Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
26Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Fisiologi Telinga

Fisiologi Telinga

Ratings: (0)|Views: 889|Likes:
Published by MandyAo

More info:

Published by: MandyAo on Jan 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2013

pdf

text

original

 
physiology of the ear
CERUMEN
Cerumen (earwax) = substansi seperti lilinyg berwarna kekuning, disekresikan di earcanal.
 There are
two
distinctgeneticallydetermined
types
of earwax:
1.
the wet type (honey-brown todark-brown, moist, sticky) → caucasian,africans → konsentrasi tinggi lipid danpigment granule (50% lipid)
2.
the dry type (grey and flaky) →East AsiansandNative Americans hanya terdiri dari 30% lipid
Produksi dan komposisi:
Cerumen diproduksi di
outer third of cartilagenous portion of ear canal
→Subcutanoues tissue di outer part of canal memiliki special glands yg memproduksicerumen → campuran dari viscous secretion dari
sebaceous gland
dan less-viscoussecretion dari
modified ceruminous glands.
Komponen utama dari cerumen: shed layers of skin → dgn 60% dari cerumenterdiri dari keratin, 12-20% saturated and unsaturated long chain fatty acids, alcohols,squalene, dan 6-9% cholesterol
Fear, stress and anxiety menyebabkan peningkatan produksi cerumen dariceruminous glands.
Fungsi:
Cerumen ini bertujuan utk menangkap debu dan partikel kotor untuk mencegah masukmencapai eardrum.
Biasanya cerumen terakumulasi sedikit, mengering, lalu keluar dari kuping, membawakotoran dan debu bersamanya, atau biasa dgn secara perlahan migrasi keluar dimana diabisa dibersihkan.
1.
Cleaning
Pembersihan dari ear canal merupakan hasil dari auditory epithelial migration.
 Auditory epithelial migration
→ The cylinder of stratified squamous epithelium ygmelapisi permukaan luar dari tympanic membrane dan deep external canal sampai sejauh junction dgn superficial external canal dalam keadaan constant lateral motion dalamproses auditory epithelial migration.
Di setiap keratinizing epithelium, terdapat detachment dan desquamation dari stratumcorneum. Di external canal ini terjadi dlm proses yg teratur → berlangsung ke arahperiphery of the external canal.
Mastication (chewing → jaw movement) mungkin memiliki peran dalam epithelialmigration, dengan menyempitkan dan melebarkan cartilagenous canal, makamendorong migrasi epitel ke luar external canal juga dgn dislodging (melepaskan) debrisyg menempel di walls of ear canal.
 Tujuan aktivitas ini adalah untuk menggerakkan keratinizing epithelium dari tympanicmembrane dengan tujuan untuk mencegah penumpukan (buildup) keratin disana.
Cerumen di dalam canal juga terangkut keluar, bersama dgnnya membawa kotoran,debu, dan partikel2 yg terkumpul di canal.
2.Lubrication
 
Lubrication mencegahdesiccation (the state of extreme dryness), itching, and burning of theskinwithin the ear canal (
asteatosis
).
 The lubricative properties berasal dari kandungan lipid yg tinggi dlm sebum ygdiproduksi sebaceous gland.
In wet-type cerumen, these lipids include cholesterol, squalene, and many long-chain fatty acidsand alcohols.
3.Antibacterial and antifungal effects
Cerumen membentuk acidic coat yg berisi lysozyme dan substansi lainnya yg meninhibitpertumbuhan bakteri dan jamur.
Beberapa studi baru-baru ini menemuakn bahwa cerumen mempunyaibactericidal effect pada beberapa strains of bacteria. Cerumen ditemukan dapatmengurangi kemampuan hidup banyak bakteri, termasuk
, 
, dan banyak variants dari 
,terkadang sampaimencapai 99%.
Antimicrobial properties ini terutama karena adanya saturated fatty acids, lysozyme, danterutama slight acidity dari cerumen (pH biasanya sekitar 6.1 pada individu normal)
Lipid-rich cerumen juga hydrophobic dan mencegah air penetrasi ke dalam kulitdan menyebabkan maceration (softening and whitening of skin that is kept constantlywet).
Pathology:
Ear canal dapat terhalangi oleh cerumen saat mencoba membersihkan cerumen malahmendorong cerumen masuk ke dalam war canal dan menyebabkan blockage. Waxblockage merupakan penyebab paling seing dari beberapa hearing loss.
 Too little cerumen can predispose the ear canal to infection, but cerumen that isexcessive or too viscous can lead to obstruction, retention of water and debris, andinfection. Additionally, the canal is defended by a unique epithelial migration that occursfrom the tympanic membrane outward, carrying any debris with it.
HEARING
Hearing = proses dimana telinga mentransformasikan getaran suara di lingkungan luarmenjadi impuls saraf yang disampaikan ke otak, dimana impuls tsb diinterpretasikan sbgsuara.Suara dihasilkan ketika vibrating objects (cth: senar gitar yg dipetik), menghasilkangelombang suara.Agar suara dpt ditransmisikan keCNS, suara melalui 3transformaasi:1.Getaran udara dirubah menjadigetaran pada tympanicmembrane dan ossicles dimiddle ear.2.Lalu dirubah menjadi getaranpada cairan di dalam cochlea
3.
Getaran cairanmenyebabkan travelling wavesalong the basilar membrane yg menstimulasi hair cells of organ of Corti. Sel2 inimerubah getaran suara menjadi impuls saraf di fibers of cochlear nerve, yg akanmentransmisiskan impuls sarar ke brain stem, dan dialihkan primary auditory area of cerebral cortex setelah melalui proses
Transmission of sound waves through the outer and middle ear
Air conduction
Outer ear
→ mengarahkan gelombang suara dari lingkungan luar ke tympanicmembrane
 
Auricle
→ mengumpulkan gelombang suara;
concha
→ mengarahkan gelombangke canal.
Canal
→ membantu meningkatkan jumlah gelombang yg mencapai tympanicmembrane
Resonance enhancement 
ini hanya bekerja untuk suara dengan wavelength yg relatif pendek (rentang frekuensi 2,000 dan 7,000 Hz) → which helps to determine thefrequencies to which the ear is most sensitive, those important for distinguishing thesounds of consonants.
Suara yg mencapai tympanic membrane
sebagian direfleksikan dan sebagiandiabsorbsi.
Hanya suara yg terabsorbsi yg menggerakkan membrane
 Tendensi telinga untuk menghalangi perjalanan suara disebut
acoustic impedance
.
Besarnya acoustic impedance bergantung kpd massa dan kekakuan (stiffness) darimembrane dan ossicles dan juga frictional resistance yg diberikan oleh mereka.
Saat tympanic membrane mengabsorsi gelombang suara, central
portionnya(umbo), bergetar
seperti kerucut yg kaku, membengkok kedalam dan keluar.
Semakin besar kekuatan gelombang suara → >> besar defleksi membrane, >> kerassuara.
Semakin ↑ frekuensi suara → >> cepat membrane bergetar, >> ↑ pitch dari suara.
Pergerakan tympanic membrane ditransfer ke
handle of the maleus
(yg tip-nyamenempel ke umbo).
Malleus dan incus ditahan oleh small elastic ligaments dan diseimbangkan dengan baik
Head of malleus dan body of 
incus
menempel dgn kuat →
bergerak dalam satu unit
,sejalan dgn tympanic membrane.
Getaran diteruskan
ke stapes
. Stapes tidak bergerak kedalam dan keluar, tapiberayun kedepan dan kebelakang about the lower pole of its footplate, yg melewati batasmembrane yg menutupi oval window
Fungsi ossicular chain
tympanic membrane dan ossicles → overcome perbedaan impedance antaraudara dan cochlear fluid → middle ear :
transformer / impedance matching device
.
Agar suara dpt ditransmisikan ke inner ear, getaran di udara harus diubah menjadigetaran di cochlear fluid.
Ada hambatan dalam proses ini → perbedaan impedance (resistance to passage of sound) antara udara dan cairan. Impedance ini mengurangi transmisi suara
Normalnya: saat suara dari udara mencapai permukaan air, hampir seluruh energidirefleksikan dan hanya sekitar 0.1 % lewat ke dalam air. Pada telinga, inimerepresentasikan transmission loss of 30 dB, cukup utk menghambat performatelinga secara serius, bila bukan karena transformer action dari middle ear.
Impedance matching
dicapai dalam 2 cara:
a)
Mereduksi area antara tympanic membrane dan stapes footplate.Area central portion tympanic membrane yg bebas utk bergerak diperkirakan sekitar43mm
2
→ Energi suara yg menyebabkan membrane bergetar ditransmisikan dandikonsentrasikan di area stapes footplate seluas 3.2 mm
2
→Karena itu, tekananditingkatkan setidaknya 13 kali.
b)
Mechanical advantage dari lever yg dibentuk oleh malleus dan incus (krn handleof malleus lebih panjang drpd long projection of incus) → amount to about 1.3
 TOTAL increase pada tekanan di footplate → tidak kurang dari 17-fold → Pada frekuensidgn rentang 3,000-5,000 Hz, peningkatan boleh jadi lebih besar karena resonantproperties of ear canal.

Activity (26)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Don Morrison liked this
Pawang Hujan liked this
Dinar Riny Nv liked this
Agus Ismail liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->