2
kemampuan untuk hidup bersenang-senang juga dijadikan sebagai alatuntuk memperlihatkan derajat atau status seseorang. Makin mampu ia tidakbekerja dalam pekerjaan-pekerjaan produktif (
leisure
), makin tinggi derajatdalam masyarakat. Penyakit seperti ini banyak menghinggapi kaum wanita,dimana mereka memakai gaun mode mutakhir hanya sekedar untukmengumumkan pada orang-orang bahwa ia absen dari pekerjaan produktif.Penyakit suka pamer ini menurut Veblen cepat berjangkit dalammasyarakat. Dalam hal ini ia memberi contoh, kalau seorang boss berlibur selama sebulan menggunakan
yacht
pribadi ke Bermuda, makasekertarisnya dengan segala upaya (mungkin dengan menghabiskan seluruhtabungannya selama setahun) berusaha agar dapat berlayar selamaseminggu ke Karibia. Kecendrungan perilaku konsumsi seperti ini disebutVeblen dengan istilah
Conspicious consumption
, yaitu konsumsi barang-barang dan jasa-jasa yang bersifat
ostentatious
(pamer, melagak), yangdimaksudkan membuat orang kagum. Sebagaimana diungkapkan olehVeblen :
“Conspicious consumption of value goods is a means of reputability to the gentlement of leisure”.
Yang jadi incaran konsumsi bagi masyarakat
leisure
ini terutamabarang-barang sangat mahal, tidak peduli apakah barang itu tidak bergunabagi kehidupan sehari-hari atau tidak. Manfaat yang diperoleh daripengkonsumsian barang-barang mahal tersebut memang tidak diperoleh dari