Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
83Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Ratings:

4.71

(7)
|Views: 10,122 |Likes:
Published by anon-254039

More info:

Published by: anon-254039 on Aug 10, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

 
Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Sebagian perubahan-perubahan yang terjadi pada diri seseorang merupakanbagian dari pertumbuhan dan perkembangannya, sedangkan sebagian lagi dariperubahan-perubahan itu tidak ada kaitannya sama sekali.Seifert dan Haffnung membendakan tiga tipe (domain) perkembangan yaitu:Perkembangan fisik mencakup pertumbuhan biologis. Misalnya, pertumbuhanotak, otot, tulang serta penuaan dengan berkurangnya ketajaman pandangan matadan berkurangnya kekuatan otot-otot.Perkembangan kognitif mencakup perubahan-perubahan dalam berpikir,kemampuan berbahasa yang terjadi melalui proses belajar.Perkembangan psikososial berkaitan dengan perubahan-perubahan emosi danidentitas pribadi individu, yaitu bagaimana seseorang berhubungan dengankeluarga, teman-teman dan guru-gurunya. Ketiga domain tersebut padakenyataannya saling berhubungan dan saling berpengaruh.Sejak tahun 1980-an semakin diakui pengaruh keturunan terhadap perbedaanindividu. Menurut Santrok (1992) semua aspek dalam perkembangan dipengaruhioleh faktor genetik. Aspek-aspek yang paling banyak diteliti sehubungan denganpengaruh genetik ini ialah kecerdasan dan temperamen.Arthur Jensen (1969) melontarkan pendapatnya bahwa kecerdasan itu diwariskan,dengan pengaruh yang sangat minimal dari lingkungan dan budaya. MenurutJensen pengaruh keturunan terhadap kecerdasan sebesar 80 persen, sedangkanmenurut ahli lain sebesar 50 persen.Temperamen adalah gaya perilaku atau karakteristik dalam merespons lingkungan.Ada bayi yang sangat aktif dengan menggerak-gerakan tangan, kaki dan mulutnyadengan keras, ada pula yang lebih tentang. Ada bayi yang merespons orang laindengan hangat, ada pula yang pasif dan acuh tidak acuh.Menurut Thomas & Chess (1991) ada tiga dasar temperamen yaitu yang mudah,yang sulit dan yang lambat untuk dibangkitkan. Beberapa ahli perkembanganberpendapat bahwa temperamen adalah karakteristik bayi yang baru lahir yangakan dibentuk dan dimodifikasi oleh pengalaman-pengalaman masa kecil yang
 
ditemui dalam lingkungannya. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa terdapatinteraksi antara keturunan dan lingkungan dalam terjadinya perkembangan.Menurut Santrok dan Yussen (1992) perkembangan adalah pola gerakan atauperubahan yang dimulai sejak saat pembuahan dan berlangsung terus selama sikluskehidupan. Pola gerakan ini kompleks dan merupakan produk dari beberapaproses yaitu: biologis, kognitif dan sosial.Pembagian waktu dalam perkembangan disebut fase-fase perkembangan. Santrok dan Yussen membaginya atas lima fase yaitu: fase pranatal (saat dalamkandungan); fase bayi (sejak lahir sampai umur 18 atau 24 bulan), fase kanak-kanak awal sampai umur 5 - 6 tahun, kadang-kadang disebut fase pra sekolah; fasekanak-kanak tengah dan akhir, sampai umur 11 tahun, sama dengan usia sekolahdasar terakhir fase remaja yang merupakan transisi dari masa kanak-kanak kemasa dewasa awal, antara umur 10/13 sampai 18/22 tahun.Erik H. Erikson yang melahirkan teori perkembangan afektif mengemukakanbahwa perkembangan manusia adalah sintesis dari tugas-tugas perkembangan dantugas-tugas sosial. Perkembangan afektif menurut Erikon terdiri dari delapan fase:1.Trust vs, Mistrust/kepercayaan dasar (0;0 - 1;0)2.Autonomy vs. Shame and Doubt/otonomi (1;0 - 3;0)3.Initiative vs. Guilt/inisiatif (3;0 - 5;0)4.Industry vs. Inferiority/produktivitas (5;0 - 11;0)5.Identity vs. Role Confusion/identitas(12;0 - 18;0)6.Intimacy vs. Isolation/keakraban (19;0 - 25;0)7.Generativiy vs. Self Absorption/generasi berikut (2;5 - 45;0)8.Integrity vs. Despair/integritas (45;0 …)Jean Piaget membagi perkembangan kognitif atas empat fase:1.Sensor motorik (0;0 - 2;0)2.Pra operasional (2;0 - 7;0)3.Operasional konkret (7;0 - 11;0)4.Operasional formal (11;0 - 15;0)
 
Robert J. Havighurst mengemukakan bahwa pada usia-usia tertentu seseorangharus mampu melakukan tugas-tugas perkembangan. Kemampuan merupakankeberhasilan yang memberikan kebahagiaan serta memberi jalan bagi tugas-tugasberikutnya, dan terdiri dari tugas perkembangan;1.Masa kanak-kanak (usia bayi dan usia TK)2.Masa anak (usia SD)3.Masa remaja4.Masa dewasa awal5.Masa setengah baya6.Masa tuaMenurut Havighurst setiap tahap perkembangan individu harus sejalan denganperkembangan aspek-aspek lainnya, yaitu fisik, psikis, emosional, moral dan sosial.Hukum-Hukum PerkembanganDalam perkembangan manusia terdapat hukum-hukum yang diperoleh melaluipenelitian, kajian teori dan praktek. Carol Gestwicki (1995) mengemukakanbahwa:1.Dalam perkembangan terdapat urutan yang dapat diramalkan.2.Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembanganberikutnya.3.Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal.4.Perkembangan itu maju berkelanjutan dan semua aspek-aspeknyamerupakan kesatuan yang saling mempengaruhi.5.Perkembangan itu maju berkelanjutan dan semua aspek-aspeknyamerupakan kesatuan yang saling mempengaruhi.6.Setiap individu berkembang sesuai dengan waktunya masing-masing.7.Perkembangan berlangsung dari yang sederhana kepada yang kompleks,dari yang umum kepada yang khusus.Menurut Sutterly Donnely (1973) terhadap 10 prinsip dasar pertumbuhan.

Activity (83)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Muhar Randi liked this
adiosperniti liked this
adiosperniti liked this
Miftahul Jannah liked this
Rhiriez Sutrisno liked this
Hoshiie Adja liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->