Penelitian di Bidang Hukum
A. Ruang Lingkup Penelitian
Ilmu hukum sebagai bagian dari ilmu-ilmu sosial dalam berkembangannya tidak terlepasdari kegiatan penelitian. Dalam Penelitian hukum, calon peneliti terlebih dahulu harusmampu menentukan kerangka konsepsional dan kerangka teoretis. Dalam kerangkakonsepsional diungkapkan beberapa konsepsi atau pengertian yang akan dipergunakansebagai dasar penelitian hukum, dan di dalam landasan/kerangka teoretis diuraikansegala sesuatu yang terdapat dalam teori sebagai suatu sistem ajaran (leerstelling).Kerangka Konsepsional yang digunakan dalam penelitian hukum meliputi:1. masyarakat hukum2. subyek hukum3. hak dan kewajiban4. peristiwa hukum5. hubungan hukum6. objek hukum (soekanto dan Mamudji, 1995: 7).Penelitian hukum dikelompokkan dalam dua bagian yaitu penelitian normatif danpenelitian yang menelusuri kenyataan hukum di tengah masyarakat. Sasaran Penelitianhukum normatif diarahkan untuk menganalisis hubungan-hubungan hukum antar satuperaturan dengan peraturan lainnya, tingkat sinkronisasi hukum baik vertikal maupunhorisontal termasuk penelusuran asas-asas hukum. Pada penelitian yang menelusurikenyataan hukum di tengah masyarakat (yuridis empiris) objeknya adalah perjanjian,penegakan hukum, hukum yang hidup dalam masyarakat.
B. Sumber Masalah Penelitian
Dalam setiap penelitian, calon peneliti harus dapat mengidentifikasi masalah yanghendak diteliti. Penentuan permasalahan dalam penelitian mencirikan bahwa adanyaproses pemecahan masalah melalui mekanisme tertentu. Pada sebagian kenyataanpada peneliti pemula adalah kelemahan dalam mengidentifikasi masalah yang berbobotmetodologis.Pada penelitian hukum, tidak semua masalah-masalah kemasyarakatan dapat dijadikanmasalah dalam penelitian. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian hanya peristiwa-peristiwa hukum jika kategori penelitian yuridis empiris dan bukan peristiwa sosial yang