Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
24Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kasus Tembakau Bremen 1959 ( The Bremen Tobacco Case 1959)

Kasus Tembakau Bremen 1959 ( The Bremen Tobacco Case 1959)

Ratings: (0)|Views: 8,633|Likes:
Published by Dio Darmawan

More info:

Published by: Dio Darmawan on Jan 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/12/2013

pdf

text

original

 
THE BREMEN TOBACCO CASE 1959(KASUS TEMBAKAU BREMEN 1959)
Tugas Makalah UKD 3 Hukum Internasional Kelas DDosen Pengampu: Siti Muslimah, SH
Disusun Oleh:Dio Dera DarmawanE0009111
Fakultas HukumUniversitas Sebelas Maret2010
1
 
BAB IPENDAHULUAN
A.Latar Belakang MasalahMasalah yang up to date karena menyangkut rasa nasionalisme bangsa indonesiaadalah masalah divestasi. Dalam sejarah bangsa Indonesia merdeka, pernah dua kalimelakukan divestasi atau nasionalisasi yaitu ketika pada tahun 1958, terkait dengan pengambila alihan perusahaan-perusahaan Belanda, dan pada tahun 1962, terkaitkonfrontasi dengan Malaisya, pada waktu itu Indonesia berusaha mengambil alih perusahaan milik Inggris dan Amerika, karena Indonesia menganggap kedua negaratersebut adalah pendukung Malaisya. Namun pada makalah ini, akan membahasmengenai kasus nasionalisasi pada 1958, atau yang lebih dikenal dengan KasusTembakau Bremen ( The Bremen Tobacco Case).Pemerintah mengambil alih perusahaaan-perusahaan Belanda pada tahun 1958, berkaitan dengan perjuangan mengembalikan Irian Barat atau Papua, dari pendudukanBelanda. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi kekeuatan Belanda yang ada diIndonesia atau dengan kata lain, Indonesia berusaha untuk mengurangi eksistensiBelanda di dunia Internasional. Hal ini dimaksudkan agar Indonesia semakin mendapattempat di dunia internasional. Karena itulah Indonesia berusaha keras untumemenangkan kasus ini, dan pada akhirnya, keinginan bangsa Indonesia ini terwujud.B.Rumusan MasalahUntuk lebih memudahkan dalam pembahasan, maka disusun beberapa rumusanmasalah terkait dengan kasus ini, yaitu:a.Bagaimanakah awal mula Kasus Tembakau Bremen?
2
 
b.
Seperti apakah masalah hukum yang timbul & Bagaimanakah penyelesaianKasus Tembakau Bremen?
c.
Penyelesaian Sengketa seperti apa yang dapat digunakan untumenyelesaikan kasus tersebut?d.Bagaimanakah paradigma hukum internasional yang timbul akibat kasus-kasus sengketa internasional?C.Tinjauan PustakaSengketa internasional, menurut pengertian dari Mahkamah Internasional, adalahsuatu situasi dimana dua negara mempunyai pandangan yang bertentangan mengenaidilaksanakan atau tidak dilaksanakan kewajiban-kewajiban yang ada pada suatu perjanjian. Selengkapnya Mahkamah ini menyatakan: "...
whether there exists aninternational dispute is matter 
 
 for objective determination. The mere denial of theexistence
 
of a dispute does not prove its non-existence ... There has
 
thus arisen a situation in which the two sides hold clearly
 
opposive views concerning the questions of the performance or 
 
non performance of treaty obligations. Confronted with such a situation, the Court must conclude that intrnational dispute
 
has arisen
.”
1
Dalam studi hukum internasional publik, dikenal ada dua macam sengketainternasional: sengketa hukum (
legal or judicial 
 
disputes
) dan sengketa politik 
(political or non-justiciable
 
disputes)
. Sebetulnya tidak ada kriteria yang jelas dan diterima secaraumum mengenai pengertian kedua istilah tersebut. Yang kerapkali dipakai menjadiukuran suatu sengketa sebagai sengketa hukum yakni manakala sengketa tersebut bisaatau dapat diserahkan dan diselesaikan oleh pengadilan internasional. Namun pandangan demikian sulit diterima. Sengketa-sengketa internasional, secara teoritis pada pokoknya selalu dapat diselesaikan oleh pengadilan internasional. Sesulit apapunsuatu sengketa, meskipun tidak ada pengaturannya sekalipun, suatu pengadilaninternasional tampaknya bisa memutuskannya dengan bergantung kepada prinsipkepatutan dan kelayakan
(ex aequo et 
 
bono
).
1
 
Martin Dixon and Robert McCorquodale,
Cases and Materials on International Law
,London: Blackstone Press Ltd., 1991, hlm. 511.
3

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mukti Ali liked this
narzalina liked this
Yohanes Budianto liked this
Mahfud Breng liked this
Smile Home Shirt liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->