Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teknik Persidangan - Training Organisasi KAMMI STIU Al-Hikmah

Teknik Persidangan - Training Organisasi KAMMI STIU Al-Hikmah

Ratings: (0)|Views: 383 |Likes:
Published by Amin Sudarsono

More info:

Published by: Amin Sudarsono on Dec 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

 
Manajemen Persidangan:
Bekal Dasar Muslim Negarawan
 Amin Sudarsono
Kadept Kastrat KAMMI Pusat 
ada dasarnya, keberadaan suatuorganisasi lebih disebabkan karenaadanya kepentingan oleh sekelompok orang, yang merupakan pengabungandari beberapa individu, berdasarkanadanya kesamaan tujuan. Dengan adanyapersamaan tujuan, maka diterapkan beberapaaturan main guna dijadikan pedoman dalamorganisasi tersebut. Sehingga pada akhirnya,diharapkan bahwa organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan aturan main yang telahdsepakati bersama.Berdasarkan pemahaman diatas, makatidaklah mengherankan jikalau kita seringmenjumpai aturan-aturan yang bersifatmengikat di berbagai organisasi. Aturan-aturantersebut merupakan rambu-rambu yang harusditaati dan dijalankan agar tidak merugikanpelaku yang akan terlibat.Persidangan di sini, diartikan sebagaisarana tempat mengkomunikasikan ide ataugagasan dalam kerangka pengambilankeputusan yang bersifat mengikat, baik untuk internal organisasi, maupun organisasi yang berada dibawah organisasi tertinggi tersebut.Oleh karena itu, dalam persidangan setiappeserta akan terlibat dalam pengambilankeputusan yang memiliki implikasi yang sangatpenting bagi organisasi tersebut. Setiap pesertasidang akan diberi kesempatan untuk 
 bernegosiasi
dan
memancing ide
dalamkerangka menarik perhatian dan mempengaruhipeserta lain guna mengikuti apa yangdiinginkan oleh peserta tersebut.Berdasarkan pemahaman diatas, terbersitpertanyaan dalam diri kita, pada forummanakah persidangan itu sering dilakukan?Pada dasarnya persidangan sering dilakukanpada forum-forum yang lebih bersifatmenentukan arah dan kebijakan organisasi.Oleh karena itu, persidangan sering dilakukanpada organisasi legislatif atau perwakilan,seperti Dewan Perwakilan Rakyat dan BadanPerwakilan Mahasiswa. Dalam konteks KAMMI,sidang diikuti perwakilan komisariat, daerahatau wilayah.Teknik persidangan mempunyai perananpenting dalam kehidupan berorganisasi. Bagipara aktivis, pelajar, anggota partai danorganisasi lainnya. Teknik persidanganmerupakan keterampilan yang harus dikuasaidengan baik, karena ini adalah alat untuk memperlancar, menertibkan dan menyukseskanpersidangan dalam berbagai bentuk forum.Beberapa forum yang biasanya memakaiteknik persidangan adalah Kongres, Mubes,Rapat Pleno, dan Rapat Tahunan Anggota. Bisa juga dilihat dalam forum-forum ilmiah, forumpelatihan maupun manajemen kepemimpinan.Melihat pentingnya peranan teknik persidangan tersebut, maka seyogyanya setiapaktivis dan organisatoris menguasainya dengan baik. Di sini saya akan menguraikan secarasederhana materi-materi pokok teknik persidangan.
1. Bentuk Persidangan
Sidang pun memiliki jenis yang bermacam-macam, tergantung dari ruang dan atau adapertimbangan lainnya. Dewan PerwakilanRakyat RI sebagai institusi pembuat kebijakansetidaknya memiliki 18 jenis persidangan ataurapat. Sementara bentuk persidangan yang lebihumum dalam setiap institusi atau lembaga diantaranya yaitu :1.
 
Sidang Paripurna, yaitu sebuahpersidangan yang dilaksanakan denganmelibatkan keseluruhan anggotalembaga, yang dipimpin oleh pimpinanlembaga yang bersangkutan.2.
 
Sidang Pleno, merupakan persidangan yang melibatkan segenap anggotalembaga atau tim lembaga yangderajatnya berada dibawah paripurna.Sidang pleno dalam pelaksanaannyatidak selamanya dipimpin olehpimpinan lembaga. Ini juga sidang rutin yang sering dilaksanakan oleh suatuorganisasi dalam kerangka membahasdan mengambil keputusan yang berkenaan dengan kegiatan-kegiatanrutin organisasi. Misalnya, MusyawarahKomisariat (Muskom), MusyawarahKerja Komisariat (Muskerkom),demikian seterusnya3.
 
Sidang Komisi, persidangan khusus yang membahas sebuah topik sidangdari sebuah agenda persidanganumum/pleno. Hasil sidang komisi inikelak di sahkan melalui mekanismesidang pleno.4.
 
Sidang Khusus atau Sidang istimewa,persidangan yang penamaandinisbatkan atas dasar hal khusus pula.Persidangan ini dilakukan oleh suatuorganisasi dalam kerangka pengambilankeputusan yang bersifat mendesak dan
 P P 
 
 berada dalam keadaan genting. Sidangini misalnya adalah MusyawarahKomisariat Luar Biasa (Muskomlub)untuk mengangkat ketua karena berhalangan tetap. Kekhususan lainakan nampak dengan munculnyakonsep “luar biasa”, seperti sidangparipurna luar biasa, Munas Luar Biasa,atau yang lainnya yangmengindikasikan adanya faktor lain yang mengharuskan digelarnya sebuahpersidangan.
2. Sifat Persidangan
1.
 
Sidang Tertutup, adalah persidangan yang dilakukan oleh suatu organisasi,dimana hasil permbicaraan yangdilakukan tersebut bersifat tertutup danhanya diketahui oleh Pimpinan atau Anggota Organisasi tersebut danpembicaraan tidak boleh diumumkan,kecuali sidang memutuskan untuk diumumkan seluruhnya atau sebagian.2.
 
Sidang Terbuka, adalah persidangan yang dilakukan secara terbuka denganmengundang pihak lain yang dipandangmemiliki keterkaitan dengan materipembicaraan dalam sidang. Padapersidangan ini, hasilnya bolehdiumumkan secara terbuka dan dapatdiketahui oleh pihak lain di luarorganisasi tersebut. Oleh karena itudalam persidangan terbuka pihak-pihak  yang diundang biasanya disebut pesertaundangan atau peninjau.
3. Pengambilan Keputusan
1.
 
Keputusan Perseorangan, pimpinanforum yang mengambil keputusanterakhir.2.
 
Keputusan Demokratis, keputusandiambil dengan setengah jumlah suaraditambah satu.3.
 
Keputusan Voting (dengan suaraterbanyak), diambil berdasar 2/3 suaraterbanyak.4.
 
Keputusan dengan Hak Veto, satu suaratidak setuju maka berlaku sebagaipembatalan keputusan. Biasanya hak  veto dimiliki orang paling berpengaruhdi organisasi tersebut.5.
 
Prinsip Aklamasi, satu keputusan bisadisahkan bila semua anggota sidangmenyetujuinya.6.
 
Keputusan Kompromi, bukan sajaakibat dari suatu usul akan tetapi jugasaling mempengaruhi antara suatukesepakatan dan usul itu sendiri jugadidiskusikan. Usul ini mengalamiperubahan sedemikian rupa sehinggamendapat persetujuan dari mereka yang berkepentingan.7.
 
Prinsip Mufakat, satu usul dapatditerima apabila tidak seorangpunmempunyai keberatan yangmendasar/prinsipil terhadap usultersebut.
4. Tata Cara Persidangan
1.
 
Persidangan bersifat musyawarah untuk mufakat.2.
 
Persidangan dipimpin oleh Pimpinansidang.3.
 
Peserta sidang berbicara setelahmendapat izin dari Pimpinan sidang.4.
 
Peserta sidang tidak boleh digangguselama berbicara.5.
 
Pimpinan sidang dapat mengenakanketentuan mengenai lamanya paraanggota berbicara.6.
 
Bilamana pembicaraan melampaui batas waktu yang ditetapkan Pimpinansidang dapat memperingatkanpembicaraan supaya mengakhiripembicaraannya dan pembicara harusmenaati ketentuan itu.7.
 
Setiap waktu dapat diberi kesempataninterupsi pada anggota
5. Instrumen Persidangan
Pimpinan Sidang.
Pemimpinpersidangan adalah faktor yang sangatmenentukan dalam kelancaran suatupersidangan. Semua arus informasi danmekanisme pembicaraan diatur dandiformulasikan sedemikian rupa dengan bijaksana, objektif, luwes tanpa mengurangi wibawa dan dilakukan dengan tegas. Pemimpinsidang ini biasanya berbentuk presidium.Presidium adalah bentuk kepemimpinankolektif (terdiri dari dua orang atau lebih) dalampersidangan yang bertugas mengatur jalannyapersidangan (pimpinan sidang). Biasanya, jumlah presidium ini bersifat ganjil. Maksudnyaadalah jika dalam pengambilan keputusanterjadi
deadlock
, dan pimpinan sidang(presidium) diberikan hak suara, maka jumlahganjil ini memungkinkan untuk menghasilkansebuah keputusan. Selain itu, presidium harus bersikap netral, karena mereka mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan jalannyapersidangan. Ada berbagai macam fungsi dari seorangpemimpin sidang, yang pada umumnya bergunaagar persidangan lancar dan efektif, yaitu:
 
Sebagai pengarah.
 
Sebagai layar pemantul
 
 
Mediator.
 
Pencari jalan keluar.
 
Motivator.
 
Sebagai pengambil kesimpulan dankeputusan atas nama perserta.Pemimpin sidang dituntut dapat mengatur waktu bicara, mengarahkan dan memilihpembicara, agar apa yang menjadi tujuan dapatdicapai rumusannya, tetap aspiratif danditerima semua pihak. Beberapa hal yang perludiperhatikan pemimpin sidang (dan peserta),adalah tingkat emosional, penampilan,perbedaan usia, pengalaman dan latar belakang,serta kebiasaan.Bagi seorang pemimpin persidangan,dengan mengenal watak dan karakter darimasing-masing peserta, akan lebih mudahmengarahkan jalannya persidangan. Inimemang sulit dilakukan, terlebih jikapesertanya orang-orang yang belum dikenalatau belum pernah berinteraksi sebelumnya.Pemimpin sidang hendaknya jugamemperhatikan tipe-tipe peserta yangdipimpinnya, agar dapat mengarahkanpersidangan dengan baik. Terdapat tujuh tipepeserta, yaitu:
 
Pemersatu
 
Pendengar
 
Perantara
 
Pemberi semangat
 
Pengambil inisiatif 
 
Pemberi informasi.
 
Penyerang. Akan tetapi ada tipe baru yang muncul dansering terjadi dalam suatu rapat, yaitu tipeperusuh. Orang dengan tipe seperti ini munculdan datang ke arena persidangan, hanya untuk merusuhi (memprovokasi) dan mengganggupeserta dalam proses persidangan.Seorang pemimpin sidang yang baik,memiliki ciri-ciri sebagai berikut:1.
 
Mengetahui teknik-teknik pengendalianpersidangan2.
 
Cakap mengkombinasikan teknik pengendalian yang bebas, terbatas danketat.3.
 
Cepat mengenal dan memahami situasi.4.
 
Mampu mengenali dengan cepat tipe–tipe peserta.5.
 
Cakap mengutarakan pendapat.6.
 
Cakap menangkap dan mampumenganalisis dan menguraikan setiappembicaraan.7.
 
Cakap mengambil kesimpulanpembicara.8.
 
Cakap mengambil jalan keluar bilasidang mengalami jalan buntu.9.
 
Mampu memahami faktor psikologispeserta serta mampu memotivasipeserta untuk mengambil peranan.10.
 
Memiliki stamina yang tinggi11.
 
Tidak berbicara panjang lebar.12.
 
Tidak memaksakan pendapat.13.
 
Tidak mudah membantah.
Draft tertulis
. Perbedaan sidang denganmusyawarah adalah selalu ada draft tertulisdalam sebuah sidang, sebagai permasalahan yang akan dibahas. Draft yang ada biasanya berbentuk Bab, Pasal dan ayat. Adapun materi-materi yang dimasukkan dalam draft tertulis iniantara lain :a.
 
Tata tertib, yaitu kerangka dasar aturanpersidangan yang dijadikan acuanselanjutnya dalam menjalankanpersidangan. Di dalamnya mengaturnama, tempat, waktu, tujuan, peserta,pimpinan dan lain-lain yangdibutuhkan untuk mengatur jalannyapersidangan. Hal inilah yangmenjadikan sidang lebih ”sakral”dibanding rapat biasa. b.
 
 Anggaran Dasar/Anggaran RumahTangga (AD/ART), yaitu pedomandasar keberlangsungan organisasi.Lewat sidang inilah, AD/ART organisasidisahkan dan dilegal-formalkan.c.
 
 Aturan tambahan lainnya yangdibutuhkan dan akan disahkan.Beberapa materi yang termasuk dalamdraft tertulis itu kemudian akandisahkan dan ditetapkan menjadi suatuketetapan, yang apabila terjadikesalahan dikemudian hari maka akandilakukan perbaikan sebagaimanamestinya.
6. Kesepakatan Tidak Tertulis
 
 Ada beberapa hal yang menjadi kesepakatantidak tertulis yang berlaku pada berbagaipersidangan, seperti :1.
 
Hendaknya setiap peserta bersikapterbuka,2.
 
Berusaha menterjemahkan danmenganalisis pikiran orang lain.3.
 
Selalu berupaya memperlancarpersidangan.4.
 
Tidak mengganggu jalannyapersidangan.5.
 
Tidak membuka rapat dalam rapat.6.
 
Berpartisipasi secara penuh.7.
 
Menjaga ketertiban.
7. Bentuk-Bentuk Tempat
1.
 
Bentuk Persegi Panjang

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Febri Rez liked this
Dean Twiin liked this
Syukur Abdullah liked this
Gunawan Saleh liked this
maharani_vika liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->