Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
13Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aspek Hukum Dalam Pelaksanaan Euthanasia Di Indonesia

Aspek Hukum Dalam Pelaksanaan Euthanasia Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 1,541|Likes:

More info:

Published by: Priyo Bhekti Nusanto on Jan 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/23/2013

pdf

text

original

 
http://hukumkes.wordpress.com/2008/03/15/aspek-hukum-dalam-pelaksanaan-euthanasia-di-indonesia
/
Page 1
TRANSPLANTASI ORGAN DAN ASPEKMEDIKOLEGALNYA
ANGGOYA KELOMPOK:AGUNG BUDI CBANGKIT SEKO BAGUSPRIYO BHEKTI NSEVYWELLA
 
http://hukumkes.wordpress.com/2008/03/15/aspek-hukum-dalam-pelaksanaan-euthanasia-di-indonesia
/
Page 2
Aspek Hukum dalam Pelaksanaan Euthanasia di Indonesia
Setiap makhluk hidup, termasuk manusia, akan mengalami siklus kehidupan yangdimulai dari proses pembuahan, kelahiran, kehidupan di dunia dengan berbagai permasalahannya, serta diakhiri dengan kematian.Dari proses siklus kehidupan tersebut,kematian merupakan salah satu yang masih mengandung misteri besar, & ilmu pengetahuan belum berhasil menguaknya.Untuk dapat menentukan kematian seseorang sebagai individudiperlukan kriteria diagnostik yang benar berdasarkan konsep diagnostik yang dapatdipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kematian sebagai akhir dari rangkaian kehidupan adalahmerupakan hak dari Tuhan. Tak seorangpun yang berhak menundanya sedetikpun, termasuk mempercepat waktu kematian. Tapi, bagaimana dengan hak pasien untuk mati gunamenghentikan penderitaannya?Hak pasien untuk mati, yang seringkali dikenal dengan istilaheuthanasia, sudah kerap dibicarakan oleh para ahli. Namun masalah ini akan terus menjadi bahan perdebatan, terutama jika terjadi kasus-kasus menarik.Adakah sesuatu yang istimewa yang membuat euthanasia selalu menarik untuk dibicarakan? Para ahli agama, moral, medis, & hukum belum menemukan kata sepakat dalammenghadapi keinginan pasien untuk mati guna menghentikan penderitaannya. Situasi inimenimbulkan dilema bagi para dokter, apakah ia mempunyai hak hukum untuk mengakhirihidup seorang pasien atas permintaan pasien itu sendiri atau keluarganya, dengan dalihmengakhiri penderitaan yang berkepanjangan, tanpa dokter itu sendiri menghadapi konsekuensihukum. Sudah barang tentu dalam hal ini dokter tersebut menghadapi konflik dalam batinnya.Sebagai dampak dari kemajuan kemajuan ilmu & teknologi kedokteran (iptekdok),kecuali manfaat, ternyata berdampak terhadap nilai-nilai etik/moral, agama, hukum, sosial, budaya, & aspek lainnya.Kemajuan iptekdok telah membuat kabur batas antara hidup & mati.Tidak jarang seseorang yang telah berhenti pernapasannya & telah berhenti denyut jantungnya, berkat intervensi medis misalnya alat bantu nafas (respirator), dapat bangkit kembali.Kadangupaya penyelamatan berhasil sempurna tanpa cacat, tapi terkadang fungsi pernapasan & jantungkembali normal, tanpa disertai pulihnya kesadaran, yang terkadang bersifat permanen. Secaraklinis dia tergolong ³hidup´, tetapi secara sosial apa artinya? Dia hanya bertahan hidup dengan bantuan berbagai alat medis.Bantuan alat medis tersebut menjadi patokan penentuan kematian pasien tersebut.Permasalahan penentuan saat kematian sangat penting bagi pengambilan keputusan baik olehdokter maupun keluarga pasien dalam kelanjutan pengobatan, apakah dilanjutkan ataudihentikan. Dilanjutkan belum tentu membawa hasil, tetapi yang jelas menghabiskan materi,sedangkan bila dihentikan pasti akan membawa ke fase kematian. Penghentian tindakan medistersebut merupakan salah satu bentuk dari euthanasia. Sampai saat ini, euthanasia masihmenimbulkan pro & kontra di masyarakat.
 
http://hukumkes.wordpress.com/2008/03/15/aspek-hukum-dalam-pelaksanaan-euthanasia-di-indonesia
/
Page 3
M
ereka yang menyetujui tindakan euthanasia berpendapat bahwa euthanasia adalah suatutindakan yang dilakukan dengan persetujuan & dilakukan dengan tujuan utama menghentikan penderitaan pasien. Prinsip kelompok ini adalah manusia tidak boleh dipaksa untuk menderita.Dengan demikian, tujuan utama kelompok ini yaitu meringankan penderitaan pasien denganmemperbaiki resiko hidupnya.Kelompok yang kontra terhadap euthanasia berpendapat bahwaeuthanasia merupakan tindakan pembunuhan terselubung, karenanya bertentangan dengankehendak Tuhan. Kematian semata-mata adalah hak dari Tuhan, sehingga manusia sebagaimakhluk ciptaan Tuhan tidak mempunyai hak untuk menentukan kematiannya.
M
enurut PPno.18/1981 pasal 1g menyebutkan bahwa: ³
M
eninggal dunia adalah keadaan insani yangdiyakini oleh ahli kedokteran yang berwenang, bahwa fungsi otak, pernapasan, & atau denyut jantung seseorang telah berhenti´. Definisi mati ini merupakan definisi yang berlaku diIndonesia.
M
ati itu sendiri sebetulnya dapat didefinisikan secara sederhana sebagai berhentinyakehidupan secara permanen (permanent cessation of life). Hanya saja, untuk memahaminyaterlebih dahulu perlu memahami apa yang disebut hidup.Para ahli sependapat jika definisi hidupadalah berfungsinya berbagai organ vital (paru-paru,jantung, & otak) sebagai satu kesatuan yangutuh, ditandai oleh adanya konsumsi oksigen. Dengan demikian definisi mati dapat diperjelaslagi menjadi berhentinya secara permanen fungsi organ-organ vital sebagai satu kesatuan yangutuh, ditandai oleh berhentinya konsumsi oksigen.
M
eskipun euthanasia bukan merupakan istilah yuridis, namun mempunyai implikasihukum yang sangat luas, baik pidana maupun perdata. Pasal-pasal dalam KUHP menegaskan bahwa euthanasia baik aktif maupun pasif tanpa permintaan adalah dilarang. Demikian puladengan euthanasia aktif dengan permintaan. Berikut adalah bunyi pasal-pasal dalam KUHPtersebut:Pasal 338: ³Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain karena pembunuhan biasa, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya lima belas tahun.´Pasal 340: ³Barangsiapa dengan sengaja & direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa oranglain, karena bersalah melakukan pembunuhan berencana, dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya duapuluh tahun.´Pasal 344: ³Barang siapa menghilangkan jiwa orang lain atas permintaan orang itu sendiri, yangdisebutkannya dengan nyata & sungguh-sungguh dihukum penjara selama-lamanya duabelastahun.´Pasal 345: ³Barangsiapa dengan sengaja membujuk orang lain untuk bunuh diri, menolongnyadalam perbuatan itu atau memberi sarana kepadanya untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun, kalau orang itu jadi bunuh diri.´Pasal 359: ³
M
enyebabkan matinya seseorang karena kesalahan atau kelalaian, dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun atau pidana kurungan selama-lamanya satu tahun´

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Budul Isa liked this
Yant Muhammad liked this
irtsalus liked this
Atiqoh Hasan liked this
pank_kid liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->