Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Periwayatan Hadits Secara Lafadz Dan Makna

Periwayatan Hadits Secara Lafadz Dan Makna

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 1,619 |Likes:

More info:

Published by: Agus Jaya Kholid Saude on Dec 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2013

pdf

text

original

 
Periwayatan Hadits Secara Lafadz danMakna
Oleh : H. Agus Jaya
PENDAHULUAN
Hadits merupakan sumber pokok ajaran Islam yang kedua setelah al- Qur'an,yang di dalamnya terkandung ajaran yang terkait dengan umat zaman Nabisampai kepada umat era globalisasi sekarang ini, oleh karena itu perlu bagi umatmanusia untuk memahami, mengkaji teks hadits lebih dalam, baik yang tersuratmaupun yang tersirat, dan mengaflikasikannya dalam kehidupan nyata, sertamentaatinya, sehingga tercapai kehidupan yang penuh dengan ridho Allah swt.Hadits
1
yang dapat diartikan sebagai laporan sesuatu yang dihubungkankepada Nabi saw. berupa pernyataan, perbuatan, penetapan, dan persifatanatau perilaku Nabi, merupakan dokumen penting ajaran keagamaan dansekaligus sumber ajaran keagamaan Islam bagi kehidupan.
2
Periwayatan Hadits Secara Lafadz dan Makna
Defenisi periwayatan Hadits secara lafadz adalah periwayatan yangdisampaikan sesuai dengan redaksi yang dikatakan oleh nabi Muhammad sawsecara persis. Akan tetapi dalam kenyataannya periwayatan secara lafadz jumlahnya sangat sedikit.
3
1
Penggunaan kata Hadits tanpa dibedakan dengan penggunaan kata sunnah, karenakeduanya merujuk pada perkataan Nabi, yang berupa perbuatan, perkataan, dan ketetapan Nabisecara umum, namun dalam segi penggunaannya, seringkali perkataan keduanya digunakansecara bergantian. Tanpa membedakan mana yang betul dan salah, keduanya sama.
2
Moh. Erfan Soebahar,
Respon Muhadditsun Menghadapi Tantangan Kehidupan Umat,
Pidato Pengukuhan Guru Besar dalam Ilmu Hadits IAIN Wali Songo,
 
Semarang, 31 Agustus2005, hlm. 57
3
 
 Ensikloedi Islam
, PT Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, 2003. Cet. 11 hal. 55
1
 
Adapun Periwayatan Hadits secara Makna : adalah meriwayatkan sesuatuhadits yang sesuai dengan makna lafadznya yang pernah didengarnya.
4
Atauhadits yang diriwayatkan dengan makna yang dimaksud oleh nabi Muhammadsaw, meskipun dari segi redaksi terdapat perubahan. Dan realitanya mayoritashadits nabi Muhammad saw diriwayatkan dalam bentuk makna, karena MemangRasulullah saw memberikan isyarat bahwa meriwayatkan hadits dengan maknadiperbolehkan.Walau meriwayatkan hadits dengna ma’na diperbolehkan, namun tetap harusmemenuhi kriteria berikut ;a.perawi harus paham betul isi dan kandungan hadits dimaksud
 b.
perawi harus memahami secara luas perbedaan-perbedaan lafadzsinonim (murodif) dalam bahasa Arab.c.Perawi tersebut hanya lupa lafadz hadits yang disampaikan Rasulullahsaw sementara maknanya diingat secara persisd.Muslime.Balighf.Adil
g.
Dhabit (cermat dan kuat)
5
Adapun periwayatan hadits yang dilakukan oleh para sahabat, tabi’in dan tabi’tabi’in dilakukan dengan dua cara, yaitu :1.periwayatan dengan lafadz (riwayah bi al-lafzi)2.periwayatan dengan ma’na (riwayat bi al-ma’na)Diantara kategori hadits yang diriwayatkan dengan lafadz antara lain :1.Hadits-hadits tentang do’a2.Dalam bentuk muta’abbad seperti tentang azan dan syahadat3.Tentang jawami’ al-kalimah
4
Muhammad Shoddin al-Munshowi,
 Kamus Mustholah al-Hadits Nabawi
, Dar al-Fadhilah, Hal.62
5
Ensiklopedi Islam , PT Ichtir Baru Van Hoeve, Jakarta. 2003, Cet. 11 Hal. 55
2
 
Menyikapi hal diantas sebagian ahli hadits, ahli fiqh, dan ahli ushulbersikap ketat, mereka mewajibkan periwayatan hadits dengan lafadz dan tidakmemperbolehkan meriwayatkan dengan makna sama sekali.
6
Disisi lain mayoritas ulama cendrung berpendapat bahwa seorangmuhaddits boleh meriwayatkan dengan makna tidak hanya dengan lafadz, halinipun tetap mengacu pada persyaratan yang sangat ketat yaitu mampumemahami bahasa Arab dengan segala seluk beluknya dan mengerti makna-makna dan kandungan hadits serta memahami kata yang bisa berubah maknadan kata yang tidak merubahnya, Jika syarat-syarat tersebut telah terpenuhimaka seorang muhaddits diperbolehkan untuk meriwayatkan dengan makna.
6
Ajaj al-Khotib,
 Assunnah qobla at-Tadwin,
Beiru, Dar al-Fikr, 1997, hal 126
3Periwayatansecara lafadzPeriwayatansecara makna
CaraPeriwayatanHadits
Hadits-HaditsDo’aHadits dalam bentuk Muta’abbadJawami’ alKalim

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ummu Sulaim liked this
Teuku Alief liked this
adambitor1713 liked this
Nhybhee Zwei added this note
i like this
Norihan Yusoff liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->