Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
63Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Materi Ajar ips sejarah 8

Materi Ajar ips sejarah 8

Ratings:

5.0

(2)
|Views: 7,243 |Likes:
Published by arya tyo
ringkasan pelajaran ips sejarah kelas 8
ringkasan pelajaran ips sejarah kelas 8

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: arya tyo on Jan 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/12/2013

pdf

text

original

 
KELAS VIII SEMESTER 1I. PROSES PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME.
Faktor-faktor pendorong penjelajahan samudra antara lain:
a. Adanya keinginan mencari kekayaan (gold)b. Adanya keingingan menyebarkan agama Nasrani (gospel)c. Adanya keinginan mencari kejayaan (glory)d. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
1) Ditemukannya Teori
 Heliosentris
dari Copernicus yang mengatakan bahwa pusat peredaran tata surya adalah matahari. Planet-planet berputar mengelilingi matahari dan bumi berputar pada porosnya. Bentuk bumi tidak rata tetapi bulat. Hal ini mendorongorang untuk membuktikannya.2) Dikembangkannya teknik pembuatan kapal yang digunakan untuk mengarungi samudraluas.3) Mulai ditemukannya mesiu untuk persenjataan untuk melindungi pelayaran dari ancaman bajak laut dan sebagainya.4) Ditemukannya kompas sebagai penunjuk arah, sehingga para penjelajah tidak lagi bergantung pada kebiasaan alam.
e. Jatuhnya Kota Konstantinopel ke tangan bangsa Turki
Jatuhnya Konstantinopel ke tangan bangsa Turki pada tahun 1453 menyebabkan bangsa Eropamengalami kesulitan mendapatkan rempah-rempah. Oleh karena itu, mereka berusaha mencarisendiri daerah penghasil rempah-rempah dengan melakukan penjelajahan-penjelajahansamudra.
II. KEDATANGAN BANGSA BARAT DAN TERBENTUKNYA KOLONIALISME DIINDONESIA.
a. Pelayaran Cornelis de Houtman (1595-1596) tiba di Banten.b. Pembentukan VOC untuk mengatasi persaingan di antara pedagang Belanda dan persaingan pedagang Belanda dengan Portugis pada tanggal 20 Maret 1602.
Tujuan VOC di Indonesia antara lain:1) Menguasai pelabuhan-pelabuhan penting.2) Menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia.3) Melaksanakan monopoli perdagangan rempah-rempah.Agar VOC dapat berkembang dengan baik, pemerintah Belanda memberikan hak 
Octroi
(istimewa), yaitu hak untuk dapat bertindak sebagai suatu negara.Hak-hak tersebut antara lain:1) Hak monopoli perdagangan dari ujung selatan Afrika ke sebelah timur sampai ujungselatan Amerika.2) Hak memiliki tentara sendiri dan pengadilan.3) Hak memiliki mata uang sendiri.4) Hak menguasai dan mengikat perjanjian dengan kerajaankerajaan lain di daerah kekuasaanmonopoli perdagangannya.Sebagai bukti keberhasilan itu pada tahun 1605, VOC berhasil menguasai benteng ketahananPortugis di Ambon, kemudian namanya diganti menjadi Benteng Victoria. Dengan adanya peristiwa tersebut, kekuasan Portugis di Maluku terdesak dan hanya mampu bertahan diTimor-Timur.
c. Persaingan dagang Belanda dengan Inggris
Mengetahui taktik perdagangan Belanda dengan membentuk persekutuan dagang (VOC),maka Inggris juga mendirikan kongsi dagang yang dinamakan EIC (
 East Indian Company
)
1
 
 pada tahun 1600 dengan daerah operasi utamanya di Indonesia. Inggris mengetahui bahwaBelanda menduduki Indonesia, maka Inggris berniat merebut Indonesia. Untuk mencapaitujuan tersebut di bawah pimpinan Lord Minto sebagai gubernur jenderal Inggris di Calkuta,didirikan ekspedisi Inggris untuk merebut kekuasaan Belanda di Indonesia. Pada tahun 1811Inggris berhasil merebut seluruh kekuasaan Belanda di tanah Indonesia, sehingga kekuasanInggris di Indonesia berada di bawah pimpinan Raffles sampai tahun 1816. Berdasarkankonvensi London (
Convention of London
) tahun 1814, Indonesia diserahkan kembali kepadaBelanda karena dianggap tidak ada untungnya.Adapun isi pokok dari Konvensi London ialah:1) Indonesia dikembalikan kepada Belanda.2) Jajahan-jajahan Belanda seperti Sailan, Kaap Koloni, Guyana tetap di tangan Inggris.3) Cochain (di Pantai Malabar) diambil oleh Inggris dan Bangka diserahkan pada Belandasebagai gantinya.
III. PERKEMBANGAN KEBIJAKAN KOLONIAL.
3.1. Pengalihan Kekuasaan VOC kepada Kerajaan Belanda
a. Pembubaran VOC 
Memasuki akhir abad ke-18 kejayaan VOC mulai merosot. Adapun faktor internal yangmenyebabkan kemerosotan VOC adalah:1) Banyaknya pegawai VOC yang melakukan korupsi.2) Sulitnya melakukan pengawasan terhadap daerah penguasaan VOC yang sangat luas.Faktor eksternal yang menyebabkan kemerosotan VOC adalah:1) Meletusnya revolusi Prancis menyebabkan Belanda dikuasai Prancis (Napoleon Bonaparte).2) Perang VOC melawan rakyat Indonesia banyak menyedot pembiayaan dan tenaga.Pada tangal 31 Desemnber 1799 VOC dibubarkan dan pemerintah kolonial di Indonesia mulaidikendalikan langsung oleh pemerintah kerajaan Belanda.
b. Pemerintaham Herman W. Daendels
Sejak Belanda jatuh ke tangan Prancis pada tahun 1795, Belanda diubah namanya menjadirepublik 
 Bataaf 
dan diperintah oleh Louis Napoleon, adik kaisar Napoleon Bonaparte. Padatanggal 1 Januari 1808 Louis Napoleon mengutus Herman W. Daendels ke Pulau Jawa. Daendelsdibebani tugas mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris, karena Inggis telah menguasaidaerah kekuasaan VOC di Sumatra, Ambon, dan Banda.Sebagai gubernur jenderal, langkah-langkah yang ditempuh Daendels, antara lain:1) Meningkatkan jumlah tentara dengan jalan mengambil dari berbagai suku bangsa di Indonesia.2) Membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya.3) Membangun pangkalan armada di Anyer dan Ujung Kulon.4) Membangun jalan raya dari Anyer hingga Panarukan, sepanjang kurang lebih 1.100 km.5) Membangun benteng-benteng pertahanan.Dalam rangka mewujudkan langkah-langkah tersebut Daendels menerapkan sistem kerja paksa(rodi). Selain menerapkan kerja paksa Daendels melakukan berbagai usaha untuk mengumpulkandana dalam menghadapi Inggris. Langkah tersebut antara lain:1) Mengadakan penyerahan hasil bumi (
contingenten
).2) Memaksa rakyat menjual hasil buminya pada Belanda dengan murah (
verplichte leverantie
).3) Melaksanakan
 Preanger Stelsel 
, yaitu kewajiban rakyat Priangan untuk menanam kopi.4) Menjual tanah-tanah negara kepada pihak swasta asing.
2
 
Daendels merupakan penguasa yang disiplin, tegas, dan kejam, sehingga dikenal sebagaigubernur jenderal yang bertangan besi. Daendels juga menjual tanah milik negara kepada pengusaha swasta asing, berarti ia telah melanggar undang-undang negara. Hal tersebutmengakibatkan ia dipanggil pulang ke negerinya dan diganti Jenderal Jassens pada tahun 1811.Jassens ternyata berbeda dengan Daendels, ia lemah dan kurang cakap. Pemerintah Jassensmewarisi situasi keamanan dan ekonomi yang sangat buruk dan dibayang-bayangi ancamanInggris sewaktu-waktu. Pada bulan Agustus 1811 Inggris mendarat di Batavia dipimpin LordMinto. Belanda melakukan perlawanan terhadap Inggris, tetapi tidak berhasil. Akibat seranganInggris tersebut Belanda menyerah dan akhirnya menandatangani Kapitulasi Tuntang 11September 1811.Isi Perjanjian Tuntang adalah:1) Kekuatan militer Belanda di kawasan Asia Tenggara harus diserahkan kepada Inggris.2) Hutang pemerintah Belanda tidak diakui oleh Inggris.3) Pulau Jawa, Madura, dan pangkalan Belanda di luar Jawa menjadi wilayah kekuasaan Inggris.Isi pokok Perjanjian Tuntang tersebut membawa pengaruh langsung bagi bangsa Indonesia, yaituwilayah Nusantara diserahkan kepada EIC (Inggris) yang bermarkas di Calcuta India. AkibatKapitulasi Tuntang tersebut Indonesia jatuh ke tangan Inggris.
3.2. Pemerintahan Inggris di Indonesia (1811–1816)
Setelah Inggris berhasil menguasai Indonesia, Thomas Stamford Raffles sebagai LetnanGubernur memulai tugasnya pada tanggal 19 Oktober 1811. Kebijaksanaan Raffles selamamemerintah di Indonesia:
a. Di bidang ekonomi
Dalam bidang ekonomi, Raffles menetapkan kebijakan berupa:1) Menghapus segala kebijakan Daendels sistem sewa tanah (
landrente
).2) Semua tanah dianggap milik negara, maka petani harus membayar pajak sebagai uang sewa. Namun upaya Raffles dalam penerapan sistem pajak tanah mengalami kegagalan karena:1) Sulit menentukan besar kecilnya pajak bagi pemilik tanah.2) Sulit menentukan luas sempitnya dan tingkat kesuburan tanah petani.3) Keterbatasan pegawai-pegawai Raffles.4) Masyarakat desa belum mengenal sistem uang.
b. Di bidang pemerintahan pengadilan dan sosial 
Dalam bidang ini, Raffles menetapkan kebijakan berupa:1) Pulau Jawa dibagi menjadi 16 karesidenan termasuk Jogjakarta dan Surakarta.2) Masing-masing karesidenan mempunyai badan pengadilan.3) Melarang perdagangan budak.
c. Di bidang ilmu pengetahuan
Dalam bidang pengetahuan, Raffles menetapkan kebijakan berupa:1) Mengundang ahli pengetahuan dari luar negeri untuk penelitian ilmiah di Indonesia.2) Raffles bersama Arnoldi berhasil menemukan bunga bangkai sebagai bunga raksasa danterbesar di dunia. Bunga tersebut diberinya nama ilmiah Rafflesia Arnoldi.3) Raffles menulis buku “
 History of Java
” dan merintis pembangunan Kebun Raya Bogor sebagaikebun biologi yang mengoleksi berbagai jenis tanaman di Indonesia bahkan dari berbagai penjuru dunia.Pemerintahan Raffles tidak berlangsung lama sebab Pemerintahan Napoleon di Prancis padatahun 1814 jatuh. Akibat berakhirnya kekuasan Louis Napoleon 1814, maka diadakan Konferensi
3

Activity (63)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Akhmad Komarudin liked this
veista liked this
Koum Nagh Centil liked this
andrianii23 liked this
Seli Purnamasari liked this
Fatma Anisa liked this
Eva Dianawati liked this
Inda Christie liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->