tersebut merupakan produk / instrument yang paling terbaru dan sudah banyak mengatur bagaimana setiap satuan fungsional Polri untuk bertindak dalam meredamunjuk rasa.Oleh karena itu dalam kesempatan pembuatan makalah ini penulis mencobamengangkat permasalahan tersebut dengan harapan hal ini menjadi masukan bagiPolri dalam menyusun peraturan serupa dikemudian hari. Adapun judul makalah iniadalah :
“PANDANGAN KRITIS TERHADAP PERATURAN KAPOLRI NO.POL. : 16 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PENGENDALIAN MASSA”.2.Maksud dan Tujuana.Maksud
Maksud penulisan makalah ini adalah disamping untuk melaksanakan penugasan pembuatan makalah yang materinya menyangkut Masalah PedomanPengendalian Massa dari Dosen Mata Kuliah Manajemen Samapta, makalah ini pula bertujuan memberikan masukan atau direktif kepada pihak yang berkompeten dalam hal ini Direktorat Samapta Babinkam Polri dalam hal pengendalian unjuk rasa kemudian sebagai sarana untuk belajar dalammenuangkan pemikiran saya tentang Mata Kuliah Manajemen Samapta yangditerima dengan ditunjang dengan beberapa referensi – referensi yang relevandengan permasalahan ini serta disertai dari pengalaman-pengalaman yang ada dilapangan .
b.Tujuan
Dengan penulisan makalah ini, kami mengharapkan agar makalah inidapat dijadikan sebagai referensi dan tambahan wawasan / pengetahuan bagi pembaca pada umumnya dan pihak yang berkompeten dalam hal ini DirektoratSamapta Babinkam Polri pada khususnya mengenai hal-hal yang berkenaandengan pengendalian unjuk rasa sehingga berguna dalam penyusunan instrumentyang sama di kemudian hari.
3.Permasalahan
2