Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
26 Desember

26 Desember

Ratings: (0)|Views: 17|Likes:
Published by Aida Affandi
tsunami disaster in aceh, survivor, victim
tsunami disaster in aceh, survivor, victim

More info:

Published by: Aida Affandi on Dec 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2010

pdf

text

original

 
Creative Writing aida_affandi Prosa
Aidas document on December 26, 2010 Page 1
26 Desember
By  Aida M affandi 
Aku berlari sekuat tenaga menghalau resahku, berpacu waktu dengan ratusan hati yang menyimpangalau di dada mereka. Sesekali ku terjatuh terinjak dan terluka, namun secepat itu pula aku bangkitberlari lagi menuju satu titik menuju satu tempat dimana semua galau bertumpu di situ.Aku hanya punya tekad namun tenagaku tak seberapa, guncangan bumi rencong di tanggal 26 desemberkali ini membuatku terhuyung-huyung jatuh. Suara gemuruh air menyadarkanku diantara ratusan orangyang kurasakan hanya seumpama semut yang kucar kacir di dinding rumahku saat disiram seember air.Hati manusiaku meringis, mengingat koleksi dosa yang telah kukumpulkan bertahun-tahun tanpasempat benar-benar kubenahi. Bagaimana jika hari ini janjiku dengan Nya benar-benar akan berakhir dipagi minggu, 26 desember 2004.Lamunan penyesalanku buyar dengan hempasan gulungan ombak yang samasekali tak kurasa indah kaliini. Semua begitu mengerikan, semua begitu hitam, semua begitu bau. Entah pada apa aku berpegangsaat ini, hanya lidah dan hatiku yang tak henti menguatkan sesal.Aku hampir mati, benar-benar hampir mati. Kerongkonganku tersedak berkali-kali meminum cairan asinyang bercampur tanah. Aku hampir mati, benar-benar hampir mati. Kurasakan telingaku disinggahi pakudinding yang harusnya menancap di dinding rumahku. Aku hampir mati, benar-benar hampir mati.Ketika darah segar kurasakan bercucuran di seluruh tubuhku.Bumi masih berguncang, sekuat tenaga mataku mencari cahaya. Sayup-sayup kudengar isakan disekitarku. Langit kutatap begitu cerah, kurasakan tak ada batas antara aku dan hamparan permadanibiru yang indah di depanku saat ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->