Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Islam Tentang Pembunuhan,Korupsi Dan Lain2

Hukum Islam Tentang Pembunuhan,Korupsi Dan Lain2

Ratings: (0)|Views: 470 |Likes:

More info:

Published by: محمد الإلهام on Jan 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2012

pdf

text

original

 
Kebatilan yang TersamarkanPENCURIAN
 
 

 

 
 
 
 
 

 
 
 
 
 Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yangbatil. (An-Nisa: 29)Penjelasan Beberapa Mufradat Ayat
 
 
 Jangan kalian memakan.Yang dimaksud makan di sini adalah segala bentuk tindakan, baik mengambil atau menguasai. (TafsirAl-Alusi)Ibnul Arabi rahimahullahu menjelaskan: Maknanya, janganlah kalian mengambil dan janganlah kalianmenempuh caranya. (Ahkam Al-Quran, 1/97)

 Harta-harta kalian, meliputi seluruh jenis harta, semuanya termasuk kecuali bila ada dalil syari yangmenunjukkan kebolehannya. Maka segala perkara yang tidak dibolehkan mengambilnya dalam syariatberarti harta tersebut dimakan dengan cara yang batil. (Fathul Qadir)
 
 Dengan cara yang batil.Yaitu segala perkara yang diharamkan Allah Subhanahu wa Taala. Termasuk di dalamnya hasil riba,pencurian, perjudian, dan lain sebagainya. Al-Jashshash rahimahullahu mengatakan: Memiliki hartadengan cara terlarang. (Ahkamul Quran, 4/300)Penjelasan Makna AyatAllah Subhanahu wa Taala melarang hamba-hamba-Nya kaum mukminin untuk memakan hartasebagian mereka terhadap sebagian lainnya dengan cara yang batil. Yaitu dengan segala jenispenghasilan yang tidak syari, seperti berbagai jenis transaksi riba, judi, mencuri, dan lainnya, yangberupa berbagai jenis tindakan penipuan dan kezaliman. Bahkan termasuk pula orang yang memakanhartanya sendiri dengan penuh kesombongan dan kecongkakan. (Tafsir Ibnu Katsir, Taisir Al-Karim Ar-Rahman)Ibnu Jarir rahimahullahu mengatakan: Ayat ini mencakup seluruh umat Muhammad Shallallahu alaihiwa sallam. Maknanya adalah: Janganlah sebagian kalian memakan harta sebagian yang lain tanpa hak.Termasuk dalam hal ini adalah perjudian, penipuan, menguasai (milik orang lain), mengingkari hak-hak(orang lain), apa-apa yang pemiliknya tidak ridha, atau yang diharamkan oleh syariat meskipunpemiliknya ridha. (Tafsir Ath-Thabari dalam menjelaskan surah Al-Baqarah ayat 188)Dari penjelasan para ulama tentang hal ini, kita bisa memberi kesimpulan bahwa memakan hartadengan cara yang batil terbagi menjadi dua bagian:Pertama: mengambilnya dengan cara zalim seperti mencuri, khianat, suap, dan yang lainnya.
 
Kedua: apa yang diharamkan oleh syariat meskipun pemilik harta itu ridha. (Ahkamul Qur'an, Al-Jashshash 1/312)Selain dalam surah An-Nisa ayat 29, ayat-ayat yang menyebutkan haramnya memakan harta manusiadengan cara batil juga terdapat pada surah Al-Baqarah ayat 188, An-Nisa ayat 161, dan At-Taubah ayat34.Beberapa bentuk memakan harta dengan cara batilBanyak cara manusia dalam memperoleh harta, namun tidak semua cara tersebut dihalalkan di dalamIslam. Tujuan menghalalkan segala cara bukanlah termasuk kaidah di dalam Islam. RasulullahShallallahu alaihi wa sallam bersabda:
 
 
 
 

:

 

 
 
 

 Perbaikilah dalam mencari rezeki, dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram. (HR.Ibnu Hibban, Al-Hakim, Al-Baihaqi dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhu. Lihat Silsilah Ash-Shahihah,Al-Albani, 6/2607)Memakan harta manusia dengan cara yang batil memiliki banyak bentuk. Namun di sini akan kamisebutkan beberapa contoh yang mungkin sering terjadi di kalangan manusia. Di antaranya adalah:a. Memakan hasil ribaAllah Subhanahu wa Taala berfirman:
 
 
 
 

 

 
 
 

 
 
 

 
 
 
 
 

 
 
 

 
 
.
 
 

 
 
 
 
 

 
 
 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

 Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan)yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi(manusia) dari jalan Allah, dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telahdilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telahmenyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih. (An-Nisa: 160-161)Al-Aini rahimahullahu menjelaskan: Bahwa pelaku riba tidak ridha dengan apa yang telah menjadipembagian Allah Subhanahu wa Taala dari (perkara) yang halal dan tidak merasa cukup dengan apayang disyariatkan berupa penghasilan yang dibolehkan. Alhasil, dia menempuh cara batil memakanharta manusia dengan berbagai usaha yang buruk. Artinya, dia mengingkari apa yang telah AllahSubhanahu wa Taala berikan kepadanya berupa kenikmatan. Dia berbuat zalim serta berdosa karenamemakan harta manusia dengan cara yang batil. (Umdatul Qari, Al-Aini, 8/269)Segala yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan riba tersebut, termasuk yangmenanamkan modal ke dalamnya, serta menghasilkan keuntungan, tergolong dalam memakan hartadengan cara batil.Al-Lajnah Ad-Daimah ditanya: Apakah orang-orang yang ikut serta menanamkan modal ke bankmanapun yang bermuamalah dengan cara demikian (riba), keuntungannya termasuk riba?Mereka menjawab: Iya. Setiap yang ikut serta menanam modal pada bank yang bermuamalah dengancara riba, maka keuntungannya termasuk riba, dan (ini artinya) memakan harta manusia dengan carayang batil. (Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah, 2256)b. Mengambil harta dengan cara menipu
 
Al-Lajnah Ad-Daimah ditanya: Acap terjadi dalam usaha bengkel mobil. Jika salah seorang dari merekaingin memperbaiki mobil konsumen di mana mobil ini membutuhkan pergantian suku cadang, makamekanik ini membeli suku cadang tersebut dan meminta penjual suku cadang menuliskan dalam nota jumlah yang melebihi harga sebenarnya. Sehingga dia mengambil kelebihan tersebut secara menyeluruhdari pemilik mobil. Apakah hukum syari terhadap perbuatan ini?Mereka menjawab: Wajib atas setiap muslim untuk berbuat jujur dalam setiap muamalah. Tidakdiperbolehkan baginya berdusta dan mengambil harta manusia tanpa hak. Termasuk di antaranyaadalah siapa yang diberi kuasa/mewakili saudaranya untuk membeli sesuatu, tidak boleh baginyamengambil tambahan harga dari apa yang telah dibelinya. Sebagaimana tidak boleh pula yang menjualbarang kepadanya menulis di nota harga yang bukan sebenarnya, untuk menipu orang yang memberikuasa, sehingga dia membayar melebihi harga sebenarnya dan diambil oleh yang diwakilkan. Sebab initermasuk tolong-menolong di atas dosa dan permusuhan, serta memakan harta manusia dengan carabatil. Tidak halal harta seorang muslim kecuali dengan kerelaan dari dirinya. Wabillahit taufiq. Shalawatdan salam atas Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin BazWakil Ketua: Abdurrazzaq AfifiAnggota: Abdullah bin Ghudayyan, Shalih Al-Fauzan, Abdul Aziz Alusy Syaikh(Fatawa Al-Lajnah, 14/275-276, no. 15376)c. Memungut pajakDiterapkannya perpajakan di sekian banyak negara, termasuk pula negeri-negeri kaum muslimin,merupakan bentuk mengambil harta manusia dengan cara yang batil dan zalim. Sebab tidakdiperbolehkan mewajibkan sesuatu atas manusia, baik muslim maupun kafir pada harta mereka, kecualiapa yang telah diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Taala dan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wa sallam.Asy-Syaukani rahimahullahu mengatakan: Kesimpulannya bahwa hukum asal harta manusia, baikmuslim maupun kafir adalah haram (untuk diambil). Beliau lalu menyebutkan ayat di atas kemudianberkata: Maka harus ada dalil yang menunjukkan dihalalkannya sesuatu yang dituntut tersebut.(Dinukil oleh Shiddiq Hasan Khan dalam Ar-Raudhah An-Nadiyyah, 1/278-280)Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah mengancam para pemungut pajak dalam beberapahaditsnya. Di antaranya adalah sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam:

 
 
 

 
 
 

 Sesungguhnya pemungut pajak dalam neraka. (HR. Ahmad, 4/109, Ath-Thabarani, 5/29, dari haditsRuwaifi bin Tsabit radhiyallahu anhu. Lihat Ash-Shahihah, Al-Albani, 7/3405)Dalam riwayat lain dari hadits Uqbah bin Amir radhiyallahu anhu secara marfu:
 
 
 
 

 
 
 
 
 Tidak masuk surga pemungut pajak. (HR. Ibnu Khuzaimah no. 2333, Ad-Darimi no. 1666, dengan sanadhasan lighairihi)Adapun makna al-maks, dijelaskan Ibnul Atsir rahimahullahu: Al-Maks adalah pajak yang diambil olehpemungutnya dari para pedagang. (An-Nihayah, 4/349. Lihat pula yang semakna dalam Lisanul Arab,13/160)Dalam Al-Qamus disebutkan: 
 
-
 
-
 
jika dia mengambil harta, dan maks; mengurangi dan menzalimibeberapa dirham yang diambil dari penjual barang di pasar pada masa jahiliah.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->