Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Kesenian ludruk PROBOLINGGO

Analisis Kesenian ludruk PROBOLINGGO

Ratings:

4.72

(18)
|Views: 6,102 |Likes:
Published by TRISTAN BAKERO
LUDRUK PROBOLINGGO
LUDRUK PROBOLINGGO

More info:

Published by: TRISTAN BAKERO on Aug 09, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2013

pdf

text

original

 
Analisis Kesenian
Ludruk Cak.Syukur - Probolinggo
1.Ludru
Kata ludruk berasal dari kata lodrok (b.Jawa). Kata itu dikategorikan ke dalam bahasa tingkat ngoko yang berarti badhut ‘lawak.’ Kata ludruk juga bermakna jembek, jeblok, gluprut, badut, dan teater rakyat.Hasil penelitian Suripan Sadi Hutomo, menurut kamus javanansch NederduitsschWoordenboek karya Gencke dan T Roorda (1847), Ludruk artinya Grappermaker (badutan). Sumber lain menyatakan ludruk artinya penari wanita dan badhut artinya pelawak di dalam karya WJS Poerwadarminta, Bpe Sastra (1930). Sedangkan menurutS.Wojowasito (1984) bahwa kata badhut sudah dikenal oleh masyarakat Jawa timur sejak tahun 760 masehi di masa kerajaan Kanyuruhan Malan dengan rajanya Gjayana, seorangseniman tari yang meninggalkan kenangan berupa candi Badhut.Ludruk adalah kesenian drama tradisional dariJawa Timur . Ludruk pada awalnyamuncul dari kesenian rakyat ‘besutan’, yang biasa dipentaskan di lapangan dan ditonton banyak orang.Ludruk merupakan salah suatu drama tradisional yang diperagakan oleh sebuahgrup kesenian yang di gelarkan disebuah panggung dengan mengambil cerita tentangkehidupan rakyat sehari-hari, cerita perjuangan dan lain sebagainya yang diselingidengan lawakan dan diiringi dengan gamelan sebagai musik.Dialog/monolog dalam ludruk bersifat menghibur dan membuat penontonnyatertawa, menggunakan bahasa khasSurabaya, meski terkadang ada bintang tamu daridaerah lain sepertiJombang,Malang,Madura,Madiundengan logat yang berbeda. Bahasa lugas yang digunakan pada ludruk, membuat dia mudah diserap oleh kalangannon intelek.Dialog dalam ludruk pada umumnya menggunakan dialek Surabaya, sementaraludruk di daerah Probolinggo, Lumajang, dan Jember menggunakan bahasa Madura.1
 
Ludruk berbeda denganludruk dariJawa Tengah. Ceritaludruk sering diambil dari kisah zaman dulu (sejarah maupun dongeng), dan bersifat menyampaikan pesantertentu. Sementara ludruk menceritakan cerita kehidupan sehari-hari (biasanya)masyarakat bawah.Pada umumnya, ludruk dibuka dengan ‘tandhakanseperti tari remo,atau‘beskalan putri’. Sedangkan pada ludruk Malang, pembuka pementasan diwujudkandengan mendendangkan ‘parikan’ yang berisi tentang keadaan dalam masyarakat sosial,atau permasalahan sosial yang sedang hangat diperbincangkan sesuai dengan judul dantema yang akan diusung dalam pertunjukan drama tersebut.
2.Sejarah Kesenian Ludru
Pada tahun 1994 , group ludruk keliling tinggal 14 group saja. Mereka main didesa desa yang belum mempunyai listrik dengan tarif Rp 350. Group ini didukung oleh50 - 60 orang pemain. Penghasilan mereka sangat minim yaitu: Rp 1500 s/d 2500 per malam. Bila pertunjukan sepi, terpaksa mengambil uang kas untuk bisa makan di desa.Sewaktu James L Peacok (1963-1964) mengadakan penelitian ludruk di Surabayatercatat sebanyak 594 group. Menurut Depdikbud propinsi jatim, sesudah tahun 1980meningkat menjadi 789 group (84/85), 771 group (85/86), 621 group (86/87) dan 525(8788). Suwito HS, seniman ludruk asal Malang mengatakan tidak lebih dari 500 groupkarena banyak anggota group yang memiliki keanggotaan sampai lima group.Ludruk tidak terbentuk begitu saja, tetapi mengalami metamorfosa yang cukup panjang. Kita tidak punya data yang memadai untuk merekonstruksi waktu yangdemikian lama, tetapi Hendricus Supriyanto mencoba menetapkan berdasarkan narasumber yang masih hidup sampai tahun 1988, bahwa ludruk sebagai teater rakyat dimulaitahun 1907, oleh pak Santik dari desa Ceweng, Kecamatan Goda kabupaten Jombang.Bermula dari kesenian ngamen yang berisi syair syair dan tabuhan sederhana, pak Santik berteman dengan pak Pono dan Pak Amir berkeliling dari desa ke desa. Pak Ponomengenakan pakaian wanita dan wajahnya dirias coret coretan agar tampak lucu. Darisinilah penonton melahirkan kata .Wong Lorek.. Akibat variasi dalam bahasa maka katalorek berubah menjadi kata Lerok. 2
 
Periode Lerok Besud (1920 - 1930)
Kesenian yang berasal dari ngamen tersebut mendapat sambutan penonton. Dalam perkembangannya yang sering diundang untuk mengisi acara pesta pernikahan dan pestarakyat yang lain.Pertunjukkan selanjutnya ada perubahan terutama pada acara yang disuguhkan.Pada awal acara diadakan upacara persembahan. Persembahan itu berupa penghormatanke empat arah angin atau empat kiblat, kemudian baru diadakan pertunjukkan. Pemainutama memakai topi merah Turki, tanpa atau memakai baju putih lengan panjang dancelana stelan warna hitam. Dari sini berkembalah akronim Mbekta maksud arinyamembawa maksud, yang akhirnya mengubah sebutan lerok menjadi lerok besutan. 
Periode Lerok dan Ludruk (1930-1945)
Periode lerok besut tumbuh subur pada 1920-1930, setelah masa itu banyak  bermunculan ludruk di daerah Jawa timur. Istilah ludruk sendiri lebih banyak ditentukanoleh masyarakat yang telah memecah istilah lerok. Nama lerok dan ludruk terus berdampingan sejak kemunculan sampai tahun 1955, selanjutnya masyarakat danseniman pendukungnya cenderung memilih ludruk.Pada tahun 1933, Cak Durasim mendirikan Ludruk Oraganizatie (LO). Ludruk inilah yang merintis pementasan ludruk berlakon dan amat terkenal keberaniannya dalammengkritik pemerintahan baik Belanda maupun Jepang.Ludruk pada masa ini berfungsi sebagai hiburan dan alat penerangan kepadarakyat, oleh pemain pemain ludruk digunakan untuk menyampaikan pesan pesan persiapan Kemerdekaan, dengan puncaknya peristiwa akibat kidungan Jula Juli yangmenjadi legenda di seluruh grup Ludruk di Indonesia yaitu : Bekupon Omahe Doro,Melok Nipon Soyo Sengsoro., cak Durasim dan kawan kawan ditangkap dan dipenjaraoleh Jepang.
Periode Ludruk Kemerdekaan (1945-1965)
Ludruk pada masa ini berfungsi sebagai hiburan dan alat penerangan kepadarakyat, untuk menyampaikan pesan pesan pembangunan. Pada masa in Ludruk yangterkenal adalah Marhaen, milik Partai Komunis Indonesia.. Oleh sebab itu tidaklahmengherankan jika PKI saat itu dengan mudah mempengaruhi rakyat, dimana ludruk 3

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mas Wido liked this
WuLand QW liked this
Shoimatul Ula added this note
thanks a lot, infonya bermanfaat... :)
Aisyah Yulianing liked this
Alma Juga Ain liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->