Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENARIKAN SAMPEL

PENARIKAN SAMPEL

Ratings: (0)|Views: 1,018 |Likes:
Published by Achas

More info:

Published by: Achas on Jan 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2013

pdf

text

original

 
 1
PENARIKAN SAMPEL
1.
 
Populasi dan Sampel 
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa hipotesis mempertajam tujuanpenelitian.untuk apakah hipotesis tersebut dapat diterima,perlu diujin dalam kenyataanempis dengan mengumpulkan data yang releven dengan variabel-variabel yangdisebutkan pada hipotesis. Jenis data yang akan dikumpulkan itu dijelaskan pula dalamperumusan hipotesis itu masalah selanjutnya ialah di mana diperoleh data tersebut danbagaimana mendapatkannya. Dalam hubungan ini kita berbicara tentang populasi dansampel penelitian.Populasi terdiri atas sekumpulan obyek yang menjadi pusat perhatian yang daripadanya informasi ingin diketahui. Obyek tersebut disebut
satuan anlisis.
Yangdimaksud dengan
satuan analisis
ialah´«
those units that we initially describe for the ultimate pupurse of aggregating their characteristics ini order todwscribesome larger group or explain some abstract phenomenon (Babbie; 1979; hal.883)
. Satuan analisis ini mengandung perilaku atau karakteristik yang diteliti. Misalnyakita ingin meneliti pengaruh gizi terhadap anak balita. Anak balita secara individualmerupakan satuan analisis. Satuan analisis ini dibedakan dengan satuan pengamatan.
atuan pengamatan
ialah satuan dari mana informasi diperoleh tentang satuan analisis.Jika perilaku anak balita diketahui melalui ibunya, maka ibu tersebut merupakan satuanpengamatan,sedang anak balita adalah satuan analisis. Dapat juga satuan analisissekaligus merupakan satuan pengamatan. Penelitian tentang motivasi belajar mahasiswa misalnya.mahasiswa sebagai satuan analisis,, dan karena informasi tentangmotivasi belajar itu diketahui dari mahasiswa yang bersangkutan maka sekali gus iamenjadi satuan pengamatan. Satuan analisis bisa berupa individu, bisa juga berupalembaga. Penelitian tentang kesejahteraan keluarga misalnya, satuan analisis ialahkeluarga, yaitu suatu lembaga yang terdiri atas bapak, ibu dan anak-anaknya.Keseluruhan satuan analisis yang merupakan sasaran penelitian disebut
 populasi.
Berdasarkan banyakya satuan analisis dalam suatu populasi, maka populasi itudapat dibedakan atas populasi terbatas (definite population) dan populasi tidakterbatas(indefinite population). Secara teoretis suatu populasi dikatakan terbatas, jika
 
 2
 jumlah satuan analisis sebagai anggotanya dapat dihitung dan kalau dihitung makaperhitungan dapat berakhir. Jika kita meneliti mutu pendididkan padaSMU di JawaTengah pada tahun 1996, maka setiap SMU dalam lingkungan Jawa Tengahmerupakan satuan analisis dari penelitian itu. Jumlahnya dapat dihitung dan kalaudihitung maka perhitungan dapat selesai. Lain halnya jika penelitian itu dilakukanterhadap prestasi belajar Universitas Kristen Satya Wacana. Satuan analisisnya ialahmahasiswa yang pernah, yang sedang, dan yang akan belajar di Universitas tersebut.Jumlah mahasiswa yang pernah dan yang sedang belajar di Universitas itu dapatdihitung, tetapi terdapat mahasiswa yang akan belajar tidak bisa dihitung, dan kalaupunbisa dihitung maka perhitungan tidak dapat selesai. Oleh karena itu populasi seperti itudisebut populasi tidak terbatas. Dalam praktek populasi yang sangat besar, sekalipundapat dihitung dan perhitungan dapat selesai, namun seringdiperlakukansebagaipopulasi tidak terbatas. Penelitia terhadap anak balita di Indonesiamisalnaya, dianggap populasi tidak terbatas.
ampel 
sering juga disebut ³contoh´, yaitu himpunan bagian (sub set) darisuatupopulasi (lihat lembar Media M.01). sebagai bagian dari populasi maka sampelmemberikan gambaran yang benar tentang populasi. Pengambilan sampel dari suatupopulasi disebut
penarikan sampel 
atau
samling.
Populasi yang ditarik sampelnya padawaktu merencanakan suatu penelitian disebut
target population,
sedangkan populasiyang diteliti pada waktu melakukan penelitian disebut
sampling population.
Daftar nama-nama satuan analisis pada sampling population ini sering disebut dengan
sampleframe. Target population dan sampling population
dapat berbeda sebagai konsekuensidari perbedaan waktu antara perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam jarakwaktu tersebut populasiny bisa berubah, bertambah atau berkurang karena berbagaisebab. Oleh karena itu jarak waktu antara perencanaan dan pelaksanaan jangan terlalulama.Masalah yang dihadapi dalam penarikan sampel ialah cara penarikan sampeldan
ukuran besarnya
sampel. Hal ini sangat tergantung pada sifat populasi terutamapada ketersebaran anggota dalam wilayah penelitian atau dalam kategori-kategoritertentu. Dengan kata lain tergantung padavariasi populasi. Oleh karena itu sebelumsampel ditentukan, perlu digambarkan lebih dahulu karakteristik populasi yang diteliti
 
 3
terutama untuk mengetahui sejauh mana keragaman atau variasi diantara satuan-satuan analisis dalam populasi yang bersangkutan.
2.
Prinsip dan cara penarikan sampel
 
Penarikan sampel itu sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita maumembeli buah salak di pasar, terlebih dahulu dicicipi satu atau dua buah salak yangakan dibeli itu untuk memastikan enak atau tidak. Mengambil satu atau dua biji buahsalak itu disebut penarikan sampel atau contoh, mencicipi buah salak disebut analisissampel, memastikan enak atau tidak adalah tugas inferensi atau kesimpulan yangditarik terhadap seluruh buah salak dalam karung dari mana diambil sampel. Melakukaninferensi inilah tujuan akhir dari penarikan sampel. Jika sampel yang ditarik tidakmewakili/ menggambarkan seluruh populasi, maka walaupun analisis sampelnyadilakukan dengan cermat, tetapi inferensi yang dilakukan terhadap seluruh populasitidak dapat dipertanggung jawabkan. Karena itu prinsip
keterwakilan
(representative)merupakan prinsisp dasar pada penarikan sampel.Jika sebiji buah salak yang dicicipi itu tidak mewakili semua buah salak di dalamkarung di mana contoh itu diambil, maka tidak dapat ditarik kesimpulan yang berlakuumum terhadap populasi buah salak itu. Sebenranya untuk mengetahui karakteristikseluruh anggota pada populasi, setiap anggota dalam populasi itu harus diamati satipersatu. Cara ini disebut
metode sensus.
Metode ini jarang dipakai dalam penelitianilmiah, pertama-tama karene memerlukan waktu yang lama dan biaya yang besar.Dengan kata lain kurang praktis dan tidak ekonomis. Alasan kedua sering metode itubersifat destruktif (merusak). Jika setiap buah salak yang dijual oleh penjualnya dicicipisatu persatu sampai habis , makaa si penjual dirugikan. Karena alas an-alasan sepertiitulah maka metode sampling banyak dipakai.Misalnya bagaimana kita menarik sampel yang mewakili itu. Sering kitamenganggap bahwa sampel yang kita tarik sudah menggambarkan karakteristikpopulasinnya, pada hal sampel tersebut
bias
terhadap populasi. Misalkan kita menelitikeefektifan pengalaman belajar mahasiswa pada kampus Universitas Tdulako di Palu.Dari 6000 orang mahasiswa pada populasi kita ingin menarik sampel sebanyak 200orang untuk memperoleh jumlah tersebut peneliti menunggu mahasiswa di depan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->