Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
148Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perilaku Organisasi

Perilaku Organisasi

Ratings:

4.38

(16)
|Views: 15,362 |Likes:
Published by dolly99
Aspek Perilaku Organisasi di lingkungan Polri
Aspek Perilaku Organisasi di lingkungan Polri

More info:

Published by: dolly99 on Aug 11, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

text

original

 
1
USAHA –USAHA MEMINIMALISIR HAMBATAN KOMUNIKASI ORGANISASI SECARAEFEKTIF DAN EFISIEN DALAM PENCAPAIAN TUJUAN BERSAMABAB IPENDAHULUAN1.Latar Belakang Masalah
Dalam menjalin relasi dengan orang lain yang ada di dalam ataupun diluar organisasi, kita membutuhkan komunikasi dalam mencapai keinginan individu atautujuan bersama, sebagaimana dikemukakan oleh Katherine Miler 
“ Organizational communication, broadly speaking is : people working together to achieve individual or collective goal ” 
. Dalam dunia kerja, komunikasi merupakan satu hal yang palingpenting dan menjadi bagian dari tuntutan profesi (keahlian)
1
.Kadang-kadang penyebab rusaknya hubungan antar individu dalam suatuorganisasi, misalnya antara manajer atau supervisor dengan karyawan atau di antarakaryawan itu sendiri adalah adanya miskomunikasi yang terjadi sehingga apabila haltersebut dibiarkan akan membuat proses penyampaian program yang berisi pesandari manajer kepada bawahan akan membuat pelaksana terdepan tidak dapatmelaksanakan tujuan atau cita-cita yang telah disepakati bersama.Selain berfungsi memperlancar dan mengarahkan pekerjaan menuju tujuanyang ditetapkan organisasi. Komunikasi juga merupakan sarana mengevaluasi danmemperoleh informasi keluhan bawahan dalam melaksanakan tugasnya sehinggamanajer dapat memiliki keputusan yang tepat untuk menyelesaikan permasalahanyang terjadi dalam organisasi. Menurut
Wilbur Schramm
, seorang ahli komunikasidalam
karyanya communication research in the USA.
omunikasi akan berhasilapabila pesan yang disampaikan oleh komunikator sesuai dengan kerangka acuan
[frame of reference)
paduan pengalaman dan pengertian
[collection of experiencesand meanings] 
yang pernah diperoleh komunikan
2
..Untuk bisa berkomunikasi dengan baik dibutuhkan tidak hanya bakat, tapiterutama kemauan untuk melakukan proses belajar yang kontinu. Keterampilanberkomunikasi yang baik meliputi kemampuan dasar untuk mengirim danmenguraikan pesan secara akurat dan efektif untuk memperlancar pertemuan, untukmemahami cara terbaik dalam penyebaran informasi dalam sebuah organisasi, sertauntuk memahami makna simbolis tindakan-tindakan seseorang sebagai manajer.Walaupun demikian, terlalu sering kita melakukan pendekatan dengan suatupertukaran tanpa mempertimbangkan bagaimana pihak lain bereaksi. Pesan yangkita sampaikan seringkali terlalu berorientasi kepada diri sendiri, sehingga apa yangterjadi dengan pihak lain menjadi sesuatu yang terabaikan.
 
2
2.Rumusan Permasalahan
Simbol-simbol bahasa yang digunakan dalam suatu pesan dapat berwujudverbal maupun nonverbal. Pesan verbal merupakan pesan yang diucapkan olehpengirim, sedangkan pesan nonverbal dapat berupa gerak-gerik atau sikap dari sipengirim pesan. Komunikasi sering menemukan kegagalan apabila terjadiketidaksesuaian antara pesan verbal yang disampaikan dengan pesan nonverbalyang tampak Meskipun pembicara kadang-kadang telah berusaha mengubahperilakunya untuk menciptakan suatu ekspresi tertentu pada pendengarnya, akantetapi perilaku nonverbal secara umum ternyata sulit untuk diatur 
3
. Sebagai contoh,kebohongan seseorang dapat diamati dari cara dia berperilaku pada saat diamengatakan kebohongan itu. Ketika seorang pembicara berkata satu hal dan bahasatubuhnya mengatakan yang lain, kita akan mengakui keakuratan bahasa nonverbal.Komunikasi yang efektif ditentukan oleh tingkat penerimaan dan pemahamanterhadap arti pesan yang diharapkan.Ada beberapa bagian dalam proses ini yang dapat mengganggu kelancaranberkomunikasi. Sebagai contoh, penerima mungkin tidak mengerti simbol-simbolbahasa. Bahasa dalam arti yang luas seringkali memberikan simbol dan bentuk yanghanya tepat untuk berkomunikasi dalam suatu organisasi tertentu saja, dalam satulingkungan saja. Atau kadang-kadang juga pengirim terbawa oleh kemampuannyauntuk memanipulasi bahasa dan dengan kurang hati-hati mencampuradukkan pesandengan pesan yang tidak dapat dimengerti oleh si penerima
4
. Akibatnya penerimapesan tidak dapat memahami apa yang disampaikan oleh si pengirim.Untuk dapat mensinkronisasikan komunikasi yang disampaikan danpendengar dapat memahami arti suatu komunikasi yang disampaikan sehinggaterjadi feed back atas informasi yang diterima tentunya tidaklah mudah, sehinggadalam tulisan ini penulis mencoba menganalisis antara lain :a.Bagaimana proses komunikasi dalam organisasi dapat menjadi kekuatanyang sangat signifikan dalam mencapai tujuan organisasi yang telahditentukan sebelumya ?
b.
Apa saja yang menjadi hambatan hambatan dalam proses KomunikasiOrganisasi baik di dalam internal organisasi itu sendiri maupun hubungannyadengan pihak luar organisasi ?
c.
Bagaimana cara untuk menghilangkan hambatan-hambatan dalam proseskomunikasi organisasi tersebut diatas ?
1.
Gergen, Kenneth and Tojo Joseph. . "
Psychological Science in a PostmodernContext 
. " Hal. 803-804. Oktober 2001
2.
Pace R. Wayne and Faules, Don F, “
Komunikasi Organisasi 
” ,Hal.106, ROSDA,Bandung 2000
 
3
BAB IIPEMBAHASAN3.Analisis dan Pemecahan Masalah
3.1.Elemen-elemen Komunikasi 
Sebelum mencoba mencari solusi pemecahan masalah dalam proseskomunikasi dalam organisasi, baik kiranya kita mengetahui apa saja elemen –elemen dalam komunikasi. Pengirim, penerima, bahasa, pesan, model, dansaluran (
channel 
) merupakan keseluruhan elemen proses komunikasi.
Pengirim
men-
transmit 
komunikasi.
Penerima
mendapatkan dan menguraikan kodenya.Pengirim bervariasi dalam hal kemampuannya untuk membangun danmengirimkan pesan, dan penerima bervariasi dalam hal kemampuannyamenerima dan memahami pesan.
Pesan
dibangun dari simbol-simbol
bahasa
yang digunakan dalam beberapa
model
komunikasi dan dikirimkan melalui suatu
saluran
komunikasi. Pesan disampaikan secara oral/lisan maupun tulisan.
Komunikasi formal
bergerak melalui organisasi saluran yang terstruktur.
Komunikasi informal
mengalir diluar struktur organisasi yang formal
5
.Komunikasi adalah pertukaran dalam
kondisi volley 
. Jadi, begitu pesan dikirimkan,pesan balasan segera dikirim kembali. Pesan seringkali berperilaku sebagairespon atau
feedback 
(umpan balik) bagi si pengirim pesan. Pesan umpan balik itumemungkinkan pengirim untuk mengevaluasi efektifitas pesan yang terdahulu.
3.2 Model dan Tujuan Komunikasi 
Komunikasi tertulis mempunyai makna yang formal dalam penyampaianinformasi yang berhubungan dengan pekerjaan. Pesan tertulis merupakan sesuatuyang nyata (
tangible
). Ia memberikan suatu dokumen tentang tindakan organisasidan dapat ditinjau kembali serta dipelajari. Satu hal yang menjadi perhatian utamaseseorang yang mengirim pesan bisa jadi bahwa diharapkan penerima benar-benar menerimanya. Penelitian menunjukkan bahwa pesan yang telah ditulis dandikirimkan tidak berarti bahwa orang yang dituju telah membaca danmemahaminya. Sebagaimana diungkapkan bahwa
The type of organizationassumes there is a little for two way exchange between organizational level except as they are initiated by a higher level because massage from are considered to bemore important than those from subordinates” 
.
Sebagian besar interaksi yang diperlukan dalam organisasi adalah melaluikomunikasi oral/lisan. Suatu model dasar komunikasi lisan
 
adalah
interview
.Interview merupakan suatu interaksi lisan antara dua orang atau lebih yangmenyebarkan atau mempertukarkan informasi (Hunt, 1980). Interview dapatdilakukan untuk berbagai tujuan antara lain :
3. Jiwanto, Gunawan.,
Komunikasi dalam Organisasi 
, Hal. 211, Pusat PengembanganManajemen & Andi Offset, Yogyakrta 1985
 4.
Leon Festinger, "
Informal Social Communication
," page 97-98 in Dorwin Cartwright andAlvin Zander, Group Dynamics, New York: Harper & Row, 1968,

Activity (148)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yusnia Latiefah liked this
Putu Suta liked this
Ahmad Fauzi liked this
fifihumz liked this
Joko Purwanto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->