Anton A Setyawan-Artikel Manajemen Publik
dana sampai ratusan juta Rupiah. Pada level dibawahnya baik Kapolres atauKapolwil dengan pangkat Ajun Komisaris Besar dan Komisaris Besar, danayang dibutuhkan lebih sedikit yaitu puluhan juta Rupiah. Hal ini tentu sangatmemprihatinkan.
Perencanaan SDM dan Pengawasan
Peran Polri pasca pemisahan dari TNI sebenarnya merupakan langkahawal bagi perbaikan institusi ini. Namun, “penyakit” Polri di masa laluternyata masih terbawa dalam struktur barunya saat ini. Penyakit itu adalahkorupsi dan rendahnya kinerja Polri. Kita tentu tidak bisa berharapKepolisian RI akan menjadi lembaga profesional apabila merekamenghadapi masalah serius dalam soal anggaran dan peralatan operasional.Dalam sebuah wawancara, mantan Kapolri Jenderal Da’i Bahchtiar mengeluhkan kualitas dan kuantitas peralatan Polri. Sebagai contoh peralatan standar revolver (pistol). Idealnya setiap anggota Polri apapunkesatuannya, harus mempunyai sebuah revolver. Namun, kenyataannya diIndonesia baru 65 persen anggota Polri yang mempunyai revolver. Itupunhanya pistol Colt kaliber 38 peninggalan Belanda. Kita bisa membayangkanandaikan aparat kepolisian dengan pistol kuno itu harus menghadapi perampok dengan pistol semi otomatis misalnya.Pola penataan organisasi Polri seharusnya mengacu pada perencanaansumber daya manusia, yang disusun oleh Polri dan pemerintah. PerencanaanSDM itu meliputi pola rekrutmen, berapa jumlah kebutuhan personel, pendidikan minimal dan bidang keahliannya. Sebagai contoh, pada dekade50-an sampai dengan 70-an maka bintara dan tamtama Polri didominasi olehBrigade Mobil (Brimob) karena pasukan elite ini diperlukan untuk mengatasi konflik bersenjata dan pemberontakan yang marak terjadi di masaitu. Namun saat ini, tantangan yang dihadap Polri berbeda sehingga lebihdibutuhkan polisi yang cerdas dan jujur untuk mengatasi masalah. Polrinampaknya cukup menyadari hal ini dengan mendidik lebih banyak Polridengan tugas polisionil yang lebih bersifat sipil bersenjata daripada sebuah personel militer.Pendidikan Polri saat ini mengalami banyak perubahan, sebagaicontoh pendidikan bintara yang waktunya 12 bulan dengan kewajibanmenjadi bintara magang. Idealnya bintara minimal berpendidikan D3 dan S1karena bintara Polri ini akan berhadapan langsung dengan masalah dalammasyarakat. Sebagai contoh pada saat seorang bintara bagian reserse
Fak Ekonomi UMS-Februari 20072