Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pers Dalam Peristiwa Malari 1974

Pers Dalam Peristiwa Malari 1974

Ratings: (0)|Views: 735 |Likes:
Published by Keken Frita Vanri
this is my final assignment that describe about media "KAMI" in 1974
this is my final assignment that describe about media "KAMI" in 1974

More info:

Published by: Keken Frita Vanri on Jan 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2013

pdf

text

original

 
1
HARIAN KAMI DALAM PERISTIWA MALARI 1974Keken Frita Vanri208000036
Indonesia pada masa orde baru dipimpin oleh seorang berdarah dingin, Soeharto. Berangkatdari karir politik di dunia militer, dia menjalankan pemerintahan dengan gaya kepemimpinanotoriter yang tak kenal ampun. Perintahnya bagaikan sihir yang tak bisa dielakkan. Soehartoamat menjaga jarak dengan pers dan dengan orang-orang yang dirasa kritis dan rasional.Banyak kasus hilangnya orang-orang yang berani menentang dan melawan Soeharto,.Sedangkan bagi pers, pembredelan dan pencabutan SIUPP adalah ketakutan terbesar yangdiciptakan penguasa pada masa itu.Untuk tahu mengenai perkembangan pers dimasa orde baru, saya rasa perlu saya jelaskansedikit tentang kemunculan pers Indonesia di rezim orde lama.Pers Indonesia berkembang di jaman orde lama ketika perusahaan pers belanda seperti De Locomotief (1852), SoerabaiaschHandelsblad (1866) ditutup dan diambil alih menjadi perusahaan negara pada tahun 1957.Selain pers Belanda, pers peranakan China Misalnya Keng Po (koran antikomunis 1923) danSin Po (Komunis 1910) dipaksa mengganti nama menjadi Pos Indonesia dan Warta Bhakti.Sejak saat itu, pers pribumi seperti Merdeka (dipimpin oleh B.M Dyah), Indonesia Raya(Mochtar Lubis) dan Berita Indonesia (Sumantoro) menjadi semakin kuat. Bahkan di jamanini, pers berani menyebut diri mereka sebagai pers perjuangan yang bertugas mengisikemerdekaan. Dalam situasi ini muncul koran-koran lokal baru seperti Kedaulatan Rakyat diJogjakarta dan Soeara Merdeka di Bandung. Ada juga koran-koran yang diterbitkan oleh partai poitik seperti Suluh Indonesia (PNI), Harapan Abadi (Masyumi), Pedoman (PartaiSosialis Indonesia) dan Harjan Rakyat (PKI).
1
 Pers kali ini memiliki kebebasan yang amat besar dalam menyampaikan suatu informasikepada masyarakat. Namun dengan munculnya koran-koran milik partai politik, maka fungsi pers yang dominan pada masa ini adalah sebagai alat propaganda parpol. Peranan pers berubah dari pers perjuangan menjadi pers partisipan. Akhirnya, pers tidak lagi berorientasi
1
Dkutip dari Tempo Online.
Piramida Pers Indonesia.
15 Januari 1992
 
2
 pada kepentingan informasi masyarakat, melainkan kepentingan partai. Terlebih saat muncul paham Manipol Usdek, pers banyak digunakan untuk saling memfitnah dan menjelekkan satusama lain dengan tujuan merusak simpati masyarakat terhadap partai tertentu.Kebebasan pers dimasa ini dirasakan sudah melampaui batas. Karena itu dibuat kebijakan bahwa setiap perusahaan pers wajib memiliki Surat Izin Terbit (SIT). Tanggal 1 Oktober 1959 adalah batas terakhir pendaftaran bagi perusahaan pers untuk mendapat SIT. Tanggalinilah yang sering disebut-sebut sebagai hari kematian Pers. Selain harus memiliki SIT,koran-koran di masa ini harus memiliki induk pengelolaan partai politik atau kekuatan sosial politik yang berpusat ke Jakarta.Sesudah itu, penerbit pers yang kritis seperti Indonesia raya dan Pedoman, akhirnya dibredel.Indonesia raya dibredel karena berani mengkritik gaya kepemimpinan demokrasi terpimpin di bawah pimpinan Soekarno. Sedangkan Merdeka harus terbengkalai karena B.M Dyah harusmenjadi duta besar. Banyak koran politik yang tetap bertahan, salah satunya yang paling kuatadalah Berita Yudha dan Warta Bhakti. Di tahun 1965, giliran Warta Bhakti dibredel dantempatnya digantikan oleh Sinar Harapan. Di tahun yang sama Kompas muncul layaknyaanak kecil yang masih lugu. Terlepas dari 1965, Indonesia mengalami perubahan dengandirebutnya kekuasaan negara oleh Jenderal Soeharto. Dengan itu, sejarah Indonesia masuk  pada babak baru,rezim orde baru.
Sistem Politik Orde Baru
Soeharto dengan orde barunya telah membawa Indonesia kepada kesejahteraan semu. Iadengan kekuatan politik yang begitu besar mampu membungkam siapapun yang berusahamenghalanginya. Kemantapannya duduk di kursi Presiden RI selama 32 tahun menjadi bukti betapa kuatnya kekuatan Politik Soeharto.Bicara tentang Soeharto tidak terlepas dari pembicaraan mengenai sistem politik orde baru.Almond and Dowell pernah mengkategorikan sistem politik menjadi tiga jenis, yakni sistem politik primitif, tradisional dan modern.
2
Sedangkann Ramlan Subakri membagi sistem
2
Dikutip dari makalah Macam-Macam Sistem Politik Di Dunia . Ahmadin A. Dkk. 2008
 
3
 
 politik ke dalam empat tipe, yaitu Sistem politik Otokrasi Tradisional, Totaliter, Demokrasidan Sistem politik di negara berkembang.
3
 Indonesia adalah salah satu contoh negara berkembang di Asia yang mengalami pertumbuhanekonomi pesat di masa orde baru. Pendapatan per kapita yang kurang dari US$100 padatahun 1966 meningkat tajam menjadi US$1.000 pada tahun 1996 dan diperkirakan mencapaiUS$ 3.000 pada tahun 2020.
4
Untuk itu, saya akan membahas sistem politik Indonesia dari perspektif sistem politik di negara berkembang.Ada beberapa karakteristik dari sistem politik di negara berkembang. Ia sulit digolongkan kedalam sistem politik totaliter atau demokrasi. Kenapa tidak totaliter? Karena menurut RamlanSubakri hubungan kekuasaan di negara berkembang bersifat dominatif, negatif dan sarat paksaan, namun dapat terjadi kesepakatan bersama walaupun keputusan tetap ada di tangan presiden atau perdana menteri.Sedangkan alasan Indonesia tidak bisa digolongkan kedalam negara demokrasi adalah karenamenurut Paul Tresno, Soeharto memiliki dua sasaran politik,, yaitu (1) mengkonsolidasikekuasaannya (2) mendepolitisasi rakyat. Lembaga-lembaga negara diatur sehingga selalu berada di posisi pengendali, sedangkan kekuatan partai politik dikooptasi dengan meleburkan10 partai menjadi 3 partai saja, Golkar, PPP dan PDI. Selain itu, kekuasaan politik banyak dipegang oleh orang-orang dekat Soeharto seperti keluarga dan sahabat-sahabatnya. Hal ini jelas bertentangan dengan paham demokrasi dimana setiap orang memiliki hak untk  berpartisipasi dalam hal politik Indonesia di masa orde baru dipimpin dengan semangat militer dari Soeharto yang memangmemiliki latar belakang seorang jenderal. Dalam menetapkan suatu kebijakan ia berdiskusidengan para asisten pribadi dan jenderal-jenderal kepercayaannya, meskipun keputusan finalselalu dibuat berdasarkan kepentingan pribadinya.Pemerintahan Soeharto dijalankan dengan melakukan program-program pembangunan,misalnya Pelita 1 dan 2. Pembangunan ini didasarkan pada Trilogi Pembangunan yakni (1)Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagiseluruh rakyat Indonesia. (2) Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, dan (3) Stabilitasnasional yang sehat dan dinamis.
3
ibid
4
Dikutip dari Paul Tresno.
Th
e Ideal Presiden.
2009. Hlm
3
8

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nurafhriza Gapar liked this
Murliadi Palham liked this
wazlo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->