wilayah lain "bersih". Jawa tengah, Lampung, Sumatera Utara, dan Nusatenggara Timur adalah wilayah lain yang potensial. Sedangkan Jakarta, Riau,Batam, Bali, Balikpapan, dan Papua dikenal sebagai daerah tujuan perdaganganorang, khususnya untuk protitusi. Selain itu seringkali juga mereka dipekerjakandi sektor yang berbahaya (pekerjaan terlarang) seperti kurir narkoba, ekploitasiseksual dalam pornografi, anak anak diperdagangkan untuk kepentingan adopsiatau dimanfaatkan organ tubuhnya untuk kepentingan medis bagi transplantasiuntuk orang-orang kaya yang membutuhkan.
Untuk Propinsi Jawa Timur,daerah yang rawan terjadinya
trafficking
adalah Bayuwangi, Malang, Blitar, danTrenggalek. Di Lampung malah lebih memprihatinkan lagi, terjadi trafficking anakperempuan yang dilakukan orang tua kandung sendiri karena alasan ekonomi.Kasus perdagangan anak setragis yang terjadi di Lampung juga ada di KalimatanBarat, anak-anak diperdagangkan untuk diadopsi; yakni menghilangkan identitasketurunan dan keluarga anak yang bersangkutan.Oleh karena itu perlu adanya penegakan hukum yang tegas, karena negaramempunyai kewajiban dan bertanggungjawab untuk mencegah, menginvestigasi,dan menghukum tindakan perdagangan perempuan dan anak, sertamenyediakan perlindungan bagi para korban. Menurut Deklarasi Hak AsasiManusia serta instrument internasional HAM lainnya suatu pemerintah wajibbertanggungjawab dengan menegakkan hukum untuk memberi perlindungankepada orang-orang yang diperdagangkan, wajib bertindak secermat-cermatnyauntuk mencegah, menginvestigasi, dan menghukum pelanggaran HAM danmemberikan penyembuhan dan ganti rugi kepada korban pelanggaran.Sayangnya kesadaran belum sepenuhnya muncul. Ini tercermin pada sistemhukum nasional kita yang belum berpihak kepada perempuan dan anak korbantrafficking. Keprihatinan inilah yang mendorong penulis mengangkat persoalantersebut kedalam sebuah kertas kerja yang berjudul : PENEGAKAN HUKUMDALAM RANGKA PERLINDUNGAN HAM PEREMPUAN DAN ANAK KORBANTRAFFICKING
I.2 Tujuan Penulisan
2
Riza Nizarli, ”Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak, ”Makalah disampaikan pada Seminar tentang HAMAnak kerjasama Depkeh HAM Provinsi NAD dengan Unicef, 21 Juli 2004
2