Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
44Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Polmas dalam aspek Administrasi Kepolisian

Polmas dalam aspek Administrasi Kepolisian

Ratings:

4.7

(20)
|Views: 10,644|Likes:
Published by dolly99
Kebijakan Program Polmas dalam sistem administrasi kepolisian
Kebijakan Program Polmas dalam sistem administrasi kepolisian

More info:

Published by: dolly99 on Aug 11, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
1
PENERAPAN KONSEP COMMUNITY POLICING DALAMUPAYA PENCEGAHAN KEJAHATAN DI MASYARAKAT
( TINJAUAN TEKNIS DALAM ASPEK ADMINISTRASI KEPOLISIAN )
I.PENDAHULUAN1.Latar Belakang Permasalahan
Tidaklah salah bila dikatakan bahwa kebanyakan aparat kepolisian saat ini masih sangat berorientasi pada keberhasilan pengungkapan kejahatan. Karena prestasi polisi dinilaidan diukur oleh suatu sistem yang menghargai kecakapan polisi dalam penangkapan pelaku kejahatan. Dengan asumsi demikian dapat dikatakan bahwa polisi sebagai salahsatu komponen dalam sistem peradilan pidana merupakan pihak yang secara aktif  berbuat sesuatu untuk mencegah kejahatan. Tetapi melihat komponen-komponen lainseperti ejaksaan, pengadilan dan lembaga pemasyarakatan sebagai pihak yang justrumembiarkan penjahat bebas. (Friedman, 1992 ; Deters, 1979).Sebagai warga masyarakat setiap orang dapat berperan serta dalam menjaga keamanandan keselamatan diri dari segala bentuk kejahatan. Banyak keberhasilan dari kepolisiandiperoleh dari bantuan dan peran serta masyarakat. Seperti dalam pengungkapan kasuskriminal atau tindakan tertangkap tangan, tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakatmemiliki andil, minimal berperan sebagai saksi atau pemberi informasi.Merupakan sesuatu yang lazim apabila dalam pelaksanaan tugasnya kepolisiandihadapkan pada permasalahan yang serba kompleks dan rumit. Meningkatnya angkakejahatan yang menyangkut kualitas maupun kuantitas tidak dapat dielakan. Sehinggadalam menghadapi kriminalitas yang terus meningkat diperlukan profesionalisme dan peningkatan kinerja polisi. Namun demikian keterbatasan sumberdaya kepolisian tidak dapat dihindari dan hal ini merupakan permasalahan kepolisian yang terus membayangi prestasi kerja polisi. Walaupun dengan segala keterbatasan pada kasus tertentu kadang polisi juga dapat berhasil mengungkapnya.
 
2Meningkatnya angka kejahatan pada suatu daerah merupakan tantangan bagikepolisian. Tindakan kepolisian dengan pencegahan, pembinaan dan penindakanmewarnai tugas kepolisian dilapangan. Apa yang dilakukan oleh polisi dalammenghadapi kejahatan sudah jelas dan rinci. Namun demikian keterlibatan masyarakat belum banyak membantu tugas kepolisian dalam menanggulangi meningkatnya angkakejahatan. Sehingga sebagian besar polisi merasa bahwa mereka kurang mendapatkandukungan dari masyarakat, lembaga peradilan dan aparat lainnya. Hal ini sangat berdampak pada kemampuan mereka untuk melaksanakan tugas. (Friedman, 1992 ;Campbell dan Schuman, 1976). Aktifitas kepolisian ini terus dikembangkan diberbagainegara maju maupun berkembang dan dipahami bersama bahwa negara Jepangmerupakan pelopornya.Penggunaan istilah
Community Policing 
atau Pemolisian Masyarakat padakepolisian Jepang dimulai pada tahun 1993. Istilah tersebut diilhami dari tulisan DavidBayley yang berisi tentang hasil penelitian mengenai sistem
Koban
dan
Chuzaisho
diJepang. Dengan
Community Policing 
maka kepolisian Jepang dapat dikatakan sebagai penegak hukum modern. Predikat tersebut diterapkan bukan hanya dilihat dari adanya berbagai fasilitas pendukung tugas yang serba modern. Akan tetapi mengacu kepada pandangan beberapa pakar penegak hukum tentang konsep penegakan hukum modern.Penegakan hukum modern dimaksud adalah penegakan hukum yang menitik beratkan pada kegiatan preventif dibandingkan tindakan represif.Oleh sebab itu upaya mencegah kejahatan sebagai kebijakan criminal yang dilakukanoleh kepolisian harus dapat menimbulkan efek pencegahan terhadap muncul dan berkembanganya kejahatan selanjutnya. Sehingga upaya yang dilakukan harus sistemik  baik yang bersifat preventif maupun represif. Hal ini perlu dipikirkan sebab secarakonseptual masyarakat menuntut lebih besar terhadap peranan Polisi. (Muladi, 2002 :274). Sehingga dalam merumuskan tuntutan masyarakat tersebut Polri haruslah mampumelakukan analisa yang tajam dalam rangka menerapkan pola kegiatan kepolisian yangtepat untuk dapat mememenuhi harapan masyarakat tersebut. Walaupun sejakepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Soetanto Konsep Perpolisian asyarakat ini telah bergulir namun sampai saat ini masih belum menemui formula yang tepat untuk menerapkan konsep itu dalam situasi masyarakat Indonesia yang beraneka ragam.
 
3
2.Maksud dan Tujuana.Maksud
Maksud penulisan makalah ini adalah disamping untuk melaksanakan penugasan pembuatan makalah yang materinya menyangkut AdministrasiKepolisian oleh dosen, makalah ini pula bertujuan sebagai sarana untuk belajar dalam menuangkan pemikiran saya tentang Mata Kuliah Administrasi Kepolisianyang diterima dengan ditunjang dengan beberapa referensi referensi yangrelevan dengan permasalahan ini.
b.Tujuan
Dengan penulisan makalah ini, kami mengharapkan agar makalah ini dapatdijadikan sebagai referensi dan tambahan wawasan / pengetahuan bagi pembacamengenai hal-hal yang berkenaan dengan pelaksanaan Strategi ”ComunityPolicing” dalam rangka mencegah terjadinya kejahatan ditinjau dari berbagaimacam aspek dalam sistem Administarai Kepolisian.
3.Permasalahan
Sebagai salah satu aspek dalam system Administrasi Kepolisian Strategi PerpolisianMasyarakat atau Community Policing yang diterapkan Polri saat ini pada hakekatnyasudah berjalan sekian lama namun dikarenakan situasi dan kondisi masyarakatIndonesia yang mejemuk membuat pelaksanaan strategi ini agak mengalami kendalahal tersebut perlu dikaji dengan seksama dalam tinjauan akademis sehingga dalam pelaksanaannya nanti Strategi ini dapat berjalan dengan baik namun tidak melanggar dari aturan-aturan yang ada.Dalam makalah kali ini penulis berusaha untuk mencoba menggali beberapa pokok  permasalahan untuk dapat dibahas dalam Bab selanjutnya yaitu :a.Bagaimana bentuk-bentuk hubungan yang terjadi antara Polisi dan Masyarakat padaumumnya serta bagaimana pola hubungan yang terbaik untuk merealisasikankeinginan masyarakat atas terciptanya keamanan yang kondusif ?

Activity (44)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Hatty Kace liked this
Chacha Winarya liked this
Nugie Outsider's liked this
Tantho Aditya liked this
fahmirasya liked this
Nicky Mrwnti liked this
Setiyadi Bimo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->