Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Koherensi Dalam Wacana the Born Loser Artikel Tesis

Koherensi Dalam Wacana the Born Loser Artikel Tesis

Ratings: (0)|Views: 1,279 |Likes:
Published by andi yaurie

More info:

Published by: andi yaurie on Jan 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2013

pdf

text

original

 
KOHERENSI DALAM WACANA KOMIK 
THE BORN LOSER(Coherence in The Born Loser Comic Discourse)
Andi Muhammad Yauri S.Abstrak 
The aims of this study are to describe cohesive devices, non-cohesive devices,and the mobilities of these devices which construct a coherence in The Born Loser comicdiscourse. This investigation applies a descriptive method which its data derived fromwritten data. The data were selected purposively by recording technique. The collected data were analyzed by distributional method. The result of the research shows cohesivedevices such as exophora, anaphora, cataphora, subtitution, ellipsis, conjunction, and lexical while non-cohesive is inference. Keyword: cohesive devices, coherence, discourse analysis
I. PENDAHULUAN
Wacana adalah kesatuan bahasa yang wajar misalnya paragraf, kalimat, klausa,frase, kata, dan morfem. Kesatuan tersebut merupakan aspek bentuk dari sebuah wacanayang berkaitan dengan kohesi. Wacana yang utuh adalah wacana yang mempunyaiketerpaduan bentuk atau kohesif dan mempunyai keruntutan makna atau koheren.Keterpaduan itu sangat mudah dikenal melalui alat-alat kebahasaan seperti pemarkahkohesi referensi (pengacuan), substitusi (penyulihan), elipsis (pelesapan), konjungsi(perangkaian), dan leksikal. Keruntutan (kekoherenan) dapat berupa penggunaan alat-alatkebahasaan seperti yang digunakan untuk mencapai keterpaduan dan dapat pulaterselubung sehingga pembaca atau pendengar terpaksa membuat penafsiran.Wacana sebagai media komunikasi terdiri atas rangkaian (tuturan) lisan dan tulis.Wacana lisan bersifat komunikatif yang dapat berupa percakapan, wacana tulis dapatdipahami dengan adanya paragraf-paragraf yang mempunyai hubungan kohesi ataukepaduan dan koherensi atau keruntutan (lihat Djadasudarma, 1994:6).Kohesi dalam wacana ditandai dengan alat penghubung yang disebut dengan pemarkah atau piranti kohesif yang berfungsi untuk menciptakan keselarasan dalamwacana. Keberadaannya bukan saja sebagai wahana tulisan, namun berhubungan dengandunia makna. Itulah sebabnya piranti kohesi berkaitan dengan proses pengembangan
Staff pengajar STAIN Watampone Sulawesi SelatanTim Komisi Pembimbing:
1
 
gagasan dalam sebuah wacana atau tulisan.Koherensi dalam wacana dapat tercipta melalui penggunaan alat-alat bahasa(pemarkah kohesi). Koherensi wacana dapat juga tercipta melalui unsur-unsur di luar  bahasa (non-linguistik) seperti konteks, presuposisi, inferensi, dan tindak ujar. Pemarkahkohesi dan unsur non-linguistik harus digunakan secara bersamaan untuk dapatmenemukan koherensi suatu wacana.Dalam penelitian ini, penulis memilih bentuk komik pendek yang terdiri atas tigaadegan dan paling banyak delapan adegan percakapan dalam setiap edisi. Komik pendek 
The Born Loser 
yang ditampilkan setiap hari di surat kabar berbahasa Inggris
The Jakarta Post 
dan dalam situswww.comics.com. Cerita bergambar ini selalu memilikitema sentral hal-hal yang lucu. Percakapan dalam komik pendek tersebut menggunakan bentuk-bentuk formal (pemarkah kohesi) dan bentuk-bentuk informal (non-kebahasaan).Hal lain pada
The Born Loser 
adalah telah enam kali mendapatkan penghargaan dari
 National Cartoonists Society
dengan kategori
 Best Humor Strip
dalam tahun 1987 dan1991.Untuk menganalisis dialog dalam komik pende
The Born Loser,
 penulismenggunakan analisis wacana. Salah satu tujuan analisis wacana salah satunya berupayamengungkap apa yang sebenarnya yang dimaksudkan oleh penulis atau maksud penutur saat mengajukan satu ujaran.Penelitian ini diarahkan kepada aspek yang menciptakan keutuhan wacana padakomik 
The Born Loser 
yang dimuat dalam surat kabar 
The Jakarta Post 
dan ditampilkansecara
on-line
di http://www.comics.com/comics/bornloser/html.Adapun identifikasi masalahnya dapat dirunut sebagai berikut: (1) Apa unsur-unsur kohesi yang digunakansehingga turut berperan menciptakan koherensi dalam wacana komik 
The Born Loser 
?,(2) Apa unsur-unsur non-kohesi yang mendukung kekoherenan wacana komik 
The Born Loser 
?, (3) Bagaimana mobilitas unsur-unsur kohesi dan non-kohesi yang mendukungkoherensi wacana komik 
The Born Loser 
?Sumber data dalam penelitian ini adalah data tulis berupa wacana komik 
The Born Loser 
berjumlah 39 edisi dalam bentuk dialog dan monolog.Pemilihan data dilakukan secara purposif yakni mengambil data tanpamengacaknya, melainkan langsung ditentukan oleh peneliti dengan teknik catat. Metode2
 
kajian yang digunakan adalah metode distribusional dengan teknik kajian bagi unsur langsung yakni membagi satuan lingual datanya menjadi beberapa bagian atau unsur.
 II. KAJIAN TEORI2.1 Wacana
Djajasudarma (1994:2) memandang wacana sebagai unsur gramatikal tertinggi yangdirealisasikan dalam bentuk karangan yang utuh dengan amanat lengkap dan dengankohesi dan koherensi yang tinggi. Kohesi berhubungan dengan bentuk dan koherensi berhubungan dengan makna atau hubungan semantis. Dengan demikian, wacana yang padu adalah wacana yang apabila dilihat dari segi hubungan bentuk atau struktur lahir  bersifat kohesif, dan dari segi hubungan makna atau struktur batinnya bersifat koheren.
2.2. Teori Tentang Kohesi
Halliday dan Hasan
(1976)
memandang kohesi sebagai hubungan semantisatau hubungan makna yang terdapat dalam sebuah wacana. Hubungan tersebut salingmemiliki keterkaitan makna antara yang terdapat di dalam dan di luar teks. Di sampingitu, dari karya mereka tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat lima kategori jeniskohesi yakni referensi
(reference),
 
substitusi
(substitution), elipsis
 
(ellipsis),
 
konjungsi
conjunction)
 ,
dan leksikal
(lexical cohesion).
2.3 Referensi
Bila referensi atau yang dirujuk berada di luar teks, maka relasi itu disebutreferensi eksofora dan apabila berada di dalam teks itu sendiri disebut referensi endofora.Referensi endofora dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu: anafora, makna yang dirujuk  berada pada kalimat bagian awal atau terdahulu dan katafora, makna yang dirujuk berada pada isi teks sesudahnya atau menunjuk ke muka (Halliday dan Hasan
,
1976:33).Referensi dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu: (1) referensi personal mencakup tigakelas kata ganti diri yaitu kata ganti diri orang pertama
 I 
dan
we,
kata ganti orang kedua
 you
, dan kata ganti orang ketiga yaitu
he, the, it 
dan
they
serta termasuk bentuk tunggaldan jamak. Kata ganti kepunyaan seperti
my, your, his, her, its, our, their, mine, yours,his, hers
,
dan
their,
(2)
 
referensi demonstratif mencakup kata tunjuk (
demonstratives
 )
seperti
this, that, those,
dan
 
kata sandang tertentu
(definite article),
(3) referensikomparatif dapat dinyatakan dengan adjektiva atau adverbia yang berfungsimembandingkan unsur-unsur dalam teks. Adjektiva seperti kata
 same, identical, equal,
3

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
SeprianusEnsen liked this
Rita Mack liked this
Pity Pitriyani liked this
Nancy Ogo liked this
-Cliff Mahmood- liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->