Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TEORI KEBIJAKAN DALAM KESEHATAN

TEORI KEBIJAKAN DALAM KESEHATAN

Ratings: (0)|Views: 302 |Likes:
Published by Eko Wahyudianto

More info:

Published by: Eko Wahyudianto on Jan 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2012

pdf

text

original

 
Pengantar
Kebijakan Desentralisasi bidang Kesehatan sebetulnya telah disusun pada bulan Januari2001 tetapi sesuai dengan kebutuhan, kebijakan itu dikembangkan menjadi langkahstrategis untuk menyelesaikan berbagai hambatan dan tantangan yang dihadapi Pusat danDaerah karena berbagai peraturan untuk mendukung pelaksanaan desentralisasi danberbagai pedoman teknis memang belum semua ada. Tujuan penerbitan Buku Kebijakandan Strategi Desentralisasi bidang Kesehatan ini adalah menyamakan persepsi tentangKebijakan dan Strategi Desentralisasi bidang Kesehatan dan untuk mengisi kesenjanganinformasi yang mungkin ada di Pusat, Daerah Provinsi, Daerah Kabupaten dan Daerah Kota.Dengan demikian diharapkan semua unit yang terlibat dalam sistem kesehatan mendukungpenerapan desentralisasi agar Pembangunan Kesehatan Nasional yang dilaksanakan diDaerah tetap berkesinambungan dalam rangka memenuhi hak setiap orang untukmemperoleh pelayanan kesehatan sesuai pasal 28H Undang Undang Dasar 1945.Desentralisasi menyebabkan perubahan mendasar dalam tatanan pemerintahan sehinggaterjadi juga perubahan peran dan fungsi birokrasi mulai dari tingkat Pusat sampai ke Daerah.Perubahan yang mendasar itu memerlukan juga pengembangan kebijakan yang mendukungpenerapan desentralisasi dalam mewujudkan pembangunan kesehatan sesuai kebutuhanDaerah dan diselenggarakan secara efisien, efektif dan berkualitas. Saat ini adalah masatransisi yang sering menimbulkan kebingungan di antara tenaga kesehatan baik di Pusatmaupun Daerah. Sejak diberlakukan Otonomi Daerah secara penuh pada 1 Januari 2001,telah ditemukan berbagai masalah yang sangat kompleks sehingga perlu penangananmasalah yang komprehensif secara bertahap. Untuk menindak lanjuti KebijakanDesentralisasi bidang Kesehatan yang telah disusun pada Januari 2001, berbagai kegiatanharus dilaksanakan lintas unit utama di Departemen Kesehatan, oleh karena itu sejak bulanJuli 2001 telah dibentuk Unit Desentralisasi. Unit ini berfungsi sejak bulan Juli 2001,mekanisme kerja dan tugasnya ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan dan disempurnakandalam Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor: 003A/MENKES/SK/I/2003. UnitDesentralisasi dibentuk dengan tujuan untuk membantu Menteri Kesehatan dalammelakukan analisis dan memberikan alternatif saran tentang kebijakan dan strategidesentralisasi bidang Kesehatan sehingga dapat menjamin tersedianya pelayanan kesehatanmasyarakat terutama bagi kelompok rentan dan miskin. Salah satu produk yang dihasilkanUnit Desentralisasi adalah Buku Kebijakan dan Strategi Desentralisasi bidang Kesehatan ini
 
yang merupakan dokumen tertulis yang berisi Tujuan dan Prinsip-prinsip Desentralisasi,Hambatan dan Tantangan, Strategi, Langkah Kunci dan Kegiatan. Strategi dan Langkah Kuncitelah disepakati jajaran Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas KesehatanKabupaten dan Dinas Kesehatan Kota pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional 24-27 Juli 2002.Walaupun demikian kegiatan dalam setiap langkah kunci dapat dikembangkan terus sejalandengan pencapaian hasil dari setiap kegiatan yang telah dilaksanakan dan isu baru yangmuncul. Karena itu isi dokumen ini mungkin saja berubah sesuai dengan kebutuhanmendatang. Penerapan desentralisasi memerlukan waktu lama dan membutuhkankesepakatan yang kuat dan jelas secara terus menerus. Pengalaman di negara-negara lainmenunjukkan bahwa waktu 10 tahun belum berarti dalam menilai keberhasilandesentralisasi, oleh karena itu Desentralisasi bidang Kesehatan akan dilakukan secarabertahap dengan terus menerus dipantau dan setiap saat disesuaikan dengan kebutuhan.Desentralisasi Kesehatan sampai ke tingkat Kabupaten/Kota tidak berarti menghilangkanperan Pusat dan Provinsi. Peraturan Pemerintah R.I. Nomor: 25 tahun 2000 tentangKewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom telah jelasmengatur pembagian kewenangan tetapi berbagai peraturan perundangan yang menunjang juga perlu dibuat untuk kejelasan landasan hukum. Selain itu Departemen Kesehatan jugaakan menetapkan berbagai pedoman dan standar yang akan menjadi bagian yang takterpisahkan dari Kebijakan Desentralisasi bidang Kesehatan. Buku ini belum sempurnakarena itu saran dan kritik dari pengguna buku dan para pengamat kesehatan sangatdiharapkan untuk memperbaiki isi buku ini sehingga semakin bermanfaat bagipenyelenggara pelayanan kesehatan baik Pemerintah maupun Swasta di era desentralisasi.BAB I PENDAHULUANDesentralisasi pelayanan publik merupakan salah satu langkah strategis yang cukup populerdianut oleh negara-negara di Eropa Timur dalam rangka mendukung terciptanya goodgovernance. Salah satu motivasi utama diterapkan kebijaksanaan ini adalah bahwapemerintahan dengan sistem perencanaan yang sentralistik seperti yang telah dianutsebelumnya terbukti tidak mampu mendorong terciptanya suasana yang kondusif bagipartisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pembangunan. Tumbuhnya kesadaran akanberbagai kelemahan dan hambatan yang dihadapi dalam kaitannya dengan strukturpemerintahan yang sentralistik telah mendorong dipromosikannya
 
pelaksanaan strategi desentralisasi. Pelaksanaan kebijaksanaan desentralisasi makinmendapatkan momentumnya sebagai salah satu pendekatan yang diharapkan dapatmenciptakan efisiensi dan responsiveness serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakatdalam penyediaan pelayanan publik.Negara Republik Indonesia sebagai Negara Kesatuan menganut azas desentralisasi dalampenyelenggaraan pemerintahan dengan memberikan kesempatan dan keleluasaan kepadaDaerah untuk menyelenggarakan Otonomi Daerah. Ketetapan MPR Nomor: XV/MPR/1998tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah; Pengaturan; Pembagian, dan PemanfaatanSumber Daya Nasional, yang berkeadilan; serta Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerahdalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, Undang Undang R.I. Nomor 22 tahun1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang Undang R.I. Nomor 25 tahun 1999 tentangPerimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah telah diberlakukan dandijadikan pedoman penyelenggaraan pemerintahan bidang kesehatan. Prinsip-prinsippemberian otonomi daerah memperhatikan aspek demokrasi, keadilan, pemerataan sertapotensi dan keanekaragaman Daerah dan pelaksanaannya didasarkan pada otonomi luas,nyata dan bertanggung jawab. Karena itu kewenangan yang diberikan kepada Daerahmencakup kewenangan yang utuh dalam penyelenggaraan pemerintahan bidang kesehatanmulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian dan evaluasi, tetapi tetapterjamin hubungan yang serasi antara Pusat dan Daerah serta antar Daerah. Sesuai denganKetetapan MPR Nomor: IV/MPR/1999 tentang Garis - Garis Besar Haluan Negara 1999-2004,Pembangunan Kesehatan diarahkan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia danlingkungan yang saling mendukung dengan pendekatan paradigma sehat, yang memberikanprioritaspada upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, penyembuhan, pemulihan dan rehabilitasisejak dalam kandungan sampai usia lanjut. Selain itu pembangunan bidang kesehatan jugadiarahkan untuk meningkatkan dan memelihara mutu lembaga pelayanan kesehatanmelalui pemberdayaan sumber daya manusia secara berkelanjutan, dan sarana prasaranadalam bidang medis, termasuk ketersediaan obat yang dapat dijangkau oleh masyarakat.Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/2000 tentang Rekomendasi Kebijakan DalamPenyelenggaraan Otonomi Daerah menyebutkan permasalahanpermasalahan yang

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Imran Sainong liked this
rian_ys liked this
Mentrex liked this
ames_n6518 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->