1.
Bahan dasar Roti
Bahan Penyusun Pada prinsipnya roti dapat dibuat dari berbagai jenistepung, seperti terigu, jagung, beras, garut, singkong, dan lain-lain. Namun,dalam praktiknya, terigu merupakan bahan baku yang paling ideal untuk pembuatan roti. Tepung terigu adalah bahan utama dalam pembuatanroti.Perhatikan di dalam memilih jenis terigu. Jenis yang paling tepat adalahtepung terigu jenis hard wheat dengan kandungan gluten di atas 12,5 %.Kandungan glutennya yang tinggi akan membentuk jaringan elastis selama proses pengadukan. Pada tahap fermentasi gas yang terbentuk oleh yeast akantertahan oleh jaringan gluten, hasilnya adonan roti akan mengembang besar dan empuk teksturnya. Jangan Anda bersepekulasi dengan menambahkan jenis tepung-tepungan yang lain, kalau tidak roti akanpadat, berat, bervolumekecil dan teksturnya kasar.Roti umumnya dibuat dari tepung terigu kuat. Maksudnya tepungmampu menyerap air dalam jumlah besar, dapat mencapai konsistensi adonanyang tepat, memiliki elastisitas yang baik untuk menghasilkan roti denganremah halus, tekstur lembut, volume besar, dan mengandung 12-13 persen protein.Komposisi roti tawar umumnya terdiri dari 57 persen tepung terigu,36 persen air, 1,6 persen gula, 1,6 persen shortening (mentega atau margarin),1 persen tepung susu, 1 persen garam dapur, 0,8 persen ragi roti (yeast), 0,8 persen malt dan 0,2 persen garam mineral. Berdasarkan kadar proteinnya,terigu dibedakan atas terigu tipe kuat (hard wheat), tipe sedang (mediumwheat), dan tipe lemah (soft wheat).Kandungan protein pada terigu tipe kuat paling tinggi dibandingkandengan terigu tipe lainnya. Dalam pembuatan roti, penggunaan terigu tipekuat lebih disukai karena kemampuan gluten (jenis protein pada tepungterigu) yang sangat elastis dan kuat untuk menahan pengembangan adonanakibat terbentuknya gas karbondioksida (CO2) oleh khamir Saccharomycescereviseae. Semakin kuat gluten menahan terbentuknya gas CO2, semakinmengembang volume adonan roti. Mengembangnya volume adonanmengakibatkan roti yang telah dioven akan menjadi mekar. Hal ini terjadikarena struktur berongga yang terbentuk di dalam roti.