Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bank Sperma Para Pemenang Hadiah Nobel

Bank Sperma Para Pemenang Hadiah Nobel

Ratings:

4.33

(3)
|Views: 1,383 |Likes:
Published by Nilna Iqbal

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Nilna Iqbal on Aug 09, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/27/2011

pdf

text

original

 
Bank Sperma Para Pemenang Hadiah Nobel
oleh : nilna iqbal – http://pustakanilna.com
 Para pegawai Bank itu tiba-tiba geger. Seorang wanita dengan tutup kain pada wajahnyamenodongkan sepucuk pistol kepada salah seorang pegawai. “Beri saya sperma milik salah seorang pemenang Nobel”, perintah wanita itu dengan nada sedikit ragu. Ia memang tidak  salah tempat. Yang ia cari adalah sperma milik orang yang sangat cerdas.
i California ada satu bank yang komoditasnya bukan uang, melainkan sperma para jenius. Termasuk di dalamnya para pemenang hadiah Nobel. Tapi itu belum apa-apa.Kini orang mulai berfikir untuk menanam embrio manusia pada rahim binatang. Sapi,misalnya. Lantas, menurut ajaran Islam, sebaiknya bagaimana?
D
 Doron Blake,
namanya. Ia memang pantas disebut bayi ajaib. Sebelum berumur duatahun, ia sudah lancar berbicara. Ketika pas berusia dua tahun, majalah Newsweek memuatgambarnya sedang bermain piano. Bahkan dia juga sudah menguasai satu alat musik modernkegemarannya,
 Electronic Music Synthesizer.
Hebat, memang. Pendek kata ia memang seorang yang sangat cerdas. Ibunya seorangdoktor psikologi. Namanya
 Afton Blake.
IQ-nya 130+ sebelum kawin. Sekali lagi jangankaget, belum kawin dan tidak pernah “berhubungan badan” dengan lelaki manapun. Lho,kalau begitu siapa ayahnya?Doron William Blake adalah anak kedua yang lahir berkat jasa “bank sperma Nobel” – nama populer sebuah badan yang sebenarnya bernama
 Repository for Germinal Choise.
Ayahnya adalah sperma dengan kode nomor 28, berasal dari seorang jenius di bidangkomputer dan musik klasik.Badan tersebut dibentuk tahun 1980 di Escondido, California oleh Robert Graham, sikakek berumur 73 tahun. Sperma ilmuwan-ilmuwan, para teknolog dan para pemegang hadiah Nobel dikumpulkan, lalu disimpan dalam cairan Nitrogen dengan suhu rendah. Dijamin awetdan tidak rusak. Sperma tersebut dapat disimpan selama mungkin, bahkan kalau perlumelebihi umur sang donor itu sendiri. Buat apa? Tentunya, untuk dibagi-bagikan secara gratiskepada wanita-wanita yang berhasrat punya anak yang “super” seperti “bapaknya”.Sudah barang tentu, tidak setiap wanita diperbolehkan mengandung bibit unggultersebut. Ada persyaratan khusus. Dalam hal ini Nona Afton Blake ternyata memenuhi semua persyaratan. Fisik, mental, dan intelegensia, ia unggul. Dengan begitu ia bisa “dibuahi”dengan bibit sperma unggul.Dewasa ini sudah ada beberapa orang pemenang hadiah Nobel yang menyumbangkansperma mereka. Salah satunya
William Shockley,
IQ 129, ahli fisika yang menggondol hadiah Nobel tahun 1956 berkat jasanya menciptakan
transistor.
Para penyumbang lain tak kalahhebatnya. IQ-nya antara 140 sampai 182. Dan perlu anda ketahui, sudah lebih dari 20 anak dilahirkan dengan cara ini.Sang bayi ajaib, Doron Blake, lahir berkat majunya teknik insemnasi buatan atau
“artificial insemination /AI”.
Dalam teknik ini, air mani (sperma) disuntikkan ke dalam atauke dekat leher rahim sang wanita. Maksudnya agar bisa berlangsung “pembuahan” secaraalami.Konon kabarnya, proses AI ini sebetulnya tidak sulit. Sederhana. Bahkan sebentar lagi, peralatan “kit inseminasi buatan” ini sudah beredar di pasaran. Tinggal beli, pasang, langsung jadi.Kini, dengan semakin majunya teknologi reproduksi, orang sudah bisa membekukanlalu menyimpan sperma tersebut ke dalam larutan Nitrogen cair. Teknik inilah yang kemudianmelahirkan
cryobank 
alias
bank tabungan air mani.
Dengan adanya bank sperma ini banyak hal memang bisa tertolong. Pasangan suami-isteri yang dulunya mandul kini tak perlu khawatir lagi. Begitu juga sang isteri yang telah“ditinggal” mati suaminya, masih bisa memperoleh anak, kalau mau. Ambil saja “stock”sperma sang suami tersebut di bank. Beres.1
 
Bahkan sebetulnya, seorang gadispun bisa saja punya anak, sekalipun belum nikah. Nona Afton Blake, misalnya. Lepas dari persoalan apakah itu boleh atau tidak dalam norma-norma agama, secara biologis si gadis tersebut bisa mengandung bayi dari sperma yang“dibelinya” di bank sperma. Tentu dalam hal ini, ia terpaksa mengambil sperma lelaki lain,mungkin malah tidak dikenalnya…!
Program Superman
Bisa kita bayangkan, dalam beberapa tahun kemudian Doron Blake sudah mampumenguasai Matematika tingkat tinggi, berbicara banyak dalam berbagai bahasa, danmenggunakan komputer untuk menciptakan dan mengkomunikasikan berbagai macam pemikiran yang ada di balik tirai matanya yang biru.Inilah yang menjadi salah satu sasaran dari program yang bernama
eugenetik.
Eugenetik (eugenics) berasal dari bahasa Yunani yang berarti “persediaan yang baik”.Eugenik, ada juga yang menyebutnya
Social Biology,
yaitu studi tentang kemajuan manusia(peningkatan kualitas manusia) melalui pengertian-pengertian genetika. Ia merupakan salahsatu cabang ilmu genetika yang memusatkan perhatian pada pertanyaan: “bagaimanamenciptakan manusia yang memiliki ciri-ciri unggul tanpa cacat” atau dengan kata lain,menciptakan manusia
 super.
Francis Galton, saudara sepupu Darwin, adalah orang yang pertama kalimemperkenalkan istilah eugenik melalui bukunya
 Inquiries Into Human Faculty,
tahun 1883.Tetapi sebelumnya, sekalipun istilah ini belum diiperkenalkan, dia telah banyak melakukan penyelidikan. Bukunya yang pertama,
 Hereditary Genius,
tahun 1869, mengetenaghkan hasilstudinya tentang manusia unggul (superman).Galton berkesimpulan, “Akan menjadi sungguh-sungguh praktis untuk menghasilkanmanusia unggul, dengan bakat (kemampuan) yang tinggi melalui perkawinan “bijaksana”selama beberapa generasi secara berturut-turut”.Usaha Galton itu ternyata menarik simpati banyak orang. Tak lama kemudian, diInggris didirikan sebuah lembaga
 English Eugenics Society,
tahun 1907. Di Amerika Serikat, beberapa tahun kemudian, 1926, berdiri pula
 American Eugenics Society.
Bahkan NAZIJerman pun pernah menggunakannya pada tahun 1930-an sampai 1940-an. Dan kini ia terus berkembang dan menyebar ke seluruh dunia, tanpa bisa dibendung.
Kaum Pria Semakin Tak Laku
Dengan semakin majunya rekayasa genetika, rasanya tidak sulit untuk menghasilkanmanusia-manusia super. Bahkan dalam jumlah besar sekalipun. Dengan teknik 
Cloning 
misalnya, akan bisa dilahirkan
carbon copy
individu tiruan yang bentuknya secara genetis persis sama. Lalu, tak susah lagi kan menciptakan ratusan Einstein di masa yang akan datang?“Cloning” berasal dari bahasa Yunani, “klon” berarti “cangkokan”. Dengan teknik ini,yang diperlukan bukan lagi sperma. Tapi cukup sel somatik (badan) saja. Caranya? Inti sebuah“telur” diangkat lalu diganti dengan inti sel somatik (badan) yang mengandung semua kodegenetika oreganisme dari mana ia diambil. Maka boleh jadi organisme (individu) yang dipilih justru bukan manusia.Dalam hal manusia, sebelum kloning bisa dilakukan, telur wanita diambil dulu. Intinyakemudian dihancurkan (dengan zat kimia atau laser) dan kemudian ”dibuahi” dengan inti selsomatik (badan). Telur yang telah dibuahi itu kemudian dicangkokkan kembali ke dalam rahimsehingga berkembang seperti biasa. Hasilnya? Persis sama dengan individu atau organismeyang diambil sel somatiknya itu.Jadi ada kemungkinan, kalau mau, manusia akan bisa melahirkan anak monyet. Tapitenang, itu masih jauh di masa depan.Satu teknik lain yang masih berhubungan dengan Cloning, tapi kelihatan lebih berpotensi diterapkan pada manusia adalah penyuburan satu telur matang dengan telur matanglainnya.
 Fusi (penggabungan) telur 
namanya. Jadi yang “kawin” itu ya cuma sel telur wanitaitu saja, bukan orangnya.Kalau ini mulai dipraktekkan, maka di masa mendatang sudah barang tentu bisa tak diperlukan lagi bahan genetika (sperma) pria. Dan bayi yang dilahirkan pun akan selaluwanita. Yang lebih “gila” lagi, bahkan kedua sel telur itu, bisa diperoleh dari satu tubuh wanita2
 
itu saja. Hingga nantinya akan melahirkan bayi wanita yang secara turunan ya…darahdagingnya sendiri. Ah, mungkin kalau ini benar-benar terjadi, kaum pria barangkali hanyatinggal kenangan masa lalu. Kehadirannya sudah tak dibutuhkan lagi. Kaum pria makin nggak laku ya?Tapi ini masih belum apa-apa. Kini, orang mulai berpikir untuk menanam embrio(janin) pada rahim binatang, dan mengandungkannya. Sapi misalnya. Menurut
T. Francoer,
seorang embriolog terkenal, hal itu tidak sulit mempraktekkannya. Masalahnya, tinggal adayang mau tidak? Kendati “kumpul kebo” sudah mulai ada, namun siapa sih yang mau lahir dari perut kerbau?
Apa Yang Akan Terjadi?
“Biologi molekuler sebentar lagi akan meledak dari rahim laboratorium. Pengetahuanyang baru kita dapat tentang genetika memberikan kita kemampuan untuk mengotak-atik hereditas manusia dan memanipulasinya untuk menciptakan versi manusia yang sama sekali baru”, kata Alvin Toffler dalam bukunya,
 Future Shock.
Dengan teknik Cloning kita bisa menciptakan manusia-manusia unggul, tanpa“kelemahan-kelemahan” fisik yang alami. Tapi harus diingat, kita bisa saja menciptakanmanusia dengan kecerdasan Einstein, tapi siapa yang bisa menjamin bahwa hasilnya bukanHitler? Bukan mustahil, dengan teknik-teknik Cloning, nantinya cerita
 Boys from Brazil 
akan jadi kenyataan. Akan muncul Hitler-Hitler baru. Begitulah, hanya dengan satu inti sel somatik saja, dapat dibuat satu turunan yang persis orang tuanya. Kalau masih boleh dibilang orangtua.Juga andaikata kita mampu membikin manusia dengan IQ 160, apakah ilmu bisamemberikan jaminan bahwa dia akan berbahagia? Yang jelas ini bukan urusan manusia.Sampai di sini kita terpaksa merumuskan kembali kemanusiaan kita. Keyakinan kita mengenaikehidupan manusia dan apa artinya menjadi manusia secara individu ikut dirombak secaradrastis. Masalah hukum dan etika yang timbul akibatnya, tak pelak lagi, teramat banyak dan pelik.Ya, tapi ini pulalah sulitnya. Banyak hal-hal yang sekarang masih dianggap biasa, tak ada masalah, di masa depan, perlu penegasan kembali. Apakah definisi orang tua, definisihubungan orang tua dan anak? Kemudian apa perlunya lembaga perkawinan? Siapa yang akan bertanggung jawab secara moral maupun hukum atas anak-anak yang diciptakan secara“buatan” itu? Siapa orang tua sebenarnya yang berhak, dan siapa yang berhak untumemutuskan masa depan anak itu, bila hubungan ibu-bapak tradisionil seperti kini telahmenjadi kabur? Dan apa pula akibat psikologisnya bagi si anak, bila nanti setelah besar diatahu bahwa dia cuma hasil penyuburan dari sperma donor dan telur donor (yang entah siapayang punya), di dalam piring laboratorium lagi?Tanggung jawab masyarakat juga akan semakin pelik di masa depan. Dalam duniayang sudah begini sarat, apakah hak untuk berreproduksi tetap tak akan diganggu gugat?Lebih parah lagi, bila anak-anak masa depan telah diberi hak lahir dengan fisik dan mental“sempurna”, apakah penciptaan anak secara biasa (hubungan suami isteri) akandinomorduakan?Dan ketika Alvin Toffler menanyakan kapan Cloning bisa dilakukan, seorang pemenang hadiah Nobel
 Joshua Lederberg 
menjawab, “Ini sudah bisa dilakukan padaamphibia. Dan jika sekali waktu seseorang sudah memiliki keberanian untuk mencobanya pada manusia, saya tak bisa membayangkannya. Tapi menurut perkiraan saya ini akan terjadiantara sekarang sampai 15 tahun lagi. Dalam 15 tahun ini”.Lederberg mengucapkannya sebelum tahun 1970, dan sekarang sudah lewat 15 tahun.Masih belum ada yang berani mencobanya. Tapi kan tidak ada jaminan tidak ada manusiayang tidak akan mencobanya.
Reaksi Vatikan dan Islam
Beberapa tahun lalu, Vatikan mengeluarkan sebuah dokumen Gereja Katolik terpentingsoal ini. Dokumen yang berjudul
 Instruksi Tentang Penghargaan Bagi Hidup Manusia Pada Asal Mulanya Dan Tentang Martabat Orang Tua
itu dengan keras mengecam metode “bayitabung”, inseminasi buatan, seleksi jenis kelamin anak, dan “ibu titipan”.3

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sabrina Zah liked this
ubedubaedilah liked this
Datuk Berhalo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->