memperoleh pengetahuan tentang seks dari surat kabar, majalah atau ceramah-ceramah tentang seks. Hanya 11% yang menyatakan bahwa mereka bertanyakepada orang tuanya, dan inipun hampir tidak ada informasi yang diperoleh (FPAOf Hongkong
Cit
Sarwono, 1997).Dalam Kongres Nasional IV perkumpulan ahli Dermatovenerologi(Penyakit kulit dan kelamin) Indonesia, Juni 1983 di Semarang menyebutkan bahwa sebagian besar penyakit kelamin kelas berbahaya asal impor telah melandaremaja umur 16 – 25 tahun baik di kota maupun di pedesaan. (Sinar Harapan
Cit
Sarwono, 1997). Di kalangan remaja telah terjadi revolusi dalam hubunganseksual menuju ke arah liberalisasi tanpa batas. Kebanggaan terhadap kemampuanuntuk mempertahankan kegadisan sampai pada pelaminan telah sirna, oleh karenakedua belah pihak saling menerima kedudukan baru dalam seni pergaulanhidupnya. Informasi yang cepat dalam berbagai bentuk telah menyebabkan duniasamakin menjadi milik remaja. Informasi tentang kebudayaan hubungan seksualtelah mempengaruhi kaum remaja Indonesia, sehingga telah terjadi suatu revolusiyang menjurus makin bebasnya hubungan seksual pranikah. (Manuaba, 1998).Penelitian di negara berkembang melaporkan bahwa 20% sampai 60%kehamilan dan persalinan di bawah usia 20 tahun adalah kehamilan dini dan tidak diinginkan. Pernyataan menteri negara pemberdayaan perempuan bahwa 6 dari 10wanita yang belum menikah sudah tidak
virgin
kenyataan ini diperburuk lagidengan temuan BKKBN bahwa diperkirakan sebesar 750.000 sampai 1.000.000aborsi ilegal di Indonesia pertahun. Di propinsi Lampung remaja berjumlah 22,6%dari seluruh penduduk dan 9,31% masih mengikuti pendidikan di SMU dan SMK.2