Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Buletin 66 l Januari 2011

Buletin 66 l Januari 2011

Ratings: (0)|Views: 118 |Likes:
Published by hima one

More info:

Published by: hima one on Jan 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2011

pdf

text

original

 
ayasan Buddha Tzu Chi turutberkontribusi dalam pembangunankembali Kota Padang pascagempa30 September 2009, salah satunya di bidangpendidikan. Tanggal 7 Agustus lalu, Tzu Chimelakukan peresmian gedung baru SMA Negeri 1 Padang di Belanti. Sebagai bentuk ucapan terima kasih, Pemerintah Kota Padangmemberikan penghargaan kepada Tzu Chi atasupayanya membangun Kota Padang tercinta,”demikian disampaikan pembawa acara saatWalikota Padang, Fauzi Bahar menyerahkanpenghargaan kepada Yayasan Buddha Tzu Chiyang diterima Wakil Ketua Yayasan Buddha TzuChi Indonesia, Sugianto Kusuma.
Pertama di Indonesia
Hari Minggu pagi, 12 Desember 2010,sekitar seribu orang memadati Taman BudayaKota Padang yang menjadi lokasi diadakannyakegiatan Hari Tzu Chi. Di Indonesia, ini adalahHari Tzu Chi pertama yang resmi diadakandi sebuah kota. Berbagai kegiatan, mulaidari bakti sosial kesehatan, bersih pantai,penebaran bibit ikan, dan program BebenahKampung dilaksanakan di Hari Tzu Chi ini.Usai senam bersama
ala
Tzu Chi yang di-pandu 2 guru Sekolah Cinta Kasih Tzu ChiCengkareng Jakarta, acara dimulai denganpembacaan doa oleh Buya Mas’oed Abidin yangmengajak para hadirin untuk peduli terhadapsesama. Salah satunya dengan menyisihkansegenggam beras yang kita masak setiap hari.“Hal itu dapat membantu sesama dan tidak mengurangi jatah makan kita sehari-hari,”imbau Buya. Ketua panitia, Endang Dewatadalam sambutannya mengatakan kegiatan ini juga dalam rangka menyambut keberadaan1 tahun Tzu Chi di Padang pascagempa.Sementara untuk bakti sosial kesehatan di-laksanakan tanggal 18-19 Desember di SMA Negeri 1 dan Rumah Sakit Bhayangkara Padang.
Senantiasa Menjalin Jodoh Baik
“Ini adalah suatu pagi yang berbahagiakarena kita bisa berkumpul bersama-samauntuk merayakan Hari Tzu Chi di Kota Padang.Pertama-tama tentu kita harus mengucapkanterima kasih kepada Walikota Padang yangtelah senantiasa menjalin jodoh yang baik sejak 16 Februari 2004,” kata Hong Tjhin dalamsambutannya mewakili Tzu Chi.Jika ditilik, sejak 6 tahun yang lalu, FauziBahar memang telah turut berpartisipasi aktifmembagikan beras cinta kasih sebanyak 792ton, dan jodoh baik itu terus berlanjut hinggahari ini. Hong Tjhin lantas menjelaskan bahwaTzu Chi memiliki arti membantu mengurangipenderitaan dengan welas asih yang telahdimulai sejak tahun 1966, dan bermula di satukota kecil Hualien di Taiwan. “Hualien ini miripsekali dengan Padang, karena di belakang adagunung di depan ada laut. Dan juga bangunan-bangunan di sana bentuknya ada yang sepertitradisi Minangkabau (rumah gadang-
red
),namun nama bangunan tersebut diartikanmanusia. Artinya apa? manusia itu salingmembutuhkan satu sama lain. Maka itulah kitasangat berbahagia bisa menjalin jodoh yangbaik di Kota Padang ini,” pungkas Hong Tjhin.Saat ini, Hari Tzu Chi juga sudah dirayakandi banyak negara, seperti di Amerika Serikat,Hongkong, dan Filipina. Maksud diadakannyaHari Tzu Chi tak lain karena Tzu Chi yang berartimemberi dengan welas asih itu perlu dilakukansetiap hari. Bahkan bila perlu setiap jam, setiapdetik melakukan perbuatan bajik. Karenaitu, para hadirin yang ada di Taman BudayaPadang pun diajak untuk mengumpulkankemampuan yang dimiliki untuk membantusesama yang membutuhkan. Jumlah bukanlahyang terpenting, namun semangat untuk selaluberbuat kebajik an setiap hari itulah yang perludikembangkan.
 Ajakan Walikota Padang
Walikota Padang, Fauzi Bahar mengata-kan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk menjelaskan kepada masyarakat Kota Padangbahwa program yang dilakukan oleh Tzu Chidapat dilakukan juga di Padang. Salah satunyaprogram menabung dengan menyisihkan se-dikit uang setiap hari di celengan bambu.“Hasilnya dapat digunakan untuk membantusesama yang membutuhkan,” katanya.Dari gerakan itu, terbukti Tzu Chi berhasilmembangun sebuah sekolah yang saranadan prasarananya lengkap plus ada gedungolahraga dan masjidnya. “Apalagi sekolah(SMA Negeri 1 Padang-
red
) tersebut jugaberguna sebagai
 shelter 
saat terjadi gempa.Pada saat gempa Mentawai sekolah itu men jaditempat perlindungan sekitar 3.000 masyarakatdi sana,” jelasnya. Untuk itu, Fauzi Bahar akanmemulai gerakan menabung tersebut mulaidari siswa sekolah. Enam bulan sekali akandibuka dan hasilnya tentu luar biasa.
 SIMBOL SATU KELUARGA.
Bertempat di Taman Budaya Kota Padang, sekitar seribu orang memperingati Hari Tzu Chi Kota Padang denganmelakukan berbagai kegiatan sosial, dari bersih pantai, penebaran bibit ikan, bebenah kampung hingga bakti sosial kesehatan.
Inspirasi | Hal 12
Tahun demi tahun berlaludengan cepat, Sutrisno,merasakan ada perubahandalam dirinya. Sifatnyayang dulu temperamentalkini berubah menjadi lebihpenyabar.
Lentera | Hal 10
Selama menjalanipengobatan, Cahyo rutinmenyerahkan dana sebulansekali. Ini adalah bagiandari pembelajaran Cahyo,bahwa seberapa punberat kehidupan, hiduptetap memiliki hikmah.
PesanMaster Cheng Yen| Hal 13
Kemakmuranmasyarakat dan negaraadalah berkat kontribusibanyak pihak. Bilanegara tak makmur,bagaimana kita dapatmenikmati hak kita?
Kata PruaMastr Ch Y
Bila seseorang memiliki ketiga unsur: keyakinan,keuletan, dan keberanian, maka tidak ada hal yang tidak berhasil dilakukannya di dunia ini.
   H   i  m  a  w  a  n   S  u  s  a  n   t  o
Gedung ITC Lt. 6Jl. Mangga Dua RayaJakarta 14430Tel. (021) 6016332Fax. (021) 6016334redaksi@tzuchi.or.idwww.tzuchi.or.id
No. 66 | Januari 2011
www.tzuchi.or.id
 Satu Hati untuk Kebajikan
Hari Tzu Chi di Kota Padang
q
Himawan Susanto
 信心、毅力、 勇氣三者具備,天下沒有做不成的事。
 
PEMIMPIN UMUM:
Agus Rijanto
WAKIL PEMIMPIN UMUM:
Agus Hartono
PEMIMPIN REDAKSI:
Hadi Pranoto
REDAKTUR PELAKSANA:
Erich Kusuma, Himawan Susanto
 ANGGOTA REDAKSI:
 Apriyanto, Ivana Chang, Lievia Marta, Veronika Usha
REDAKTUR FOTO:
Anand Yahya
SEKRETARIS:
Erich Kusuma Winata
KONTRIBUTOR:
Tim DAAI TV Indonesia
Tim DokumentasiKantor Perwakilan/Penghubung:
Tzu Chi di Makassar, Surabaya, Medan, Bandung, Batam, Tangerang, Pekanbaru, Padang, dan Bali.
DESAIN:
Ricky Suherman, Siladhamo Mulyono
WEBSITE:
 Yoga Lie
DITERBITKAN OLEH
: Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia
 ALAMAT REDAKSI:
Gedung ITC Lt. 6, Jl. Mangga Dua Raya, Jakarta 14430, Tel. [021] 6016332, Fax. [021] 6016334, e-mail: redaksi@tzuchi.or.id
Dicetak oleh:
International Media Web Printing (IMWP) Jakarta (Isi di luar tanggung jawab percetakan).
 ALAMAT TZU CHI:
 
q
Kantor Perwakilan Makassar
: Jl. Achmad Yani Blok A/19-20, Makassar, Tel. [0411] 3655072, 3655073 Fax. [0411] 3655074
q
 
Kantor Perwakilan Surabaya:
Mangga Dua Center Lt. 1,Area Big Space, Jl. Jagir Wonokromo No. 100, Surabaya, Tel. [031] 847 5434,Fax. [031] 847 5432
q
 
Kantor Perwakilan Medan:
Jl. Cemara Boulevard Blok G1 No. 1-3 Cemara Asri, Medan 20371, Tel/Fax: [061]663 8986
q
 
Kantor Perwakilan Bandung:
Jl. Ir. H. Juanda No. 179, Bandung, Tel. [022] 253 4020, Fax. [022] 253 4052
q
 
Kantor Perwakilan Tangerang:
Komplek Ruko Pinangsia Blok L No. 22, Karawaci,Tangerang, Tel. [021] 55778361, 55778371 Fax [021] 55778413
q
Kantor Penghubung Batam:
Komplek Windsor Central, Blok. C No.7-8 Windsor, Batam Tel/Fax. [0778] 7037037 / 450332
q
 
Kantor PenghubungPekanbaru:
Jl. Ahmad Yani No. 42 E-F, Pekanbaru Tel/Fax. [0761] 857855
q
 
Kantor Penghubung Padang:
Jl. Diponegoro No. 19 EF, Padang, Tel. [0751] 841657
q
 
Kantor Penghubung Lampung:
Jl. IkanMas 16/20 Gudang Lelang, Bandar Lampung 35224 Tel. [0721] 486196/481281 Fax. [0721] 486882
q
 
Kantor Penghubung Singkawang:
Jl. Yos Sudarso No. 7B-7C, Singkawang, Tel./Fax. [0562] 637166.
q
 
P
erumahan Cinta Kasih Cengkareng:
Jl. Kamal Raya, Outer Ring Road Cengkareng Timur, Jakarta Barat 11730
q
 
Pengelola Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi
Tel. (021) 7063 6783, Fax. (021) 7064 6811
q
 
RSKB Cinta Kasih Tzu Chi:
Perumahan Cinta Kasih Cengkareng, Tel. (021) 5596 3680, Fax. (021) 5596 3681
q
 
Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi:
Perumahan Cinta Kasih Cengkareng, Tel. (021) 7060 7564, Fax.(021) 5596 0550
q
 
Posko Daur Ulang:
Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi, Jl. Kamal Raya, Outer Ring Road Cengkareng Timur, Jakarta Barat 11730 Tel. (021) 7063 6783, Fax. (021) 7064 6811
q
 
PerumahanCinta Kasih Muara Angke:
Jl. Dermaga, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara Telp. (021) 7097 1391
q
Perumahan Cinta Kasih Panteriek:
Desa Panteriek, Gampong Lam Seupeung, Kecamatan LuengBata, Banda Aceh
q
 
Perumahan Cinta Kasih Neuheun
: Desa Neuheun, Baitussalam, Aceh Besar
q
 
Perumahan Cinta Kasih Meulaboh:
Simpang Alu Penyaring, Paya Peunaga, Meurebo, Aceh Barat
q
 
Jing Si Books & Cafe Pluit:
Jl. Pluit Raya No. 20, Jakarta Utara Tel. (021) 667 9406, Fax. (021) 669 6407
q
Jing Si Books & Cafe Kelapa Gading:
Mal Kelapa Gading I, Lt. 2, Unit # 370-378 Jl. Bulevar KelapaGading Blok M, Jakarta 14240 Tel. (021) 4584 2236, 4584 6530 Fax. (021) 4529 702
q
 
Posko Daur Ulang Kelapa Gading:
Jl. Pegangsaan Dua, Jakarta Utara (Depan Pool Taxi) Tel. (021) 468 25844
q
 
Posko Daur UlangMuara Karang:
Muara Karang Blok M-9 Selatan No. 84-85, Pluit, Jakarta Utara Tel. (021) 6660 1218, (021) 6660 1242
q
 
Posko Daur Ulang Gading Serpong:
Jl. Teratai Summarecon Serpong, Tangerang.
Berpegang Teguh Pada Tekad
   A  n  a  n   d   Y  a   h  y  a
-mai: rdaksi@tzuchi.or.idsitus: www.tzuchi.or.id
Redaksi menerima saran dan kritik dari para pembaca, naskah tulisan, dan foto-foto yang berkaitan dengan Tzu Chi. Kirimkan ke alamat redaksi, cantumkan identitas diri dan alamat yang jelas.Redaksi berhak mengedit tulisan yang masuk tanpa mengubah isinya.
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesiayang berdiri pada tanggal 28 September 1994, merupakan kantor cabang dariYayasan Buddha Tzu Chi Internasionalyang berpusat di Hualien, Taiwan. Sejakdidirikan oleh Master Cheng Yen padatahun 1966, hingga saat ini Tzu Chi telahmemiliki cabang di 52 negara.Tzu Chi merupakan lembaga sosialkemanusiaan yang lintas suku, agama, ras,dan negara yang mendasarkan aktivitasnyapada prinsip cinta kasih universal.Aktivitas Tzu Chi dibagi dalam 4 misiutama:Misi AmalMembantu masyarakat tidak mampumaupun yang tertimpa bencana alam/musibah.Misi KesehatanMemberikan pelayanan kesehatan ke-pada masyarakat dengan mengadakanpengobatan gratis, mendirikan rumahsakit, sekolah kedokteran, dan poliklinik.Misi PendidikanMembentuk manusia seutuhnya, tidakhanya mengajarkan pengetahuan danketerampilan, tapi juga budi pekerti dannilai-nilai kemanusiaan.Misi Budaya KemanusiaanMenjernihkan batin manusia melaluimedia cetak, elektronik, dan internetdengan melandaskan budaya cintakasih universal.1.2.3.4.
DARI REDAKSI
Buletin Tzu Chi No. 66 | Januari 2011
2
W
aktu sungguh berlalu dengancepat. Tanpa terasa kita telahmelewati tahun 2010 danbersiap menyongsong kehidupan ditahun 2011. Waktu yang telah berlalutak mungkin kembali, karena itulah kitaharus memanfaatkan waktu dengansebaik-baiknya. Kita harus menutuptahun ini dengan penuh rasa syukur danmenyambut tahun yang baru denganhati tulus karena ini juga merupakanawal baru dalam hidup kita. Apa yangtelah kita capai di tahun lalu tentunyaperlu kita syukuri, sementara yang belumsempat kita wujudkan semoga menjadikenyataan di tahun yang baru ini.Di penghujung tahun ini, YayasanBuddha Tzu Chi Indonesia kembalimemperoleh sebuah kepercayaan daripemerintah. Kali ini penghargaan datangdari Pemerintah Kota Padang yangmenetapkan tanggal 30 November 2010sebagai Hari Tzu Chi di Kota Padang.Penghargaan ini tentunya tidak datangsecara tiba-tiba, ada sebuah rangkaianperistiwa yang melatarbelakanginya.Dengan niat tulus dan kesungguhandalam mewujudkannya, Tzu Chi mem-bangun kembali gedung SMAN 1Padang yang hancur pascagempa 30September 2009. Selain memiliki saranadan prasarana yang lengkap, sekolah ini juga dirancang tahan terhadap gempadan menjadi shelter bagi masyarakatsekitarnya jika terjadi gempa ataupuntsunami di Padang.Awalnya pembangunan gedungini pun tak berjalan mulus, banyak riak-riak yang harus dilalui oleh TzuChi dan Pemerintah Kota Padang. Adakecurigaan dari segelintir orang mau-pun kelompok terhadap niat baik ini.Beruntung, setelah memperoleh pen- jelasan dan menapaktilasi kiprah Tzu Chidi Indonesia, kecurigaan itu pun luruhdengan sendirinya, dan justru berbalik menjadi sebuah apresiasi.Hari Tzu Chi sendiri sudah dirayakandi banyak negara, seperti AmerikaSerikat, Hongkong, dan Filipina. DiIndonesia sendiri ini merupakan per-tama kalinya sebuah kota memperingati-nya. Ada satu hal menarik dalam acaraini yang memiliki kesamaan dengansemangat Tzu Chi. Buya Mas’oed Abidin,salah seorang tokoh agama danmasyarakat mengajak serta mengimbaupara hadirin untuk peduli pada sesama.Salah satu caranya adalah denganmenyisihkan segenggam beras yang kitamasak setiap hari untuk membantusesama. Segenggam beras tentunyatidak akan mengurangi jatah makankeluarga.Tentu tidak mudah mewujudkankebiasaan ini, butuh kemauan dankerelaan untuk dapat melatih diriberbuat kebajikan setiap hari. MasterCheng Yen mengatakan, “Bisa salingbersumbangsih dengan hati penuhsyukur di masyarakat adalah cara ber-dana dan melatih diri yang terbaik.”Seperti pepatah “ala bisa karena biasa”,dengan cara terus-menerus tentunyaperbuatan baik ini akan menjadi sebuahkebiasaan di masa depan. Terlebih ditahun yang akan datang tentunya akanada lebih banyak orang yang mem-butuhkan perhatian kita, dan cara ter-baik untuk mewujudkannya adalahdengan menyatukan hati, kemampuan,dan juga ketulusan. Selamat TahunBaru 2011.
 
P 
agi itu di pertengahan bulan Juni2010, Anna Tukimin, relawan TzuChi sedang melakukan survei kasusdi bantaran kali dekat Jalan Lindung, Teluk Gong, Jakarta Utara. Setibanya di sana,ternyata si pasien telah dirawat di ruang ICURumah Sakit Bersalin (RSB) Budi KemuliaanJakarta. Yang membuat hati Anna terenyuh,pasien yang bernama Muhammad Fadil inibaru genap berusia 25 hari.
Berawal dari SiaranDAAI TV Indonesia
Kondisi rumah keluarganya yang ber-ada tepat di pinggir tanggul kali sangat-lah memprihatinkan. Di rumah kontrakanberukuran 3x5 meter itu tinggal 6 oranganggota keluarga. Menurut sang ibundaKasuni, Fadil mengalami sakit diare dansesak napas. Sewaktu diare bertambahberat pernapasannya pun kemudian men- jadi sesak. Keluarga menjadi panik dansegera membawa Fadil ke rumah sakit.Lalu bagaimana mereka bisa melapor-kan kasus ini ke Tzu Chi? Ini sebuahkisah yang cukup mengharukan. Kita ter-kadang jarang dan merasa tidak punyawaktu untuk menonton DAAI TV, namunkeluarga yang tinggal di bantaran kaliini setiap hari menonton DAAI TV lewatsebuah pesawat televisi kecil tua. Darisinilah mereka mengenal Yayasan BuddhaTzu Chi Indonesia.Anna dan relawan lain menilai Fadilharus segera ditangani, maka siang itu juga informasi ini disampaikan ke relawanlainnya. Pukul 13.30 WIB, relawan Tzu ChiChandra, Iea Hong, dan Hendry Huangsegera menuju RSB Budi Kemuliaan. Merekabertemu dengan Kasuni sesampainya disana. Begitu melihat para relawan, rautwajah Kasuni langsung mengembangkansenyum. Karena jam besuk sudah lewatpihak rumah sakit hanya mengizinkan 1orang untuk masuk melihat keadaan Fadildi dalam ruang ICU.Ketika itu Kasuni tidak berani masuk dan melihat anaknya karena tidak kuasamelihat di sekujur tubuh buah hatinyapenuh dengan selang infus. Belum lagipihak keluarga harus selalu siap sediaapabila dokter meminta mereka menebusobat. Hal inilah yang sangat menakutkankeluarga Kasuni, karena mereka bukanlahkeluarga yang mampu.Ayah Fadil bekerja sebagai buruhnelayan di kapal ikan yang berpangkalandi Palembang, dengan gaji bersih Rp 400.000per bulan. Sedangkan Kasuni adalahseorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Keluarga yang baru menikah padaawal tahun 2009 ini tinggal menumpangdi rumah ayah dari Kasuni di bantaran kaliJalan Lindung, Teluk Gong, Jakarta Utara.Hidup di Jakarta dengan penghasilantotal satu juta rupiah sebulan, untuk sewarumah dan menghidupi 6 orang anggotakeluarga tentulah harus dijalani denganpenuh kesederhanaan.Saat itu Chandra menerangkan pro-sedur Tzu Chi kepada keluarga Fadildan menenangkan mereka agar banyak berdoa dan bersabar karena relawanharus membahasnya terlebih dahulu.Keluarga Fadil pun terlihat lega dan rautwajah mereka tidak lagi setegang sepertisaat pertama kali bertemu.
Bertemu Sang Ayah
Hari Rabu 27 Juni 2010, pukul 15.00WIB para relawan Tzu Chi
He Qi 
Utaramelakukan rapat pasien penanganankhusus di
 Jing Si Books & Cafe
Pluit yangkemudian memutuskan untuk membantubiaya pengobatan Fadil. Pada kunjunganberikutnya, tanggal 29 Juni 2010 keluargaFadil sudah tidak lagi terlihat tegang dancemas. Kondisi Fadilsudah membaik dan TzuChi juga sudah membantubiaya pengobatannya.Saat itu pula, untuk pertama kalinya relawanbertemu dengan ayahFadil yang baru pulangdari melaut. Ayah Fadildengan haru mengucap-kan terima kasih atasbantuan dan perhatianyang diberikan olehpara relawan Tzu Chi.Memang saat Fadil lahir,ayahnya sedang bekerjadi tengah laut, begitupun pada saat Fadilmasuk rumah sakit.Entah suatu kebetulanatau adanya ikatan batinyang kuat, di tengah lauttiba-tiba cuaca buruk danmemaksa kapal pulanglebih awal. Setibanya diPalembang, ia diberitahu jika anak nya telah lahirdan sekarang sedang di-rawat di rumah sakit. Iapun segera pulang keJakarta dan kemudianbertemu dengan pararelawan Tzu Chi yang menjenguk putranya.Sepuluh hari kemudian Fadil dinyata-kan sembuh dan boleh pulang ke rumah,namun tetap harus melakukan kontrolsebulan sekali ke rumah sakit. Salahsatu paman Fadil menelepon ke seorangrelawan menyatakan terima kasih atasbantuan dan dukungan Tzu Chi. Malamitu juga, Hendry Huang dan relawan TzuChi lainnya mengunjungi Fadil yang barupulang untuk memastikan kondisi Fadilyang telah sembuh. Keluarga menyambutmereka dengan gembira dan penuhsukacita, begitu juga para tetanggamereka.Bantuan untuk Fadil tidak berhenti disitu saja, selain biaya berobat jalan, Fadil juga menerima bantuan susu bubuk untuk sebulan. Bantuan itu sangatmeringankan keluarga Fadil. Perhatian itumembuat paman Fadil bertanya kepadasalah seorang relawan tentang bagaimanamen jadi seorang relawan Tzu Chi.Tanggal 15 Juli lalu, beberapa pe-serta Tzu Ching
Camp
juga melakukankunjungan kasih ke rumah Fadil. Merekaadalah Silvia, relawan asal Medan, Lidyapeserta Tzu Ching Camp, dan Lo Hok Layrelawan pemerhati di RSKB Cinta KasihTzu Chi. Usai kunjungan, Silvia dan Lidyamengaku merasa sangat prihatin ketikamelihat kondisi mereka.Tanggal 5 September 2010, Fadil ber-sama keluarga besarnya pulang kampungke Cirebon, Jawa Barat. Pada saat itusudah 3 kali relawan berkunjung ke sanauntuk mengantar susu, namun relawantidak bertemu mereka. Hari Kamis, 23September 2010 relawan kembali kerumah Fadil. Saat itu mereka disambutdengan senyuman hangat keluarga be-sar Fadil. Menurut Kasuni, Fadil kinisudah lebih gemuk dan selera makannyasangat banyak. Mendengar itu relawanmerasa sangat bahagia, karena sekilasteringat kembali Fadil yang terbaring diruang ICU Rumah Sakit Budi Kemuliaan.Berkat perhatian dan kasih sayangyang diberikan oleh relawan, keluargaFadil kini juga telah memiliki sebuahcelengan bambu. Mereka berusaha untuk menyisihkan sedikit rezeki mereka untuk membantu sesama.
q
Rudi Santoso (
He Qi 
Utara)
Fadil yang Beruntung 
KEMBALI SEHAT.
 
Kini Muhammad Fadil sudah sembuh dan telah pulang ke rumahnya yang berada di bantarankali Teluk Gong, Jakarta Utara. Ia sudah jauh lebih gemuk dibanding pada masa kritisnya (insert).
SAMBUTAN RAMAH.
 
Bagi masyarakat bantaran Kali Jalan Lindung Teluk Gong kedatanganrelawan Tzu Chi di sana bukanlah sesuatu yang baru. Kehadiran relawan Tzu Chi telahbanyak memberi ketenangan dan ketenteraman hati warga, terutama mereka yang anggotakeluarganya mengalami sakit parah.
Mata Hati
3
Buletin Tzu Chi No. 66 | Januari 2011
   R  u   d   i   S  a  n   t  o  s  o   (
   H  e   Q   i
   U   t  a  r  a   )   R  u   d   i   S  a  n   t  o  s  o   (
   H  e   Q   i
   U   t  a  r  a
   )

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->