Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
40Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manajemen Disaster

Manajemen Disaster

Ratings:

4.33

(6)
|Views: 7,414|Likes:
Published by dolly99
Penanggulangan Limbah Beracun sebagai upaya manajeen bencana
Penanggulangan Limbah Beracun sebagai upaya manajeen bencana

More info:

Published by: dolly99 on Aug 11, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/03/2012

pdf

text

original

 
PENTINGNYA MANAJEMEN DISASTER LIMBAH BERACUN BEBAHAYA DALAMMEMINIMALISIR EFEK NEGATIF YANG DITIMBULKAN DARI PROSESPEMBANGUNAN DAN INDUSTRI DI INDONESIABAB IPENDAHULUAN1.Latar Belakang
Kesadaran akan pentingnya upaya pengurangan risiko bencana telah mulai muncul padadekade 1990-1999 yang dicanangkan sebagai Dekade Pengurangan Risiko Bencana Internasional.Upaya untuk mengurangi risiko bencana secara sistematik membutuhkan pemahaman dan komitmen bersama dari semua pihak terkait terutama para pembuat keputusan (decision makers). DewanEkonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam Resolusi Nomor 63 tahun 1999menyerukan kepada Pemerintah di setiap negara untuk menyusun dan melaksanakan Rencana AksiPengurangan Risiko Bencana Nasional untuk mendukung dan menjamin tercapainya tujuan dansasaran pembangunan berkelanjutan. Indonesia sebagai Negara yang memiliki banyak wilayah yangrawan bencana dan masih dalam proses pembangunan serta sedang menggiatkan kegiatan industriyang bertujuan meningkatkan taraf ekonomi rakyat. Tentunya menimbulkan efek negatif darikegiatan pembangunan tersebut. Masalah limbah beracun berbahaya yang masih belum tertanganidengan baik membawa dampak destruktif bagi sosial masyarakat dan lingkungan hidup yang padaakhirnya menimbulkan bencana yang mengerikan bagi kehidupan manusia dan alam.Sejarah telah mencatat betapa mengerikan Kasus Minamata tahun 1956 yang mengakibatkankorban manusia yang tidak sedikit disebabkan pembuangan limbah Air Raksa / Merkuri yangdihasilkan oleh kegiatan industri pupuk urea “Chisso Co Ltd”. Teluk Minamata yang menjadisumber kehidupan nelayan dan penduduk sekitartelah berubah menjadi monster yang menakutkanselain dampaknya merusak ekologi dan ekosistem di teluk tersebut juga membuat banyaknya berjatuhan korban jiwa dan cacat fisik.Selain kasus Minamata yang terjadi diluar negeri tersebut tidak menutup kemungkinan haltersebut terjadi di Indonesia seperti Kasus Buyat dimana logam logam berat ( merkuri ) yangdihasikan dari pembuangan limbah penambangan emas milik PT Newmont Minahasa Raya membuatseorang penduduk yang bernama Andini Lenzun di Desa Ratatotok Timur , Pantai Buyat MinahasaSelatan Sulawesi Utara terkena penyakit yang mememiliki ciri yang sama pada Kasus Minamata.Selain itu pula Sungai Citarum yang berada di Jawa Barat telah mengalami pencemaran yang
 
dilakukan oleh 217 industri yang berada disepanjang aliran Sungai Citarum. Setiap hari sekitar 1.320Liter per detik atau setara 270 Ton perhari limbah dibuang ke sungai tersebut sehingga warna sungaiyang dulunya bening pada saat ini telah terlihat hitam dengan bau busuk yang menyengat.Masyarakat menduduki tempat penting dalam penanggulangan bencana limbah beracun berbahaya karena masyarakat merupakan subyek, obyek sekaligus sasaran utama upaya penguranganresiko bencana. Sebagai subyek masyarakat diharapkan dapat aktif mengakses saluran informasiformal dan non-formal, sehingga upaya pengurangan risiko bencana secara langsung dapatmelibatkan masyarakat. Pemerintah bertugas mempersiapkan sarana, prasarana dan sumber dayayang memadai sebagai bentuk memanajemen bencana yang ditimbulkan seperti yang terjadi paragraph diatas. Dalam rangka menunjang dan memperkuat daya dukung setempat, sejauhmemungkinkan upaya-upaya pengurangan risiko bencana akan menggunakan dan memberdayakansumber daya setempat termasuk sumber dana, sumber daya alam, ketrampilan, proses-prosesekonomi dan sosial masyarakat.
2.Maksud dan Tujuan
a.MaksudMaksud dari pembuatan makalah ini untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dosen juga menjadi informasi bagi pembaca untuk mengetahui program prioritas yang bersifat lintassektor dan lintas wilayah dalam memanage disaster / bencana yang ditimbulkan dari limbahindustri dan proses pembangunan. b.TujuanTujuan makalah ini pula yaitu untuk mendiskripsikan kebijakan dan pengawasan yangdilakukan oleh pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan pengurangan risiko bencana padaumumnya dan bencana limbah kimia pada khususnya, sehingga kegiatan pembangunan dapat berkelanjutan, terarah dan terpadu.
3.Ruang Lingkup
Manajemen Bencana mengakomodasikan kepentingan dan tanggung jawab semua pemangkukepentingan terkait dan disusun melalui proses koordinasi dan partisipasi . Disaster Manajemenmerupakan landasan, prioritas, aksi serta mekanisme pelaksanaan dan kelembagaan penanganan bencana khususnya yang ditimbulkan oleh limbah industri dari proses pembangunan dan industri.
 
4.Permasalahan
Dalam hal penanggulangan bencana, kita memiliki Badan Koordinasi NasionalPenanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (Bakornas PBP) yang dibentuk berdasarkanKeputusan Presiden (Keppres) Nomor 3 Tahun 2001. Di tingkat Provinsi dibentuk SatuanKoordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi yang disingkatSatkorlak PBP. Di tingkat Kabupaten/Kota dibentuk Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana danPenanganan Pengungsi yang disingkat Satlak PBP. Walaupun tugas dan fungsi dari Bakornas,Satkorlak dan Satlak PBP ini telah jelas diuraikan dalam Keppres tersebut, namun faktanya ketikaterjadi bencana terlihat institusi ini sering "kedodoran". Dirasakan selama ini, pemahaman terhadapmanajemen bencana memang semakin luntur, karena dianggap bukan prioritas dan bencana hanyadatang sewaktu-waktu saja. Dapat dipastikan pemahaman dasar tentang manajemen bencana tidak dikuasai atau tidak dimengerti oleh banyak kalangan baik birokrat, masyarakat, maupun swasta.Penanganan bencana selama ini dapat dikatakan "
bagaimana nanti saja
". Padahal negara kitaadalah negara yang memiliki ancaman bahaya bencana lingkungan hidup yang disebabkan olehlimbah kimia industri yang berbahaya bagi alam dan manusia dengan klasifikasi sangat bervariasidan sangat berat. Suatu ketika bila terjadi bencana dan menelan korban jiwa dan lingkungan hidup ,kita selalu terkaget-kaget dan mengatakan kecolongan. Pengalaman telah terbukti bencana bahwakerusakan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh pengelolaan limbah industri yang menyalahi prosedur standar tidak menutup kemungkinan akan terjadi seperti di Teluk Minamata Jepang danTeluk Buyat Sulawesi Utara .Melihat kenyataan dan akibat yang ditimbulkan diatas dapat diambil beberapa pokok  permasalahan yang akan penulis coba bahas antara lain :
a.
Bagaimana faktor faktor penyebab bencana lingkungan hidup yang disebabkan olehlimbah berbahaya beracun yang dihasilkan dari industri dan proses pembangunan diIndonesia ?
b.
Bagaimana kegiatan/aksi yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintahdaerah dalam mengendalikan dan mengurangi resiko bencana yang disebabkan oleh limbah berbahaya beracun yang dihasilkan dari industri dan proses pembangunan di Indonesia ?
BAB IIP E M B A H A S A N

Activity (40)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Syifa Munawarah liked this
Duz Aza liked this
ABd Rahman Abe liked this
ABd Rahman Abe liked this
Mofaj Fajrianda liked this
Nurul liked this
Ade' Sanchez liked this
Yusniar Niar liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->