Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
SEJARAH PENCAK SILAT 
 Pencak silat adalah seni bela diri asli Indonesia yang berabad-abad umurnya dandiwariskan secara turun-temurun dari generasi satu kegenerasi berikutnya.Menurut prof.Dr.Purbo Caroko dalam bukunya dituliskan bahwa Pencak Silat diteropongdari sudut kebangsaan Indonesia,wongso Negoro juga menuliskan dalam buku bahwa PencakSilat adalah gerak serang dan bela diri yang berupa tari yang berirama dengan peraturan adatkesopanan tertentu yang biasanya untuk pertunjukan umum,adapun ciri-ciri gerakan pencaksilat Indonesia yaitu:1. Bersifat lentur,halus dan lemas tapi tetap menggunakan tenaga pada saat-saattertentu.2. Tidak membutuhkan banyak ruang.3. Lebih mengutaamakan mengelak,memeindahkan serangan lawan dan menguncidari pada membenturkan tenaga.4. Banyak mnggunakan tenaga lawan dengan memanfaatkan keseimbangan lawan.5. sikap tangan selalu dekat dengan badab,kecuali saat melakukan penyerangan.6. Tendangan tidak terlalu tinggi dan tidak banyak menggunakan permainan tengahataupun bawah.7. Dalam melakukan serangan/tangkisan tidak banyak suara.8. Banyak tian ringan dalam melangkah.9. Sikap selalu tenang dan santai tetapi tetap waspada.10. Menggunakan kecepatan,ketepatan dan kelincahan.Meskipun ada ciri-ciri umum yang disebutkan diatas setiap daerah mempunyai ciri-cirikhusus yang disebabkan oleh pengaruh budaya,keadaan wilayah,kepribadian dan pendidikansetempat.1
 
 
SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA
SH 
 
SH didirikan oleh KI NGABEI SOERO DIWIRJO yang diawali dengan berdirinya sedulur tunggalkecer pada tahun 1903 dikampung Tambak Gringsing,KI NGABEI SOERO DIWIRJO pada masakecilnya bernama MAS DHAN lahir Sabtu pahing 1869(tidak diketahui tanggal dan bulan).Beliau keturunan bupati gresik,ayahnya bernama KI NGABEI SOERO MIHARJO mantri cacardaerah Ngimbang Jombang,dan berikut saudara-saudaranya beliau:1.
 
Mas Dhan/KI Ngabei Soero Diwirjo2.
 
Noto/Gunadi tinggal di Surabaya3.
 
Suradi/Adi tinggal di Aceh4.
 
Wongso Harjo tinggal di Madiun5.
 
Karto Diwirjo tinggal di JombangSaudara laki-laki ayahnya bernama KI Ngabei Soero Amiprojo sebagai Wedono di WonokromoSurabaya,saudara sepupunya adalah Raden Mas Kusumo Dinoto sebagai bupati Kediri.Seluruh keluarga ini keturunan dari Bethro Kathong di Ponorogo,putra raja Brawijaya diMojopahit.Tahun 1884 beliau berumur 15
th
dan magang menjadi juru tulis sebagai Kontrolir diJombang,sambil belajar dan mengajar ngaji beliau belajar pencak silat yang merupakan dasarkegemaran beliau untuk memperdalam pencak silat dari pendekar-pendekar periangan,adapun jurus-jurus yang di peroleh yaitu:-
 
Cimande-
 
Cikalong-
 
Cipete-
 
Cibedhuyut-
 
Cimalaya-
 
Ciampas-
 
Sumedangan2
 
 Pada tahun 1886 beliau pindah ke Betawi dan bekerja di kantor Kontrolir Jakarta dan sekaligusmemperdalam pencak silat disana dan mendapatkan jurus-jurus:-
 
Betawen-
 
Kwitang-
 
Monyetan-
 
Permainan toyaTahun 1887 beliau pindah pekerjaan di kantor Kontrolir Padang,beliau berguru pada Datuk RajaBaduo di Ampengale kecamatan Pauh kota Padang,setelah Datuk Raja Baduo meninggal digantiadiknya yaitu Datuk Baduo.KI Ngabei Soero Diwirjo belajar selama 10 thn dan mendapat jurus-
 
Bungus-
 
Sport de kock-
 
Alang Lawas-
 
Klinto-
 
Alang Lipe-
 
SterlakSebagai tanda lulus beliau mempersembahkan pakaian hitam-hitam komplit pada gurunya.Di Padang beliau bertemu dengan Nyoman Ida Gempol,orang bali yang dibuang Belanda kePadang,beliau berguru ilmu kebatinan yang ilmunya menjiwai KI Ngabei Soero Diwirjo dalamsetia hati.Tahun 1897 beliau kawin dengan gadis di daerah Padang,pada tahun 1898 beliau danistrinya pindah ke Aceh bersama adiknya untuk belajar pencak silat pada Tengku AchmadIbrahim dan beliau memdapat jurus-jurus:-
 
Langsa-
 
Simpangan-
 
Kucingan-
 
Ginjai-
 
Taruntung3
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more