Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
penanggulangan hiv aids-17 jun 08

penanggulangan hiv aids-17 jun 08

Ratings:

4.67

(3)
|Views: 3,244 |Likes:

More info:

Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
 
Alamat:
Gedung Utama Lantai M1 Jl.HR Rasuna Said Kav.4-5 Karet Kuningan Jakarta 12490Telp:021-52920746, 021-52920747. Faximile:021-52920311.Email:informasi@hukumham.info. Website:www.hukumham.info
1 
Pusat Informasi dan Komunikasi
Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI
DATA OLAHAN
Penanggulangan HIV-AIDS di LP/Rutan 2009 2013
Penanggulangan, pengobatan dan perawatan Narapidana pengguna narkoba danHIV-AIDS di Lembaga Pemasyarakatan/Rumah Tahanan Negara (Lapas/Rutan) diIndonesia terjadi peningkatan serius terhadap masalah HIV-AIDS padanarapidana/tahanan Lapas/Rutan di Indonesia untuk tahun 2009 – 2013 denganprioritas difokuskan pada 95 Lapas/Rutan.Proposal ini disusun dibawah tanggung jawab koordinasi SubDirektorat Binsustik,Dirjenpas berkoordinasi dengan Direktorat dan subunit terkait lainya di jajaranDephukham dan bekerjasama dengan tim dari Departemen terkait lainnya, KomisiPenanggulangan AIDS, dan Lembaga Donor Internasional dan Nasional.Dimana upaya-upaya yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir inisebagian besar didapatkan dari dana bantuan International. Sampai dengan saat iniDepartemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI cq.Direktorat Jenderal Pemasyarakatan belum memiliki pos anggaran tersendiri yangkhusus untuk pelaksanaan program dan kegiatan penanggulangan HIV-AIDS danpenyalahgunaan narkoba di Lapas/Rutan, dan kondisi ini dirasakan menjadihambatan utama untuk Dirjenpas dapat merespons secara optimal, cepat, meluasdan berkesinambungan.Penyebaran HIV-AIDS di Indonesia terjadi dengan cepat. Trend penyebaran HIV-AIDS ini adalah melalui penggunaan jarum suntik (penasun) secara bergantian danselanjutnya mereka akan menularkan kepada pasangannya.Dengan estimasi populasi rawan tertular HIV pada tahun 2006 sebesar 193.000(169.000 – 216.800) orang, diketahui hingga bulan September 2007 jumlahkumulatif kasus HIV-AIDS di Indonesia adalah 16.288 (5.904 kasus HIV dan 10.384kasus AIDS), dimana 49,5% dari kasus AIDS tersebut adalah penasun.
1
 
Masalah Narkoba dan HIV-AIDS di Lapas/Rutan Indonesia.
Jumlah narapidana/tahanan di Indonesia pada tahun 2008 adalah 127.238 orangyang ditempatkan di 464 Lapas/Rutan dengan kapasitas keseluruhan sebesar 80.298orang. Hal ini menunjukkan bahwa situasi penjara di Indonesia mengalami kelebihankapasitas sebesar 55%.
Tabel I: Perbandingan Rata-rata Pertahun Jumlah Penghuni denganKapasitas Lapas/Rutan di IndonesiaTahunKeteranganPembanding2002002002002002002002007
1
Departemen Kesehatan RI. Situasi Kasus HIV dan AIDS di Indonesia s.d September 2007.
 
 
Alamat:
Gedung Utama Lantai M1 Jl.HR Rasuna Said Kav.4-5 Karet Kuningan Jakarta 12490Telp:021-52920746, 021-52920747. Faximile:021-52920311.Email:informasi@hukumham.info. Website:www.hukumham.info
2 
Pusat Informasi dan Komunikasi
Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI
DATA OLAHAN
0 1 2 3 4 5 6
TahananDewasadanPemuda19,7320,47425,13325,72031,66438,07247,12150,016TahananAnak756 973 945 865 8801,6101,5822,175Narapidana32,56135,92539,81543,02654,35950,77062,18572,914AnakDidik1,8242,1162,0671,9761,9841,8011,8522,133Penghuni
Jumlah54,31459,48867,96071,58788,88789,708111,357127,238
Napi danTahananNarkotika- -7,21111,97317,06021,08231,46538,172Kapasitas64,61964,61964,34566,89168,14168,14176,55080,289Presentase OverKapasitas (%)- - 6 7 3031,6545,4758,34Sumber: Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Maret, 2005)Hingga saat ini Indonesia memang sudah memiliki 14 Lapas Khusus Narkotika. Akantetapi ketigabelas Lapas Narkotika tersebut tidak mampu menampung jumlahnarapidana/tahanan kasus narkoba yang terus mengalami peningkatan hinggamencapai 38.172 orang di bulan Oktober 2007.Akibatnya banyak narapidana/tahanan kasus narkoba ditempatkan di Lapas/RutanUmum. Kecenderungan yang muncul dalam beberapa tahun terakhir ini adalahbanyak pula narapidana/tahanan umum (bukan kasus narkoba), tetapi ternyatamemiliki latar belakang sebagai pengguna narkoba ketika mereka masih berada didalam masyarakat.
 
Pengguna Narkoba di Lapas/Rutan.
Menurut data mengenai jumlahnarapidana/tahanan narkoba per Oktober 2007, diketahui 74% adalah pemakai(dimana 40%nya pemakai jarum suntik), 24% pengedar dan 2% produsen.
 
 
HIV-AIDS di Lapas/Rutan.
Menurut hasil surveillance yang dilakukan olehDepartemen Kesehatan RI ke beberapa Lapas/Rutan di Indonesia selama beberapa
 
 
Alamat:
Gedung Utama Lantai M1 Jl.HR Rasuna Said Kav.4-5 Karet Kuningan Jakarta 12490Telp:021-52920746, 021-52920747. Faximile:021-52920311.Email:informasi@hukumham.info. Website:www.hukumham.info
3 
Pusat Informasi dan Komunikasi
Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI
DATA OLAHAN
tahun terakhir diketahui prevalensi narapidana/tahanan HIV-AIDS di Lapas/Rutanpada tahun 2006 adalah 5,4 %. Sejak tahun 2004 hingga 2006 terjadi peningkatandari tahun sebelumnya. Data surveilance pada tahun 2006 menunjukkan bahwaprevalensi HIV/AIDS di Lapas Cipinang adalah 30,36%, dan di Lapas Klas IIADenpasar, Kerobokan, Bali adalah 3,45%.
 
 
Tingkat Kematian di Lapas/Rutan.
Angka kematian narapidana/tahanan diIndonesia selama 6 (enam) tahun terakhir ini terus mengalami peningkatan.Peningkatan tajam terjadi pada tahun 2004 yaitu sebesar 49% dari tahunsebelumnya. Jumlah narapidana/tahanan yang meninggal tersebut sejak tahun 2004hingga 2007 secara berturut-turut meningkat sebesar 21%, 4% dan 7%. Umumnyapenyebab kematian narapidana/tahanan narkoba ini adalah HIV-AIDS (12%), TBC(10%), Hepatitis (4%), gangguan pencernaan (11%), gangguan pernapasan (13%),penyakit lain-lain (29%) dan tidak diketahui (21%). Dari data tersebut, jikadiklasifikasikan menurut provinsi, maka diketahui angka kematian tertinggi terjadi diLapas/Rutan DKI Jakarta (29%) dan Jawa Barat (20%).
 
 
Perilaku Beresiko di Lapas/Rutan.
Menurut Studi
 “Rapid Assesment” 
yangdilakukan di Lapas/Rutan Jakarta, terdapat informasi dari para narapidana/tahananbahwa penggunaan narkoba dikalangan mereka adalah dengan menggunakan
 jarumsuntik dan memakainya secara bersama
.
2
 
Hubungan sexual
juga terjadi diantarapara tahanan tetapi angka beresikonya tidak setinggi pemakai jarum suntik. Selainitu juga terdapat anekdot/cerita pengalaman beberapa mantan narapidana tentangkasus
perkosaan
(tidak banyak) serta
sex komersil demi narkoba
yang terjadi dilapas. Selain itu juga terdapat perilaku beresiko lainnya yaitu
tatoo dan/atau tindik
 yang dianggap souvenir di penjara.
 
Respon Nasional
Upaya penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia dikoordinasikan oleh KomisiPenanggulangan AIDS Nasional, dimana Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusiasebagai salah satu anggotanya. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan merupakansalah satu unit eselon I dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia yangmenangani Sistem Pemasyarakatan di Indonesia.Sebagai respon terhadap perkembangan jumlah narapidana/tahanan narkoba, makatahun 2002 dibentuklah Direktorat Bina Khusus Narkotika
3
yang berwenang untukmenangani permasalahan yang berkaitan dengan narapidana/tahanan narkotika danHIV-AIDS, baik yang ditempatkan di Lapas/Rutan Umum maupun khususnya diLapas Khusus Narkotika.

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Pa Widiastuti liked this
Meutia Putri liked this
tempegorenk11 liked this
Ni Nonoko Agoes liked this
Yonatan Selan liked this
Bambang Adi liked this
Oliver Putra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->