Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
15Activity
P. 1
KAJIAN ILMU PENDIDIKAN ISLAM TENTANG NILAI-NILAI EDUKATIF Q.S AL-A’RAAF : 179

KAJIAN ILMU PENDIDIKAN ISLAM TENTANG NILAI-NILAI EDUKATIF Q.S AL-A’RAAF : 179

Ratings: (0)|Views: 1,494 |Likes:
Published by wahyudin

More info:

Published by: wahyudin on Jan 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang Masalah
Manusia adalah makhluk Allah yang dilahirkan membawa potensidapat dididik dan dapat mendidik. Para ahli didik memandang manusiasebagai animal educandum, makhluk yang memerlukan pendidikan, artinya binatang yang dapat dididik. Manusia diciptakan sebagai makhluk mulia halini sejalan dengan pendapat Abdurrahman an-Nahlawi (1995:40) yangmenyatakan bahwa :Islam tidak memposisikan dalam kehinaan, kerendahanatau tidak berharga seperti binatang, benda mati, atau makhluk lainnya.Manusia juga sebagai makhluk yang istimewa yang memilikikesempurnaan jasmani maupun rohani dibanding dengan makhluk yang lain,terletak pada hati atau akal budinya dalam memahami, mengetahui dan berfikir. Manusia juga diberi sarana atau potensi-potensi panca indera yangdiberi oleh Allah yang diberikan berupa mata untuk melihat, telinga untuk mendengar dan hati untuk memahami, jelas kesemunya itu harus dipeliharadididik dan diarahkan secara baik supaya dapat difungsikan sebagaimanamestinya. Hal yang demikian ditegaskan oleh Allah dalam Q.S. Al-A¶raaayat 179 Yang berbunyi:
jUUWT4WrUm\1;[I[H<on9K$FBI4/_WT 0NOSYESIUd RM0NOWTTY DTodRM0NOWTDUmWYDSW-QeRM
 
[UT1[4(]Z"0Fr"^T[UT0F ES
 
"Dan Sesungguhnya kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam)kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan merekamempunyai mata, tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah dan mereka mempunyai telinga, tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu sebagaibinatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang  yang lalai " (DEPAG RI, 1989 : 251).
Mengenai ayat diatas, menurut Ibnu Katsir (1993:510) dalam tafsirnyamengatakan, bahwasannya Allah SWT yang telah menciptakan danmenjadikan untuk neraka jahanam yaitu kebanyakan dari golongan jin danmanusia. Apabila mereka tidak memanfaatkan dari anggota badan yang telahAllah SWT berikan yang lazimnya menjadi alat untuk mendapat hidayah.Sebagaimana Firman Allah dalam QS. Al-Ahqof ayat 26:
jUUWT0I;$[,lD  0;$OkW<[[AWT0IU;Z>n^TWT<Q[jTWT[,UQAT0M?0IZ+YWT0Fn^T+YWT0M'[jTBK$Zm  S4ZETj[UIU/dUPWT0M$S4ZO DTM,Qe
 
³
 Dan kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati, tetapi pendengaran, penglihatan dan hati merekatidak bergunaa sedikitpun bagi mereka, karena mereka selalumengingkari ayat-ayat Allah. (DepagRI, 1989:826)
D
an Allah SWT berfirman juga dalam QS. AI-Baqarah ayat 18 :
$.0r,0IUY DSAnd
 
 
"Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembalikejalan yang benar"(Depag RI, 1989:11)
D
an tidaklah mereka tuli, bisu, dan buta kecuali terhadap petunjuk Allah SWT serta firmannya dalam QS. Al-Hajj ayat 46 :
1PUTTonQesr(] DS)U0NOSDSdRMTTDUmW DS[,QeRMRM:UY r[,U!n^(]BUWTr[,U!S.s rTjq
 
... Karena sesungguhnya bukanlah mata itu buta, tetapi yang buta,ialah hati yang didalam dada.. (Depag RI, 1989:519)
Siapa saja yang diberi taufik oleh Allah, hingga ia mau menempuh jalan yang benar, karena dia mau menggunakan akal dan inderanya dengansemestinya, sesuai dengan fitrah dan bimbingan agama, maka dialah orangyang benar-benar memperoleh petunjuk karena dia bersyukur atas nikmat-nikmat yang di anugrahkan Allah kepadanya, dan menunaikan kewajibanyang dibebankan Allah kepadanya. Maka dialah yang bakal memperolehkebahagiaan di dunia dan di akhirat.
D
an siapa saja yang dihinakan Allah dan tidak diberi taufik, lalu diamengikuti jejak setan dan hawa nafsunya, dan tidak menggunakan akal daninderanya untuk memahami secara mendalam ayat-ayat Allah danmensyukuri nikmat-Nya, maka dialah orang-orang yang benar-benar kafir dansesat, yang takan memperoleh kebahagiaan dunia maupun kebahagiaanakhirat. Karena dia tidak mau menggunakan dengan sebaik-baiknya anugrah-anugrah illahi tersebut. Yang dengan itu semestinya dia bisa menjadi manusiayang patut memperoleh kebahagiaan dunia akhirat.

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
yenying liked this
Al Fadl liked this
ahza_7980 liked this
Sahdy liked this
Putri Prakasa liked this
Akmal Adjah liked this
DjayusYus liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->