Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
45Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
tindak tutur

tindak tutur

Ratings: (0)|Views: 3,593 |Likes:
Published by samsifriendly

More info:

Published by: samsifriendly on Jan 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/11/2013

pdf

text

original

 
Understanding speech act is very important in order to have the real meaningfulcommunication. Learners of foreign languages tend to have difficulty understandingtheintended meaning communicated by speech act, or producing a speech act usingappropriate language and manner in the language being learned. Requests are partof speech acts that are mostly used in day to day communication. In the process of language learning and teaching, requests are mostly used by the students to theteacherand vice versa. This study investigates speech acts focusing on request and itsspeechpoliteness during the English language learning and teaching process.
TINDAK TUTUR KurniawanA. Pengertian Tindak Tutur Menurut Muhammad Rohmadi, (2004) teori tindak tutur pertama kali dikemukakan oleh Austin(1956), seorang guru besar di Universitas Harvard. Teori yang berwujud hasil kuliah itukemudian dibukukan oleh J.O.Urmson (1965) dengan judul How to do Things with words?.Akan tetapi teori itu baru berkembang secara mantap setelah Searle (1969) menerbitkan bukuyang berjudul Speech Acts : An Essay in the Philosophy of language menurut Searle dalamsemua komunikasi linguistik terdapat tindak tutur. Ia berpendapat bahwa komunikasi bukansekadar lambang, kata atau kalimat, tetapi akan lebih tepat apabila disebut produk atau hasil darilambang, kata atau kalimat yang berwujud perilaku tindak tutur (fire performance of speech acts.Tindak tutur merupakan analisis pragmatik, yaitu cabang ilmu bahasa yang mengkaji bahasa dariaspek pemakaian aktualnya. Leech (1983:5-6) menyatakan bahwa pragmatik mempelajarimaksud ujaran (yaitu untuk apa ujaran itu dilakukan); menanyakan apa yang seseorangmaksudkan dengan suatu tindak tutur; dan mengaitkan makna dengan siapa berbicara kepadasiapa, di mana, bilamana, bagaimana. Tindak tutur merupakan entitas yang bersifat sentral didalam pragmatik dan juga merupakan dasar bagi analisis topik-topik lain di bidang ini seperti praanggapan, perikutan, implikatur percakapan, prinsip kerjasama dan prinsip kesantunan.Berkenaan dengan tuturan, Austin membedakan tiga jenis tindakan: (1) tindak tutur lokusi, yaitutindak mengucapkan sesuatu dengan kata dan kalimat sesuai dengan makna di dalam kamus dan
 
menurut kaidah sintaksisnya. (2) tindak tutur ilokusi, yaitu tindak tutur yang mengandungmaksud; berkaitan dengan siapa bertutur kepada siapa, kapan, dan di mana tindak tutur itudilakukan,dsb. (3) tindak tutur perlokusi, yaitu tindak tutur yang pengujarannya dimaksudkanuntuk mempengaruhi mitra tutur. berikut ini adalah penjelasan lebih lengkap mengenai tindak lokusi, ilokusi dan perlokusi.1. Tindak lokusiTindak lokusi adalah tindak tutur untuk menyatakan sesuatu. Tindak tutur ini sering disebutsebagai The Act of Saying Something. Sebagai contoh tindak lokusi adalah kalimat berikut:(1) Mamad belajar membaca,(2) Ali bermain piano.Kedua kalimat di atas diutarakan oleh penuturnya semata-mata untuk menginformasikan sesuatutanpada tendensi untuk melakukan sesuatu, apalagi untuk mempengaruhi lawan tuturnya. Tindak lokusi merupakan tindakan yang paling mudah diindentifikasi, karena dalam pengidentifikasiantindak lokusi tidak memperhitungkan konteks tuturannya.2. Tindak IlokusiTindak ilakusi adalah tindak tutur yang berfungsi untuk mengatakan atau mengintormasikansesuatu dan dipergunakan untuk melakukan sesuatu. Tindak ilokusi disebut sebagai The Act of Doing Something. Sebagai contoh pada kalimat berikut:(3) Yuli sudah seminar proposal skripsi kemarin.(4) Santoso sedang sakit.Kalimat (3) jika diucapkan kepada seorang mahasiswa semester XII, bukan hanya Sekadar memberikan informasi saja akan tetapi juga melakukan sesuatu, yaitu memberikan doronganagar mahasiswa tadi segera mengerjakan skripsinya. Sedangkan kalimat (4) jika diucapkankepada temannya yang menghidupkan radio dengan volume tinggi, berarti bukan saja sebagaiinformasi teapi juga untuk menyuruh agar mengecilkan volume atau mematikan radionya.Tindak ilokusi sangat sulit diidentifikasi karena terlebih daihuhi harus mempertimbangkan siapa penutur dan lawan tuturnya.3. Tindak PerlokusiTindak perlokusi adalah tindak tutur yang pengutaraannya dimaksudkan untuk mempengaruhilawan tuturnya. Tindak perlokusi disebut sebagai The Act of Affecting Someone. Sebuah tuturanyang diutarakan seseorang sering kali mempunyai daya pengaruh (perlocutionary force) atauefek bagi yang mendengarnya. Efek yang timbul ini bisa sengaja maupun tidak sengaja. Sebagaicontoh dapat dilihat pada kalimat berikut:(5) Kemarin ayahku sakit.(6) Samin bebas SPP.Kalimat (5) jika diucapkan oleh seseorang yang tidak dapat menghadiri undangan temannya,maka ilokusinya adalah untuk meminta maaf, dan perlokusinva adalah agar orang yangmengundangnya harap maklum. Sedangkan kalimat (6) jika diucapkan seorang guru kepada mu-rid-muridnya, maka ilokusinya adalah meminta agar teman-temannya tidak iri, dan perlokusinyaadalah agar teman-temannya memaklumi keadaan ekonomi orang tua Samin.Tindak perlokusi juga sulit dideteksi, karena harus melibatkan konteks tuturnya. Dapatditegaskan bahwa setiap tuturnya dari seorang penutur memungkinkan sekali mengandung lokusisaja, dan perlokusi saja. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa satu tuturan mengandung
 
kedua atau ketiganya sekaligus.Pencetus teori tindak tutur, Searle (1975:59-82; lihat Gunarwan, 1994:85-86) membagi tindak tutur menjadi lima kategori:1. Representative/asertif, yaitu tuturan yang mengikat penuturnyaakan kebenaran atas apa yang diujarkan2. Direktif/impositif, yaitu tindak tutur yangdimaksudkan penuturnya agar si pendengar melakukan tindakan yang disebutkan di dalamtuturan itu3. Ekspresif/evaluatif, yaitu tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya agar ujarannyadiartikan sebagai evaluasi tentang hal yang disebutkan dalam tuturan itu.4. Komisif, yaitu tindak tutur yang mengikat penuturnya untuk melaksanakan apa yang disebutkan di dalam tuturannya5.Deklarasi/establisif/isbati, yaitu tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya untuk menciptakanhal (status, keadaan, dsb) yang baru.B. Jenis Tindak Tutur Wijana (1996:4) menjelaskan bahwa tindak tutur dapat dibedakan menjadi tindak tutur langsungdan tindak tutur tindak langsung, tindak tutur literal dan tidak literal.1. Tindak tutur langsung dan tak langsungSecara formal berdasarkan modusnya, kalimat dibedakan menjadi kalimat berita (deklaratif),kalimat tanya (interrogative) dan kalimat perintah (imperative). Secara konvensional kalimat berita (deklaratif) digunakan untuk memberitahukan sesuatu (informasi); kalimat tanya untuk menanyakan sesuatu, dan kalimat perintah untuk menyatakan perintah, ajakan, permintaaan atau permohonan. Apabila kalimat berita difungsikan secara konvensional untuk mengadakansesuatu, kalimat tanya untuk bertanya dan kalimat perintah untuk menyuruh, mengajak memohon dan sebagainya, maka akan terbentuk tindak tutur langsung (direct speech). Sebagaicontoh : Yuli merawat ayahnya. Siapa orang itu? Ambilkan buku saya! Ketiga kalimat tersebutmerupakan tindak tutur langsung berupa kalimat berita, tanya, dan perintah.Tindak tutur tak langsung (indirect speech act) ialah tindak tutur untuk memerintah seseorangmelakukan sesuatu secara tidak langsung. Tindakan ini dilakukan dengan memanfaatkan kalimat berita atau kalimat tanya agar orang yang diperintah tidak merasa dirinya diperintah. Misalnyaseorang ibu menyuruh anaknya mengambil sapu, diungkapkan dengan Upik, sapunya dimana?”Kalimat tersebut selain untuk bertanya sekaligus memerintah anaknya untuk mengambilkansapu.2. Tindak tutur literal dan tindak tutur tak literalTindak tutur literal (literal speech act) adalah tindak tutur yang dimaksudnya sama denganmakna kata-kata yang menyusunnya. Sedangkan tindak tutur tidak literal (nonliteral speech act)adalah tindak tutur yang dimaksudnya tidak sama dengan atau berlawanan dengan kata-kata yangmenyusunnya. Sebagai contoh dapat dilihat kalimat berikut.1. Penyanyi itu suaranya bagus.2. Suaramu bagus (tapi kamu tidak usah menyanyi)Kalimat (1) jika diutarakan dengan maksud untuk memuji atau mengagumi suara penyanyi yangdibicarakan, maka kalimat itu merupakan tindak tutur literal, sedangkan kalimat (2) penutur  bermaksud mengatakan bahwa suara lawan tuturnya jelek, yaitu dengan mengatakan “Tak usahmenyanyi”. Tindak tutur pada kalimat (2) merupakan tindak tutur tak literal.Apabila tindak tutur langsung dan tak langsung diinteraksikan dengan tindak tutur literal dan tak literal, maka akan tercipta tindak tutur sebagai berikut :1. Tindak tutur langsung literal (direct literal speech act), ialah tindak tutur yang diutarakandengan modus tuturan dan makna yang sama dengan maksud pengutaraannya. Maksudmemerintah disampaikan dengan kalimat perintah, memberitakan dengan kalimat berita, danmenanyakan sesuatu dengan kalimat tanya. Misalnya : Ambilkan buku itu! Kusuma gadis yang

Activity (45)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Jumran Flpers liked this
Noor Eka Chandra liked this
Dani Hamdani liked this
Rini Wangge liked this
Rini Wangge liked this
Julie Kenfi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->