Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Klasifikasi Belanja dan Perhitungan Biaya Aktivitas

Klasifikasi Belanja dan Perhitungan Biaya Aktivitas

Ratings: (0)|Views: 882 |Likes:
Published by Deddi Nordiawan
Menyadari tidak dimungkinkannya perhitungan cost/unit selama belum diterapkannya accrual basis, tulisan ini mencoba menginisiasi sebuah pemikiran tentang bagaimana cost/activity bisa dibuat ...
Menyadari tidak dimungkinkannya perhitungan cost/unit selama belum diterapkannya accrual basis, tulisan ini mencoba menginisiasi sebuah pemikiran tentang bagaimana cost/activity bisa dibuat ...

More info:

Published by: Deddi Nordiawan on Jan 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/14/2013

pdf

text

original

 
 
KLASIFIKASI BELANJADANPERHITUNGAN BIAYA AKTIVITAS
Deddi Nordiawan*JAKARTA, 1 JUNI 2009
* Penulis adalah Dosen FEUI, Trainer di LPEM UI, Konsultan Keuangan Daerah di Medina Consulting, dan peneliti di Yayasan Prabandha 
 
2
TABLE OF CONTENTS
 
1.
 
LATAR BELAKANG
.................................................................................................................................................. 3
 
2.
 
TINJAUAN TEORI DAN KONSEP
..................................................................................................................... 4
 
2.1.
 
Anggaran Kinerja
............................................................................................................................................. 4
 
2.2.
 
Biaya
......................................................................................................................................................................... 6
 
3.
 
PENGATURAN DALAM PERMENDAGRI 13/2006
.................................................................................. 7
 
3.1.
 
Pendekatan Penganggaran
........................................................................................................................ 7
 
3.2.
 
Belanja
.................................................................................................................................................................... 8
 
3.2.1.
 
Belanja tidak langsung
....................................................................................................................... 9
 
3.2.2.
 
Belanja langsung
.................................................................................................................................. 10
 
3.2.3.
 
Analisis Klasifikasi Belanja
................................................................................................................. 11
 
4.
 
PERHITUNGAN BIAYA KEGIATAN
............................................................................................................... 14
 
4.1.
 
Memisahkan belanja yang tidak terkait kinerja
........................................................................... 14
 
4.2.
 
Menentukan rumpun belanja tidak langsung
............................................................................... 14
 
4.3.
 
Menentukan Alokasi Biaya
....................................................................................................................... 15
 
5.
 
KESIMPULAN
............................................................................................................................................................. 17
 
 
3
1. LATAR BELAKANG
Pengelolaan keuangan daerah merupakan sebuah proses yang terdiri atas beberapatahapan dimulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan danpertanggungjawaban. Keseluruhan proses tersebut dilaksanakan secara simultanmelibatkan berbagai pihak dalam struktur pemerintahan daerah dan meliputi ribuanbahkan jutaan transaksi. Tahapan-tahapan itu juga dituntut agar terlaksana secaraefisien, efektif, transparan dan akuntabel.Reformasi keuangan daerah yang ditandai yang dilaksanakan dalam 10 tahun terakhirmencoba menempatkan keseluruhan proses pengelolaan keuangan daerah tersebutdalam struktur yang dianggap lebih efisien dan efektif. Salah satu konsekuensi darireformasi adalah modernisasi pendekatan penganggaran dari yang sebelumnyatradisional menjadi pendekatan kinerja. Bahkan dalam ketentuan paling akhir, kitadiamanatkan untuk melakukan proses penganggaran menggunakan pendekatanKerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM/MTEF).Pendekatan kinerja adalah sebuah teknologi, yang di dalamnya terangkai teknik-teknikpenganggaran dalam patron asumsi-asumsi, yang jika rangkaian dan/atau asumsitersebut tidak terpenuhi maka tujuan reformasi tidak akan tercapai. Anggaran Kinerjaadalah suatu pendekatan dimana pemerintah diharapkan lebih menitikberatkan padaaspek kinerja dibandingkan dengan pendekatan tradisional yang lebih berkonsentrasipada angka-angka semata. Dengan demikian, pendekatan kinerja menuntut adanyaindikator, baik pada saat input dikelola maupun pada saat keluaran (output) dan hasil(outcome) diperoleh.Dengan tuntutan seperti itu, dibutuhkan kebijakan tentang klasifikasi belanja yang tepat,yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat belanja-belanja apa saja yangterkait dengan kegiatan dengan output tertentu dan belanja-belanja apa saja yang tidakterkait kinerja.Pada saat ini, Permendagri 13/2006 mengklasifikasikan belanja dalam kelompokbelanja langsung dan belanja tidak langsung. Dalam aplikasinya, klasifikasi tersebutsecara teknis dapat diterapkan oleh pemerintah daerah. Namun, klasifikasi tersebutdalam beberapa hal menimbulkan mispersepsi di kalangan pengguna, baik pemerintah,akademisi, LSM, maupun masyarakat secara keseluruhan.Beberapa mispersepsi tersebut diakibatkan oleh definisi klasifikasi belanja langsungdan belanja tidak langsung yang dikaitkan dengan jenis belanja. Dinyatakan dalamPermendagri 13/2006, Belanja Tidak Langsung terdiri atas belanja pegawai, bunga,hibah, bantuan sosial, bantuan keuangan, subsidi dan belanja tidak terduga, serta

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
pretts2 liked this
Salsya Bila liked this
tsefenvold liked this
Hamdy Rivandi liked this
Rafizi Fizi liked this
Hafsah Linggar liked this
Chisato Choco liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->