•
Periode Lerok Besud (1920 - 1930)
Kesenian yang berasal dari ngamen tersebut mendapat sambutan penonton. Dalam perkembangannya yang sering diundang untuk mengisi acara pesta pernikahan dan pestarakyat yang lain.Pertunjukkan selanjutnya ada perubahan terutama pada acara yang disuguhkan.Pada awal acara diadakan upacara persembahan. Persembahan itu berupa penghormatanke empat arah angin atau empat kiblat, kemudian baru diadakan pertunjukkan. Pemainutama memakai topi merah Turki, tanpa atau memakai baju putih lengan panjang dancelana stelan warna hitam. Dari sini berkembalah akronim Mbekta maksud arinyamembawa maksud, yang akhirnya mengubah sebutan lerok menjadi lerok besutan.
•
Periode Lerok dan Ludruk (1930-1945)
Periode lerok besut tumbuh subur pada 1920-1930, setelah masa itu banyak bermunculan ludruk di daerah Jawa timur. Istilah ludruk sendiri lebih banyak ditentukanoleh masyarakat yang telah memecah istilah lerok. Nama lerok dan ludruk terus berdampingan sejak kemunculan sampai tahun 1955, selanjutnya masyarakat danseniman pendukungnya cenderung memilih ludruk.Pada tahun 1933, Cak Durasim mendirikan Ludruk Oraganizatie (LO). Ludruk inilah yang merintis pementasan ludruk berlakon dan amat terkenal keberaniannya dalammengkritik pemerintahan baik Belanda maupun Jepang.Ludruk pada masa ini berfungsi sebagai hiburan dan alat penerangan kepadarakyat, oleh pemain pemain ludruk digunakan untuk menyampaikan pesan pesan persiapan Kemerdekaan, dengan puncaknya peristiwa akibat kidungan Jula Juli yangmenjadi legenda di seluruh grup Ludruk di Indonesia yaitu : Bekupon Omahe Doro,Melok Nipon Soyo Sengsoro., cak Durasim dan kawan kawan ditangkap dan dipenjaraoleh Jepang.
•
Periode Ludruk Kemerdekaan (1945-1965)
Ludruk pada masa ini berfungsi sebagai hiburan dan alat penerangan kepadarakyat, untuk menyampaikan pesan pesan pembangunan. Pada masa in Ludruk yangterkenal adalah Marhaen, milik Partai Komunis Indonesia.. Oleh sebab itu tidaklahmengherankan jika PKI saat itu dengan mudah mempengaruhi rakyat, dimana ludruk 3