Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Askep GGK(CRF)

Askep GGK(CRF)

Ratings: (0)|Views: 536 |Likes:
Published by Dany Satyogroho

More info:

Published by: Dany Satyogroho on Jan 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2013

pdf

text

original

 
GAGAL GINJAL KRONIK (Chronic Renal Failure)
Pengertian
Gagal ginjal kronik merupakan kegagalan fungsi ginjal (unit nefron) yang berlangsung perlahan-lahan, karena penyebab yang berlangsung lama dan menetap , yang mengakibatkan penumpukan sisa metabolit
(Toksik uremik 
) sehingga ginjal tidak dapat memenuhi kebutuhan biasalagi dan menimbulkan gejala sakit.Toksik uremik adalah bahan yang dituduh sebagai penyebab sindrom klinik uremia. Toksik uremik yang telah diterima adalah : H
2
O, Na, K, H, P anorganik dan PTH Renin. Sedangkan yang belum diterima adalah : BUN, Kreatinin, asam Urat, Guanidin, midlle molecule dan sebagainya.Pada umumnya CRF tidak reversibel lagi, dimana ginjal kehilangan kemampuan untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh dalam keadaan diet makanan dan minumanuntuk orang normal.
Fisiologi Ginjal Normal
Langkah pertama yang berlangsung dalam ginjal yaitu proses pembentukan urine yang dikenalsebagai
ultrafiltrasi
darah atau plasma dalam kapiler glomerulus berupa air dan kristaloid.Selanjutnya dalam tubuli ginjal pembentukan urine disempurnakan dengan proses
reabsorpsi
zat-zatyang esensial dari cairan filtrasi untuk dikembalikan ke dalam darah dan proses
 sekresi
zat-zat untuk dikeluarkan ke dalam urine.Fisiologi Ginjal dalam proses Filtrasi, reabsorpsi, dan sekresi selama 24 jam.
 
SenyawaNormalReabsorpsiEkskresiSekresiSatuan Na +26.00025.850150-m EqK+6005669050m EqCl-18.00017.850150-m EqHCO34.9004.9000-m EqUrea870460410-m MolKreatinin121121m MolAsam urat504954m MolGlukosa8008000-m MolSolut total54.00053.400700100m OslAir180.000179.0001.000-ml
ETIOLOGI
Penyebab dari gagal ginjal kronik antara lain :
Infeksi
Penyakit peradangan
Penyakit vaskuler hipersensitif 
Gangguan jaringan penyambung
Monchil Ks, PSIK FK Unair 2001 (Don’T make a copy)
 
Gangguan kongenital dan herediter 
Gangguan metabolisme
 Nefropatik toksik 
 Nefropati obstruksiFaktor-faktor predisposisi timbulnya infeksi traktus urinarius:
Obstruksi aliran urine
Seks/usia
Kehamilan
Refleks vesikoureteral
Instrumentasi (kateter yang dibiarkan di dalam)
Penyakit ginjal
Gangguan metabolisme
Patofisiologi
Gagal ginjal kronik terjadi setelah sejumlah keadaan yang menghancurkan masa nefron ginjal.Keadaan ini mencakup penyakit parenkim ginjal difus bilateral, juga lesi obstruksi pada traktusurinarius.Mula-mula terjadi beberapa serangan penyakit ginjal terutama menyerang glomerulus(Glumerolunepritis), yang menyerang tubulus gijal (Pyelonepritis atau penakit polikistik) dan yangmengganggu perfusi fungsi darah pada parenkim ginjal (nefrosklerosis).Kegagalan ginjal ini bisa terjadi karena serangan penyakit dengan stadium yang berbeda-beda
Stadium I
Penurunan cadangan ginjal.Selama stadium ini kreatinine serum dan kadar BUN normal dan pasien asimtomatik.Homeostsis terpelihara. Tidak ada keluhan. Cadangan ginjal residu 40 % dari normal.
Stadium II
Insufisiensi GinjalPenurunan kemampuan memelihara homeotasis, Azotemia ringan, anemi. Tidak mampumemekatkan urine dan menyimpan air, Fungsi ginjal residu 15-40 % dari normal, GFR menurun menjadi 20 ml/menit. (normal : 100-120 ml/menit). Lebih dari 75 % jaringan yang berfungsi telah rusak (GFR besarnya 25% dari normal), kadar BUN meningkat, kreatinineserum meningkat melebihi kadar normal. Dan gejala yang timbul nokturia dan poliuria(akibat kegagalan pemekatan urine)
Stadium III
Payah ginjal stadium akhir 
Monchil Ks, PSIK FK Unair 2001 (Don’T make a copy)
 
Kerusakan massa nefron sekitar 90% (nilai GFR 10% dari normal). BUN meningkat, klierenkreatinin 5- 10 ml/menit. Pasien oliguria. Gejala lebih parah karena ginjal tak sanggup lagimempertahankan homeostasis cairan dan elektrolit dalam tubuh. Azotemia dan anemia lebih berat, Nokturia, Gangguan cairan dan elektrolit, kesulitan dalam beraktivitas.
Stadium IV
Tidak terjadi homeotasis, Keluhan pada semua sistem, Fungsi ginjal residu kurang dari 5 %dari normal.
Permasalahan fisiologis yang disebabkan oleh CRF
1.Ketidakseimbangan cairan
Mula-mula ginjal kehilangan fungsinya sehingga tidak mampu memekatkan urine (hipothenuria)dan kehilangan cairan yang berlebihan (poliuria). Hipothenuria tidak disebabkan atau berhubungan dengan penurunan jumlah nefron, tetapi oleh peningkatan beban zat tiap nefron.Hal ini terjadi karena keutuhan nefron yang membawa zat tersebut dan kelebihan air untuk nefron-nefron tersebut tidak dapat berfungsi lama. Terjadi osmotik diuretik, menyebabkanseseorang menjadi dehidrasi.Jika jumlah nefron yang tidak berfungsi meningkat maka ginjal tidak mampu menyaring urine(isothenuria). Pada tahap ini glomerulus menjadi kaku dan plasma tidak dapat difilter denganmudah melalui tubulus. Maka akan terjadi kelebihan cairan dengan retensi air dan natrium.
2.Ketidaseimbangan Natrium
Ketidaseimbangan natrium merupakan masalah yang serium dimana ginjal dapat mengeluarkansedikitnya 20-30 mEq natrium setiap hari atau dapat meningkat sampai 200 mEq perhari. Variasikehilangan natrium berhubungan dengan “intact nephron theory”. Dengan kata lain, bila terjadikerusakan nefron maka tidak terjadi pertukaran natrium. Nefron menerima kelebihan natriumsehingga menyebabkan GFR menurun dan dehidrasi. Kehilangan natrium lebih meningkat padagangguan gastrointstinal, terutama muntah dan diare. Keadaan ini memperburuk hiponatremiadan dehidrasi. Pada CRF yang berat keseimbangan natrium dapat dipertahankan meskipun terjadikehilangan yang fleksibel nilai natrium. Orang sehat dapat pula meningkat di atas 500 mEq/hari.Bila GFR menurun di bawah 25-30 ml/menit, maka ekskresi natrium kurang lebih 25 mEq/hari,maksimal ekskresinya 150-200 mEq/hari. Pada keadaan ini natrium dalam diet dibatasi 1-1,5gram/hari.
3.Ketidakseimbangan Kalium
Monchil Ks, PSIK FK Unair 2001 (Don’T make a copy)

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Iam Giel Ragiel liked this
Kangofu Evie liked this
Aan Capella liked this
Julyanti Sinaga liked this
dianpabanne liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->