Sepanjang sejarah pemikir politik mulai dari Socrotes hingga para pemikikontemporer, mereka senantiasa eksis dengan masalah-masalah relevan untuk dikaji yangmereka suguhkan. Karena itu mempelajari, menelaah dan merenungkan masalah-masalahyang mereka kemukakan tetap urgen terutama dalam rangka menanggulangi problem nyatayang kita hadapi.Di antara topik besar yang mereka kemukakan adalah masalah kehidupan berpolitk manusia dalam sebuah masyarakat yang dikemukan oleh Ibnu Khaldun. Dalam makalahini, penulis berusaha mengemukakan pendapat Ibnu Khaldun (1332-1406) yang berdasarkan pengalamannya yag sangat luas di bidang politik praktis dan pengamatannyayang tajam dalam bidang pemikiran Politik yang dituangkan dalam bukunya yang berjudul
Muqoddimah
3
 Dalam bukunya tersebut Ibnu Khaldun menawarkan suatu penafsiran yangsekaligus sederhana dan mendasar terhadap masalah kekuasaan dan negara sehingga rele-vansinya sangat kental terhadap pemikiran politik yang demikian dominan terjadi saat ini.
Kondisi Masyarakat Islam Masa Ibnu Khaldun
Era Ibnu Khaldun hidup dipandang dari segi sejarah Islam adalah era kemundurandan perpecahan. Beberapa abad sebelumnya semenjak abad ke-8 sampai sekitar abad 12dan 13 arab pernah dijuluki ”mukjizat Arab”
4
. Tokoh Ibnu Khaldun digambarkan sebagaitokoh budaya Arab-Islam yang paling kuat dimasa kemundurannya.
5
1
Tugas Makalah bidang studi Filsafat Politik, Dosen Pembimbing : DR Hatamar Rasyid, MA,disajikan pada Seminar Kelas SPI Semester II.
2
Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Raden Fatah Palembang, Semester II, Program Studi SejarahaPeradaban Islam, Konsentrasi Tafsir Hadits.
3
A. Rahman Zainuddin,
 Kekuasaan dan Negara
, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 1992. hal : x
4
Ibid, Mengutip dari Yves Lacoste, “
la Grande Oeuvre d’Ibn Khaldoun
,” La Pensee (Paris) LXIX(1956), 11
5
M. Talbi,
 Encyclopedia Of Islam
, dalam bab Ibnu Khaldun
1
 
Dimasa hidup Ibnu Khaldun, di Afrika Utara bagian Barat tepatnya Maghrib
 
tempat Beliau lahir dan malang melintang dalam bidang politik aktif terdapat tiga buahnegara yang selalu berperang antar sesamanya.masing-masing berusaha menghancurkan pihak lain. Ketika itu perpindahan loyalitas dari negara Islam yang satu kepada negaraIslam yang lain tidak diangggap sebagai hal yang luar biasa. Hal yang demikianmenimbulkan penafsiran pada sebagian pemerhati politik Ibnu Khaldun bahwa ia tidak mengenal loyalitas dan bersifat sangat oportunis.
6
Sementara itu Di Eropa telah tanpak tanda-tanda perubahan dan kebangkitan, suatusuasana yang bisa langsung dirasakan oleh Ibnu Khaldun sendiri. Abad ke-13 di Eropadidominasi para pemikir konstruktif positif, masa para ahli teologi dan filosof spekulatif.Saling kritik dalam sebuah masalah menjadi sebuah fenomena baru yangmembangun, meskipun demikian mereka tetap menerima prinsip-prinsip metafisis yangmendasar. Mereka juga mempercaya bahwa otak manusia memiliki kemampuan untuk melampaui dunia fenomena ini dan mencapai kebenaran metafisis. Karena itu abad ke-13itu juga merupakan abad yang sangat menonjol dibidang intelektual, karena di waktu itudisadari adanya sintesa antara rasio dan keyakinan atau antara filsafat dan teologi.
7
Pada abad ke-14, di Barat terjadi kecendrungan kuat kalangan penguasa sipil untuk menegaskan kemandiriannya dari Gereja. Dari abad inilah dimulainya sejarah timbulnyanegara-negara nasional yang kuat yang kemudian menjadi ciri yang sangat penting dari bentuk negara di Eropa setelah masa abad pertengahan. Proses sentralisasi kekasaan itudipercepat juga oleh peristiwa pengasingan para Paus yang berasa di Avignon antara tahun1305-1377.Jadi, apabila abad ke-13 digambarkan sebagai abad pemikir kreatif dan orisinal,maka abad ke-14 adalah abad timbulnya berbagai mazhab yang saling berbeda pendapat.
8
Sedangkan dipandang dari segi kehidupan universitas, terutama di Paris merupakan abad berkembangnya sains.
9
 
Maroko
6
Muhammad Abdullah Enan,
 Ibnu Khaldun : His Life and Work 
, Lahore : M. Asraf, 1973 hal.1941
7
Frederik Copleston,
 A History Of Fhilosophy
, Volume III: Ockham To Suarez The BellarmineSeries XIV, London : Search Press Limited, 1953. Hal. 1
8
Copleston, 10.
9
Copleston, 15
2
 
Ibnu Khaldun sendiri telah menyadari fenomena ini, dalam
al-Muqoddimah,
Beliaumenulis
:Demikianlah dimasa sekarang ini telah sampai berita-berita kepada kami bahwailmu-ilmu filsafat ini telah mengalami kemajuan yang pesat di negeri Franka(Ifranjah), di tanah Roma dan daerah-daerah bagian utara yang berdekatandengannya. Teori-teoraninya telah diperbahaarui kembali, tempat-tempatmempelajarinya banyak sekali, buku-buku serba mencakup dan dan terdapat dalam jumlah yang memadai, sedangkan orang-orang yang mempelajarinya juga sangat banyak jumlahnya. Hanya Tuhanlah yang lebih tahu tentang apa sebenarnya yangsedang terjadi. Ia menciptakan dan memilih apa saja yang dikehendaki-Nya.Sementara Di Afrika Utara kampung halaman Ibnu Khaldun dibesarkan, terjadi perkembangan politik yang sangat pesat. Ketika itu Imperim al-Muwahhidun baru saja pecah dan berdirilah sejumlah negara-negara kecil, Di Tunis terdapat Emirat Bani Hafs(1228-1574). Di Tlemsen dan Di Barbaria Tengah
  berdiri Emirat Bani Wad. Di Marokoterdapat kerajaan Bani Marin (1269-1420). Di Mesi
Mamluk 
tengah berkuasa (1250-1517), pada masa itu juga terdapat Imperium Timurlane yang usianya dan masa hidupnyahampir sama dengan Ibnu Khaldun. Mereka sempat bertemu pada tahun 1401 di luar dinding kota Damaskus. Suatu pertemuan yang sangat bersejarah.
Di Iran masa Ibnu Khaldun adalah sama dengan seorang penyair dari Syiraz (1320-1389), demikian juga seorang ahli sejarah yang bernama Nizamuddin Syami, yang pernahmenulis tentang sejarah pemerintahan Timurlane pada tahun 1401. selain mereka, IbnuKhaldun menulis beberapa nama penulis Arab diantaranya : Ibnu Battuta yang tak pernah bertemu (1304-1369), demikian juga seorang ahli Ilmu Bumi, Umary (1349)- Mesir dariSuriah, dan al-Maqrizi mendapatkan kesempatan duduk dalam kelas yang diajar oleh IbnuKhaldun di al Azahar.
10
Abdurrahman Ibn Kholdun,
Tarikh Ibnu Khaldun (Diwan al-Mubtada’I wa al-Khobar fi Tarikhal-Arab wa al-Barbar wa Man A’shorohum min Zawi as-Syakni al-Akbar),
Libanon : Dar al-Fikr, 1996, hal.117-118
 
Al-Jazair Sekarang
11
Ibnu Khaldn,
 Discours sur I’historie Universelle (al-Muqoddimah) Tradction novella, prefaceet notes par Vincent monteil 
; Beirut : Bommisiopn internationale pour la traduction des chefs d’oevres, 1967,Jil. I, Hal. Vii.
12
Monteil, Jil. I, Hal. vii
3

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lutfi Zulkarnaen liked this
Erlina Arifin liked this
Nuruzzahri Ar liked this
Fandi P liked this
Adi Irlangga liked this
Wirduna Tripa liked this
iel_ma_aly liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->