Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Artikel, Opini Audit Going Concern

Artikel, Opini Audit Going Concern

Ratings: (0)|Views: 3,142|Likes:
Published by srizuliarni_ur

More info:

Published by: srizuliarni_ur on Dec 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

 
1
OPINI AUDIT
GOING CONCERN 
: KAJIAN BERDASARKAN MODEL PREDIKSIKEBANGKRUTAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN,
LEVERAGE 
, DAN REPUTASI AUDITORARRY PRATAMA RUDYAWANI DEWA NYOMAN BADERA
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana 
 ABSTRACT 
The cases of accounting data manipulation that involve big firms, such as Enron and WorldCom, have affected auditor reputation. Enron and 95 other firms received unqualified opinion in the year prior to bankruptcy. This fact raises questions why firms receiving unqualified opinion stop operating. The assessment of going concern has to be delivered by auditor and added into audit opinion. An auditor is responsible to evaluate whether there is substantial doubt about the entity’s ability to continue its operation for a reasonable period of time.This research aims to investigate the effect of bankruptcy prediction model, firm growth, leverage, and auditor reputation on going concern audit opinion. The result shows that bankruptcy prediction model affects the accuracy of going concern opinion issue. However, the firm growth, leverage, and auditor reputation do not do so.
Keywords 
: going concern opinion, bankruptcy prediction model, firm growth,leverage, auditor reputation 
I. PENDAHULUAN
Keberadaan entitas bisnis telah banyak diwarnai oleh kasus hukum yangmelibatkan manipulasi akuntansi. Peristiwa ini pernah terjadi pada beberapaperusahaan besar di Amerika, seperti Enron dan WorldCom. Kasus seperti inimelibatkan banyak pihak dan berdampak cukup luas. Weiss (2002)menemukan bahwa dari 228 perusahaan publik yang mengalamikebangkrutan, Enron dan 95 perusahaan lainnya menerima opini wajar tanpapengecualian pada tahun sebelum terjadinya kebangkrutan (Tucker
et al.
,
 
2
2003). Fakta ini memunculkan pertanyaan mengapa perusahaan yangdinyatakan mendapat opini wajar tanpa pengecualian bisa berhenti beroperasi.Reputasi sebuah kantor akuntan publik dipertaruhkan ketika opini yangdiberikan ternyata tidak sesuai dengan kondisi perusahaan yangsesungguhnya. Auditor harus memiliki keberanian untuk mengungkapkanpermasalahan mengenai kelangsungan hidup
(going concern) 
perusahaanklien. Permasalahan
going concern 
seharusnya diberikan oleh auditor dandimasukkan dalam opini auditnya pada saat opini audit itu diterbitkan.Auditor bertanggung jawab mengevaluasi apakah terdapat kesangsian besarterhadap kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsunganhidupnya dalam periode waktu pantas.Kesangsian terhadap kelangsungan hidup perusahaan merupakanindikasi terjadinya kebangkrutan. Altman dan McGough (1974) dalam Fannydan Saputra (2005) menemukan bahwa tingkat prediksi kebangkrutan denganmenggunakan suatu model prediksi mencapai tingkat keakuratan 82% danmenyarankan penggunaan model prediksi kebangkrutan sebagai alat bantuauditor untuk memutuskan kemampuan perusahaan mempertahankankelangsungan hidupnya.Pertumbuhan perusahaan mengindikasikan kemampuan perusahaandalam mempertahankan kelangsungan usahanya. Pertumbuhan perusahaandiproksikan dengan pertumbuhan penjualan. Penjualan yang meningkatmenunjukkan aktivitas operasional perusahaan berjalan dengan semestinya.Dengan demikian, penjualan yang meningkat akan memberikan peluang
 
3
kepada perusahaan dalam meningkatkan laba dan mempertahankankelangsungan hidupnya (
going concern 
).Basri (1998) dalam Fanny dan Saputra (2005) mengatakan bahwa secara
de facto 
sebetulnya sekitar 80% dari lebih 280 perusahaan
go public 
praktisbisa dikategorikan bangkrut. Hal ini disebabkan oleh utang perusahaan yangsudah jauh melebihi asetnya. Semakin tinggi rasio
leverage 
yang ditandaidengan meningkatnya total utang terhadap total aset (
debt to total assets 
),semakin menunjukkan kinerja keuangan perusahaan yang buruk dan dapatmenimbulkan ketidakpastian mengenai kelangsungan hidup perusahaan.Pemberian status
going concern 
bukanlah suatu tugas yang mudahkarena berkaitan erat dengan reputasi auditor. Penghakiman terhadapakuntan publik sering dilakukan, baik oleh masyarakat maupun pemerintahdengan melihat kondisi bangkrut tidaknya perusahaan yang diaudit. Hal ituberarti bahwa saat ini nasib akuntan publik sepertinya dipertaruhkan pada jatuh bangun bisnis perusahaan kliennya (Purba, 2006). Ini menunjukkanbahwa reputasi auditor dipertaruhkan saat memberikan opini audit.Uraian latar belakang masalah di atas mendorong peneliti melakukanpenelitian tentang pengaruh model prediksi kebangkrutan, pertumbuhanperusahaan,
leverage 
, dan reputasi auditor pada penerimaan opini audit
going concern 
.
II. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESISTeori Agensi

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Anggie Sari liked this
bokap_sangar liked this
junikam liked this
RHagil Muchsin liked this
Rita Oktarina liked this
Nana Leon liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->