Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
14Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Seks Pranikah Di SMU KTI KEBIDANAN

Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Seks Pranikah Di SMU KTI KEBIDANAN

Ratings: (0)|Views: 2,630|Likes:
Published by haidar rz
Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Seks Pranikah Di SMU KTI KEBIDANAN
Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Seks Pranikah Di SMU KTI KEBIDANAN

More info:

Published by: haidar rz on Jan 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/27/2013

pdf

text

 
Jangan buang waktu, tenaga dan biaya anda sia-sia….Solusi mencari KTI Kebidanan tercepat dan terlengkap di internet hanya dihttp://kti-skripsi.com/BAB IPENDAHULUANLatar Belakang
Masyarakat menghadapi kenyataan bahwa kehamilan remaja makinmeningkat dan menjadi masalah, makin derasnya arus informasi yang dapatmenimbulkan rangsangan seksual remaja, dan pada akhirnya mendorong remajauntuk melakukan hubungan seks pranikah dan memberikan dampak padaterjadinya penyakit hubungan seks dan kehamilan di luar perkawinan (Manuaba,1998).Suatu survei yang dilakukan pada beberapa negara maju menunjukkan bahwa Amerika Serikat mempunyai angka kehamilan remaja (usia 15 – 19 tahun)sebesar 95/1000, Perancis 44/1000 dengan aborsi 27/1000, Swedia 35/1000dengan aborsi 15/1000, dan negeri Belanda 15/1000 dengan aborsi 10/1000.angka yang relatif tinggi di Amerika Serikat tersebut menurut Alice Radosh,koordinator pelayanan kehamilan dan pengasuhan anak di kantor Balai Kota NewYork, disebabkan karena tingkah laku seksual dilakukan dalam masyarakatdengan bebas (Time
Cit 
Sarwono, 1997).Di Negara yang masih berkembang, aktifitas seksual di kalangan remaja jauh lebih tinggi dari di pedesaan, sebab pengetahuan tentang seks tidak ada samasekali. Penelitian lain yang menghubungkan perilaku seksual dengan kadar informasi remaja tentang seks dilakukan di Hongkong. Penelitian ini dilakukanterhadap 3917 pelajar dan mengungkapkan bahwa sebagian besar dari mereka1
 
memperoleh pengetahuan tentang seks dari surat kabar, majalah atau ceramah-ceramah tentang seks. Hanya 11% yang menyatakan bahwa mereka bertanyakepada orang tuanya, dan inipun hampir tidak ada informasi yang diperoleh (FPAOf Hongkong
Cit 
Sarwono, 1997).Dalam Kongres Nasional IV perkumpulan ahli Dermatovenerologi(Penyakit kulit dan kelamin) Indonesia, Juni 1983 di Semarang menyebutkan bahwa sebagian besar penyakit kelamin kelas berbahaya asal impor telah melandaremaja umur 16 – 25 tahun baik di kota maupun di pedesaan. (Sinar Harapan
Cit 
Sarwono, 1997). Di kalangan remaja telah terjadi revolusi dalam hubunganseksual menuju ke arah liberalisasi tanpa batas. Kebanggaan terhadap kemampuanuntuk mempertahankan kegadisan sampai pada pelaminan telah sirna, oleh karenakedua belah pihak saling menerima kedudukan baru dalam seni pergaulanhidupnya. Informasi yang cepat dalam berbagai bentuk telah menyebabkan duniasamakin menjadi milik remaja. Informasi tentang kebudayaan hubungan seksualtelah mempengaruhi kaum remaja Indonesia, sehingga telah terjadi suatu revolusiyang menjurus makin bebasnya hubungan seksual pranikah. (Manuaba, 1998).Penelitian di negara berkembang melaporkan bahwa 20% sampai 60%kehamilan dan persalinan di bawah usia 20 tahun adalah kehamilan dini dan tidak diinginkan. Pernyataan menteri negara pemberdayaan perempuan bahwa 6 dari 10wanita yang belum menikah sudah tidak 
virgin
kenyataan ini diperburuk lagidengan temuan BKKBN bahwa diperkirakan sebesar 750.000 sampai 1.000.000aborsi ilegal di Indonesia pertahun. Di propinsi Lampung remaja berjumlah 22,6%dari seluruh penduduk dan 9,31% masih mengikuti pendidikan di SMU dan SMK.2
 
17 dari dari 1.375 remaja yang diperiksa secara acak mengalami penyakit menular seksual (PMS). Koran Radar Lampung tanggal 19 Oktober 2001 menampilkanhasil survey terhadap 100 remaja SLTP dan SLTA sebagai berikut : 15 % remaja pernah melakukan hubungan seksual dan 34% pernah melakukan ciuman sampaidengan
 petting 
. (Supriatiningsih, 2003). Hasil prasurvey tanggal 30 April 2 Mei2004 di SMU Negeri 1 Labuhan Maringgai belum pernah ada materi tentang pendidikan seksual sedangkan lebih dari separuh (58%) remaja SMU Negeri 1Labuhan Maringgai sudah berpacaran.Kelompok usia remaja (10-15 tahun) merupakan kelompok berpotensiuntuk menggagalkan program KB yang sudah tercapai dengan relatif baik. Hal inidisebabkan karena adanya perubahan-perubahan mendasar dalam sikap dan perilaku seksual dan reproduksi di kalangan remaja. Perubahan-perubahan inidiakibatkan oleh meningkatnya jumlah remaja dan dorongan seks remaja yangreproduksi, tetapi justru lebih banyak dipengaruhi oleh nilai budaya permissivemenyebarkan nilai casual sex atau easy sex melalui berbagai media cetak danaudiovisual. Perubahan-perubahan sikap dan perilaku seksual remaja ini padagilirannya mengakibatkan meningkatnya masalah seksual seperti perilaku seks bebas atau kehamilan yang tidak dikehendaki. (PKBI Pusat, 1998).
A.Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah, maka penulis membuatrumusan masalah sebagai berikut : Bagaimanakah pengetahuan dan sikap remajaSMU Negeri I Labuhan Maringgai tentang seks pranikah ?3

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yodia Pertiwi liked this
Tiara Wahyuni liked this
Sii Fulan liked this
Dika Ramdani liked this
Faizah Awafee liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->