Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
39Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
perdagangan dalam al quran - agustianto

perdagangan dalam al quran - agustianto

Ratings:

4.75

(12)
|Views: 4,950 |Likes:
Published by Edy Ramdan
Artikel Ekonomi Islam atau Syari'ah, karya : Agustianto.
Riba Bank Ekonomi Syariah Islam Indonesia Bunga uang perbankan nasional quran fikih sdm manajemen bisnis finansial perusahaan miskin kaya fiqih muamalah marketing
Artikel Ekonomi Islam atau Syari'ah, karya : Agustianto.
Riba Bank Ekonomi Syariah Islam Indonesia Bunga uang perbankan nasional quran fikih sdm manajemen bisnis finansial perusahaan miskin kaya fiqih muamalah marketing

More info:

Published by: Edy Ramdan on Aug 11, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2013

pdf

text

original

 
Oleh : AgustiantoA. PendahuluanPerdagangan atau bisnis adalah suatu yang terhormat di dalam ajaran Islam, karena itucukup banyak ayat Al-quran dan hadits Nabi yang menyebut dan menjelaskan norma-norma perdagangan. C.C. Torrey dalam The Commercial Theological Term in the Quranmenerangkan bahwa Alquran memakai 20 terminologi bisnis. Ungkapan tersebutmalahan diulang sebanyak 720 kaliPenghargaan Nabi Muhammad terhadap perdagangan sangat tinggi, bahkan beliausendiri adalah seorang aktivis perdagangan mancanegara yang sangat handal dan pupolis.Sejak usia muda reputasinya dalam dunia bisnis demikian bagus, sehingga beliau dikenalluas di Yaman, Syiria, Yordana, Iraq, Basrah dan kota-kota perdagangan lainnya diJazirah Arab. Kiprah Nabi Muhammad dalam perdagangan banyak dibahas oleh Afzalur Rahman dalam buku Muhammad A Trader.Dalam berbagai sabdanya ia seringkali menekankan pentingnya perdagangan dalamkehidupan manusia. Dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Al-Ashbahanidiriwayatkan sebagai berikut :بسكلا بيطأ ناذلا رجتلا بس اوذك مل اوثدح اامل ادع اا اوفخ  اووخ مل اوتئا اا اا اا اوذ مل اتشان اا اوحد مل اوع  او مل مهيعن اا مهل اس مل  Artinya, Dari Mu’az bin Jabal, bahwa Rasulullah saw bersabda, ”Sesungguhnya sebaik- baik usaha adalah usaha perdagangan yang apabila mereka berbicara tidak berdusta, jika berjanji tidak menyalahi, jika dipercaya tidak khianat, jika membeli tidak mencela produk, jika menjual tidak memuji-muji barang dagangan, jika berhutang tidak melambatkan pembayaran, jika memiliki piutang tidak mempersulit” (H.R.Baihaqi dandikeluarkan oleh As-Ashbahani).Dalam hadits yang lain Nabi Muhammad saw juga mengatakan,ةرجتل مكيعهي نإ قز لا رعأ س دحأ ار) ) Artinya, Hendaklah kamu berdagang, karena di dalamnya terdapat 90 % pintu rezeki(H.R.Ahmad).  Namun demikian, ada aturan-aturan syariah yang harus diikuti dalam kegiatan perdagangan agar tujuan yang sesungguhnya dari perdagangan itu dapat tercapai, yaitukesejahteraan manusia di duniawi dan kebahagian akhirat, yang disebut Umar Chapradengan istilah falah . Tanpa mengikuti aturan syariah, kegiatan perdagangan akanmembawa ketimpangan dan chaos dalam kehidupan manusia.Makalah ini akan membahas ayat-ayat Al-quran yang berkaitan dengan perdagangan dankeuangan yang terkait dengan bisnis, karena bagaimanapun kegiatan perdagangantersebut tidak bisa dilepaskan dari persoalan keuangan, seperti keharusan adanya pencatatan keuangan (akuntansi) yang baik dan akuntatable (bisa dipartanggung jawabkan).Makalah ini memilih satu ayat utama sebagai obyek kajian dan beberapa ayat lainnya
 
yang relevan sebagai pendukung. Kajian ini juga tentunya diperkuat dengan hadits-hadits Nabi dan disertai dengan mengutip beberapa pendapat ulama.B.Ayat-Ayat Al-quran tentang PerdaganganPengungkapan perdagangan dalam Al-quran ditemui dalam tiga bentuk, yaitu tijarah, bay’ dan Syira’.Kata ةرجتلا- adalah mashdar dari kata kerja (ج جت اج ةرج ) yang berarti ( dan ىش ’) yaitu menjual dan membeli. Kata tijarah ini disebut sebanyak 8 kali dalamAlquran yang tersebar dalam tujuh surat, yaitu surah Albaqarah :16 dan 282 , An-Nisak :29, at-Taubah : 24 , An-Nur:37 , Fathir : 29 , Shaf : 10 dan Al-Jum’ah :11 . Pada surahAl-Baqarah disebut dua kali, sedangkan pada surah lainnya hanya disebut masing-masingsatu kali. Di antara delapan ayat tersebut hanya 5 ayat yang berkonotasi bisnis material.Sedangkan 3 ayat lagi makna tijarah tidak berkonotasi bisnis (perdagangan) yang riel,tetapi dalam makna majazi, yaitu Al-baqarah 16, Fathir: 29 dan Shaf : 10 Sedangkan kata ba’a ) ) disebut sebanyak 4 kali dalam Al-quran, yaitu 1). Surah Al-Baqarah :254 , 2). Al-Baqarah : 275, 3). Surah Ibrahim 31 dan 4. Surah Al-Jum’ah :9 . Selanjutnya term perdagangan lainnya yang juga dipergunakan Al-quran adalah As-Syira.Kata ini terdapat dalam 25 ayat. Akan tetapi setelah diteliti, ternyata dari 25 ayattersebut hanya 2 ayat saja yang berkonotasi perdagangan dalam konteks bisnis yangsebenanya, yaitu pada ayat yang mengkisahkan Nabi Yusuf yang dijual oleh orangmenemukannya yang terdapat dalam surah Yusuf ayat 21 dan 22 . Oleh karena itu katasyira sama sekali tidak disinggung dalam makalah ini.Di antara sekian banyak ayat Al-Quran yang membicarakan perdagangan, makalah inihanya menjadikan satu ayat saja sebagai ayat utama. Sedangkan ayat-ayat lainnyamerupakan ayat-ayat pendukung. Ayat utama tersebut ialah surah An-Nisak ayat 29.Pilihan terhadap kedua ayat ini, karena ayat pertama (An-Nisak 29), berisi tentanglarangan memakan harta dengan cara bathil dan keharusan melakukan perdagangan yangdidasarkan pada kerelaan. Sedangkan ayat-ayat lainnya merupakan ayat pendukung. Diantara ayat pendukung tersebut ialah surah Al-Baqarah 282 yang berisi tentang konsep pencatatan (akuntansi) dalam kegiatan perdagangan.مك ن ا ن مكسفأ اوت  مك ضا ع ةرج نوك نأ  طل مكي مكلاوأ او  اواء ذلا هأ يحر Artinya, ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan hartasesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlakudengan suka-sama suka di antara kamu, janganlah kamu membunuh diri kamu,sesungguhnya Allah sangat menyayangi kamu”.Tafsir Mufradat :Ayat ini menurut Ali Al-Sayis dengan tegas melarang setiap orang beriman memakanharta dengan cara yang bathil. Memakan harta dengan bathil ini mencakup dua pengertian, yaitu memakan harta sendiri dan memakan harta orang lain. Cakupan inidifahami dari kata ”Amwalakum” (( مكلاوأ yang artinya harta kamu.Memakan harta sendiri dengan cara bathil misalnya menggunakannya untuk kepentinganmaksiat. Sedangkan memakan harta orang lain dengan bathil, adalah memakan harta hasil
 
riba, judi, kecurangan dan kezaliman, juga termasuk memakan harta dari hasil perdagangan barang dan jasa yang haram, misalnya khamar, babi, bangkai, pelacuran(mahr al-baghi), tukang tenung, paranormal, dukun (hilwan al-Kahin) dsb. Semua iniadalah perdagangan yang rusak (fasid) yang dilarang dalam Islam.Menurut An-Nadawi, bathil itu adalah segala sesuatu yang tidak dihalalkan syari’ah,seperti riba, judi, korupsi, penipuan dan segala yang diharamkan Allah . Menurut Al-Jashshah, termasuk memakan harta dengan bathil adalah memakan harta dari hasilseluruh jual beli yang fasid, seperti jual beli gharar. Sementara itu menurut Tafsir Al-Qasimi, bathil ialah sesuatu yang tidak dibolehkan syari’ah, seperti riba, judi, suap dansegala cara yang diharamkan.Dalam menafsirkan surah An-Nisak : 29, ”memakan harta dengan jalan bathil ” ini, Ibnu’Arabi mengatakan, bahwa paling tidak ada 56 jenis dan bentuk perdagangan yang tidak sah dan dilarang dalam Islam.ص   نوس  ت  هع ه  Perdagangan yang tidak sah itu itu antara lain, jual beli gharar, memperdagangkan barang-barang haram yang tidak bernilai menurut syara, seperti khamar, bangkai darah, berhala, salib, anjing piaraan, bisnis prostitusi (mahr al-baghi), jual beli tipuan (bay’ alghasysyi), bay’ al muqtaat atau jual beli barang sejenis dengan kuantitas yang berbeda,atau jual beli barang yang tak sejenis tetapi kredit (nasi’ah), ba’i munabazah , Semua inikata Ibnu ’Arabi termasuk kepada riba. (Wa hazda kulluhu dakhilun fi bay’ ar- riba).Demikian juga dua jual beli dalam satu jual beli, bay’ al mulamasah , dan menjualsesuatu yang barangnya tidak ada di tangan, jual beli tanaman yang belum jelas hasilnya(ijon), bisnis paranormal, (hilwan kahin), jual-beli barang yang tidak bisa diserahkan, danmembeli sesuatu yang telah dibeli oleh orang lain. Semua ini merupakan perdagangan bathil.Selanjutnya yang sangat penting diperhatikan adalah bahwa obyek yang diperdagangkanharus halal dan thayyib. Perintah mengkonsumsi produk yang halal dan thayyib berulangkali disebut dalam Alquran, antara lain Surah Albaqarah : 268, Al-Maidah : 91, Al-Anfal69 dan An-Nahal 114. Menurut Yusuf Ali, kata thayyib menggunakan tiga frasa untuk menyatakan nilai-nilai etika dan spiritual dalam term halal dan thayyib, yaitu, 1. Barang- barang yang baik, berkualitas, 2. barang-barang yang suci (tidak najis), 3, Barang-barangyang indah. Dengan demikian, barang-barang yang dikonsumsi menunjukkan nilai-nilaikebaikan, kesucian dan keindahan.Dalam memahami surah an-Nisak 29 ini Muhammad Husein Ath-Thabathaba’iy melihat bahwa kalimat  مكلاوأ او yang dikait dengan مكي memberi isyarat laranganmemakan harta dengan cara yang curang. Sedangkan maksud bil bathil adalah perdagangan yang membawa kerusakan dan kehancuran. Jadi bila perdagangan itu bersihdari kebatilan dan tipuan akan menimbulkan ketentraman masyarakat, bukan hanyaterhadap pembeli dan penjual, bahkan lebih dari itu kepada masyarakat secarakeseluruhan.Tijarah ialah jual beli dan sejenisnya yang berkaitan dengan pengembangan harta.Tijarahada tiga macam, yaitu, 1. ’ain dengan ’ain, inilah jual beli kontan 2.’ain dengan hutang(salam dan istisna), 3. jual beli ’ain dengan manfa’at, ini disebut ijarah/jasa.

Activity (39)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Indra Theboys liked this
Hamidfurkon Syah liked this
Anna Quraisy Haq liked this
Okta Fiya liked this
Fuji Fitria liked this
Ardy Hermawan liked this
Uki Maya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->