Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
27Activity
×

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Diktat Manajemen Penangkapan Ikan

Diktat Manajemen Penangkapan Ikan

Ratings: (0)|Views: 15,179|Likes:
Published by RizalYusti

More info:

Published by: RizalYusti on Jan 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/10/2013

pdf

text

original

 
Diktat Manajemen Penangkapan Ikan2004
Diktat ManajemenPenangkapan Ikan
PUKAT PANTAI (BEACH SEINE)Definisi Alat Tangkap Pukat Pantai
Pukat pantai atau beach seine adalah salah satu jenis alattangkap yang masih tergolong kedalam jenis alat tangkap pukattepi. Dalam arti sempit pukat pantai yang dimaksudkan tidak lainadalah suatu alat tangkap yang bentuknya seperti payang, yaituberkantong dan bersayap atau kaki yang dalam operasipenangkapanya yaitu setelah jaring dilingkarkan pada sasarankemudian dengan tali panjang (tali hela) ditarik menelusuri dasarperairan dan pada akhir penangkapan hasilnya didaratkan kepantai. Pukat pantai juga sering disebut dengan krakat. Dibeberapa daerah di jawa juga dikenal dengan nama “puket”, “krikit”, dan atau “kikis”.
Sejarah Alat Tangkap Pukat Pantai
Daerah penyebaran alat tangkap pukat pantai terdapathampir di seluruh daerah perikanan laut Indonesia, walaupun ditiap daerah punya nama dan ciri tersendiri, namun hal ini padadasarnya hanya bertujuan untuk memudahkan pengenalan alattangkap ini di masing-masing daerah. Misalnya alat tangkap pukatpantai yang beroperasi di teluk Segara Wedi yang labih dikenaldengan krakat prigi karena terdapat di perairan prigi kabupatenTrenggalek Jawa Timur. Krakat ini sudah digunakan untukmenangkap ikan sejak jaman belanda atau sekitar tahun 30-an.Pada masa itu harga bahannya masih relative mahal, oleh karena
1
 
Diktat Manajemen Penangkapan Ikan2004
Diktat ManajemenPenangkapan Ikan
itu baru para pegawai pemerintah Hindia Belanda saja yangmemiliki. Sedangkan bahan untuk membuatnyapun masihsederhana, alat ini pada masa itu terbuat dari benang kapasdicampur dengan getah bakau pada bagian jaringnya, dan talipenarik terbuat dari penjalin dengan daya awet alat yang hanyadapat mencapai kurang labih selama 2 tahun.Daerah penangkapan yang bertambah luas dan jauh jaraknyadisebabkan dengan adanya persaingan dengan alat tangkap pukatcincin dan payang yang beroperasi di perairan yang samasehingga jumlah ikan menjadi terbatas. Selain itu derasnya erosidi wilayah pesisir karena kurangnya pelindung menyebabkanperairan pantai terdekat menjadi dangkal.Bagian pelampung pada pukat pantai pada masapemerintahan Hindia Belanda itu masih terbuat dari kayu danpemberatnya dari batu dan tanah liat yang dibakar, tatapisekarang sudah berkembang menjadi bahan sintetis karena lebihawet dan mudah perawatanya. Jumlah pemilik pukat pantai dannelayan buruh yang mengoperasikan juga bertambah banyak danterus berkembang.
Prospektif Alat Tangkap Pukat Pantai
Dalam perkembanganya pukat pantai terus mengalamikemajuan baik dalam hal distribusinya maupun bentuknya.Walaupun di masing-masing daerah mungkin akan mempunyainama yang berbeda-beda dan mengalami perubahan sesuaidengan keinginan penduduk setempat. Penggunaan tenaga kerja
2
 
Diktat Manajemen Penangkapan Ikan2004
Diktat ManajemenPenangkapan Ikan
yang cukup banyak sekitar 36 orang merupakan ciri positif daripukat pantai bila dikaitkan dengan lapangan kerja dan perluasankesempatan kerja. Mereka biasanya tidak dituntut untuk memilikiketrampilan tertentu kecuali tenaga yang cukup untuk menarik jaring. Meskipun tergolong dalam alat tangkap tradisional namunpukat pantai termasuk dalam alat tangkap tradisional penting yangdapat memberikan hasil tangkap yang cukup baik. Menurut datastatistik perikanan tahun 1986 jumlah pukat tapi mencapai 9.740unit dengan jumlah seluruh alat penangkap 452.845 unit dandengan jumlah produksi mencapai 75.363 ton. Daerahpenyebaranya hampir terdapat di seluruh daerah perikanan lautIndonesia. Hal tersebut dapat menunjukkan perkembangan darialat tangkap pukat pantai yang cukup baik.
Konstruksi Alat TangkapKonstruksi Umum Alat Tangkap Pukat Pantai
Pada prinsipnya krakat atau pukat pantai terdiri daribagian bagian seperti : kantong, sayap atau kaki dan tali panjang(slambar, hauling line). Bagian kantong berbentuk kerucut, bisadibuat dari bahan waring, katun maupun bahan sintetis sepertiwaring karuna, nilon, dan bahan dari plastik. Pada mulut dikantong kanan-kirinya dihubungkan dengan kaki atau sayap,sedang pada bagian ujung belakang yang disebut ekor diberi taliyang dapat dengan mudah dibuka dan diikatkan untukmengeluarkan hasil tangkapn. Bagian kaki atau sayap dibuat daribahan benang katun atau bahan sintetis lainnya. Besar mata
3

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
Indah Mooe Asri liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Nurul Mukhlis liked this
Bambenk D'sivers liked this
Mufly Uly liked this
Imam Prasetyo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->