Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
manggeng_pendidikanmajemuk

manggeng_pendidikanmajemuk

Ratings: (0)|Views: 395|Likes:
Published by aripbudiman14

More info:

Published by: aripbudiman14 on Jan 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/14/2011

pdf

text

original

 
2
 T   i   j   a  u  a  T   e  o l   o   g  i  
INTIM - Jurnal Teologi Kontekstual Edisi No. 8 - Semester Genap 2005 
Pendidikan Agama Kristen dalam Masyarakat Majemuk 
oleh Marthen Manggeng 
 1. Realitas kepelbagaian dunia saat ini
Saat ini hampir tidak ada negara-negara besar yangtidak multikultural dan multi religius. Ada beberapanegara yang sebelumnya agama yang dianutpenduduknya didominasi oleh satuagama tetapi sekarang justeru menjadisangat multi religius, misalnya:
a. Inggris.
Dahulu hampir semua penduduk Inggrisberagama kristen. Saat ini Inggrismerupakan salah satu negara yangmulti kultural dan multi religius.Penduduk Inggris saat ini banyak yangdatang dari Arab, khususnya Turki.Mereka datang membawa budaya danagama yang dianutnya. Agama danbudaya tersebut bertumbuh menjadisuatu realitas baru di tengah-tengahagama dan budaya yang telah ada.Karena itu, saat ini Inggris menjadisalah satu pusat kajian dan studi Islam.
b. India.
Negara ini banyak dikenal sebagaitempat dan pusat agama Hindu. Tetapisaat ini agama-agama besar lainnya(seperti agama Islam dan AgamaKristen) sudah mempunyai pengaruhyang cukup besar di negara tersebut.
c. Amerika Serikat 
.Negara adikuasa ini termasuk negarayang sangat multi kultural. Selainpenduduk asli yang sudah semakin kecil jumlahnya,ada begitu banyak penduduk USA yang berasal dariberbagai belahan bumi ini. Mereka membawakebudayaan dan agama mereka masing-masing.Salah satu agama yang sangat pesatperkembangannya adalah agama Islam.
2. Kepelbagaian sebagai tantangan terhadap PAK 
Ada begitu banyak pengalaman yang menarik yangdialami oleh orang-orang percaya di berbagaibelahan dunia dalam konteks kepelbagaian agamadan budaya. Kita dapat belajar daripengalaman yang sangat berhargayang telah dialami mereka sehinggakita dapat memikirkan suatupendekatan yang relevan dalamkonteks demikian tanpa mereduksikannilai-nilai religius dalam masing-masing agama atau budaya yang ada.
a.
Seorang kepala sekolah di sebuahsekolah Kristen khusus para wanitamenjadi kebingungan sebab sekolahyang dikelolanya harus menjadi bagiandari sistem pendidikan negara tersebut.Kekhasan sebagai sekolah Kristensudah sangat berkurang sebabkurikulum dan sistem pendidikan diaturoleh negara.
b.
Di Inggris, seorang kepala sekolah disekolah yang didirikan oleh gerejamenjadi kebingungan sebab sebagianbesar muridnya tidak beragama kristentetapi beragama Islam dan Hindu.Masalahnya ialah Pendidikan AgamaKristen merupakan salah satu matapelajaran wajib bagi setiap nara didik.Selain itu, kegiatan studi Alkitabmerupakan kegiatan wajib tetapipesertanya sangat sedikit.
1
c.
Sorang pendeta baru di suatu Jemaatdi kanada. Pada saat tiba di Pastoriyang berdekatan dengan gedung gereja, ia agakkaget sebab dia mendengar suara seperti orangHindu yang sembahyang. Ia mengenal bahasa
 “ Karena itu, yang penting  ialah kita mendidik mereka  bukan saja untuk mengerti  imannya secara  sadar 
.
...tetapi juga mampu  melihat aliran atau agama  lain secara obyektif tanpa  harus terpengaruh.Budaya-budaya lain dan  budaya tradisional dapat  dijadikan sebagai sarana  dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen.” 
 
22 
   T   i   n   j   a   u   a   n   T  e   o   l   o   g   i   s
INTIM - Jurnal Teologi Kontekstual Edisi No. 8 - Semester Genap 2005 
yang dipakai sebab ia berasal dari India Timur.Namun anehnya sebab suara itu justru datang darigedung kompleks gereja. Ia lalu mencari darimana datang suara itu, ternyata salah saturuangan di kompleks gedung gereja tersebutdipakai oleh orang yang beraga Hindu untukberibadah.
d.
Pengalaman orang Kristen di tengah keluargaMuslim di Kenya. Umumnya keluarga merekaadalah orang Muslim tetapi mereka hidup dalamkerukunan dan saling menghormati satu terhadapyang lain.
2
e.
Pengalaman seorang Ibu yang hanya tahu Alkitabdan kekristenan. Anaknya menjadi penginjil diIndia. Ibu itu hanya tahu bahwa anaknya adalahseorang penginjil yang tahu tentang kekristenan,tetapi kenyataannya bahwa anak (pendeta) itukekristenannya telah diperkaya denganpengalaman bersama dengan penganut agamaHindu di India.
3. Kemajemukan di Indonesia
a. Kepelbagaian Agama 
Menurut para teolog Asia (Aloysius Pieris, SJ dan A.Yewangoe) bahwa konteks khas Asia adalahkepelbagaian Agama dan kemiskinan yang sangatmencolok. Di Asia lahir dan bertumbuh dengan sangatkuat agama-agama besar yang ada di dunia sepertiagama Budha, Agama Hindu, Agama Yahudi, AgamaKristen, Agama Islam dan Agama Kong Hu Cu.
3
Di Indonesia, hampir semua agama-agama besartersebut di atas berkembang dengan baik. Walaupunpemerintah hanya mengakui lima agama resmi, yakni:Agama Islam, Agama Kristen, Agama Hindu, AgamaBudha, dan agama Kristen Katholik tetapikenyataannya ada banyak penganut agama-agama diluar daftar tersebut. Dalam kenyataannya banyakwarga negara Indonesia, khususnya keturunanTionghoa, yang sesungguhnya masih menganutagama Kong Hu Cu. Demikian pula adanya Sinagogedi Surabaya menjadi bukti bahwa ada atau pernah adapenganut agama Yahudi di sana.Kemajemukan penganut agama tersebut di atashanya dilihat dari agama-agama monotheisme. Padahal kalau kita mau jujur mengakui bahwa agama-agama polytheisme juga masih begitu banyakpenganutnya di Indonesia. Di daerah-daerah diseluruh Indonesia masih ada penganut-penganutagama suku setempat walaupun eksistensinya tidakdiakui oleh hukum negara tetapi keberadaannya tidakterbantahkan. Di daerah Pitu Ulanna Salu diKabupaten Mamasa masih banyak penganut AlukMappurondo. Demikian pula penganut Aluk Todolo diTana Toraja juga masih ada. Di Kalimantan penganutagama Kaharingan tidaklah sedikit.Kemajemukan agama di Indonesia tidak hanya dapatdilihat dari beragamnya agama yang dianut olehmasyarakat tetapi harus juga dilihat dalam keragamanaliran atau paham/mazhab masing-masing agama.Masing-masing agama masih ada aliran dan sekte-sekte. Dalam agama Islam kita mengenal dua lairanyang menonjol, yaitu mazhabi dan non mazhabi.Golongan mazhabi menganut mazhab fikih yangbanyak dikenal di kalangan Sunni, yakni mazhabHanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali. Mazhab yangpaling banyak penganutnya di Indonesia adalahSyafi’i. Sedangkan golongan non Mazhabi merekatidak menganut salah satu mazhab tetapi langsungberpegang pada
Al-Qur’an 
dan Hadis. Selain ini masihada kelompok-kelompok lain seperti penganut Syiahyang berkembang setelah terjadinya revolusi Islam diIran .Dalam agama Kristen, khususnya Protestan, aliran dankelompok nampak lebih bervariasi. Kepelbagaianpada agama Kristen tidak hanya dalam bentukoragnisasinya tetapi hetereogenitas nampak lewatfaham teologis yang dianut. Hal itu disebabkan olehbanyak faktor.
Salah satu faktornya 
ialah pengaruhteologi zending yang yang memberitakan Injil.Zending yang datang dari Belanda dan Inggrisumumnya beraliran Calvinis sedangkan zending yangberasal dari Jerman umumnya beraliran Lutheran.Pekabar Injil dari Spanyol dan Portugis adalah aliranKatholik. Bahkan dalam kalangan Calvinis sendirimasih ada perbedaan-perbedaan satu dengan yanglain. Kepelbagaian tersebut akan lebih nampak jikadibandingkan dengan kelompok-kelompok atau aliranKristen yang berlatar belakang Evangelikal. Saat inisudah ada ratusan atau bahkan ribuan aliran KristenProtestan di Indonesia.Menurut Djohan Effendi, Agama Hindu mempunyaiHeterogenitas yang jauh lebih kompleks lagi.Kompleksitasnya aliran dan kelompok dalam agamaHindu umumnya disebabkan oleh sikap akomodatif agama Hindu sendiri. Penganut agama-agama sukudi beberapa daerah seperti Toraja (Mamasa), Dayakdan Tengger kemudian “di-Hindu-kan” tanpa harusmeninggalkan agama suku mereka. Lagi pula kitatidak bisa menyamakan begitu saja agama Hinduyang dianut oleh orang-orang Bali dengan orang-orang keturunan India yang ada di Indonesia. AgamaHindu yang berkembang di India masih terbagi tigakelompok, yaitu: Agama Weda Purba, AgamaBrahmana dan agama Upanisad.
4
 
2
 T   i   j   a  u  a  T   e  o l   o   g  i  
INTIM - Jurnal Teologi Kontekstual Edisi No. 8 - Semester Genap 2005 
Agama Budha juga mempunyai kelompok-kelompokdan aliran yang mempunyai perbedaan satu denganyang lain. Secara garis besar, agama Budha dibagiatas dua aliran besar, yaitu: Hinayana dan Mahayana.Tetapi masih ada sekte-sekte yang lain yang dikenal diIndonesia misalnya, sekte Tridharma yang dipengaruhioleh ajaran Kong Hu Cu dan juga ada sekte NicerentSyosyu yang berasal dari Jepang. Kedua aliran itudianggap oleh umat Budha di Indonesia sebagai aliransempalan.Terjadinya heterogenitas internal agama menurut J.B. Banawiratma, SJ disebabkan oleh perbedaananalisis terhadap situasi konkret dan perbedaantafsiran terhadap tradisi imani (termasuk Kitab Suci danwarisan dogma/ajaran).
5
b. Kemajemukan Kultural.
Menurut Patrick Johnstone yang kemudian dikutip olehIman Santoso bahwa Indonesia merupakan negarakedua yang paling multi etno-linguistik sesudah PapuaNew Guinea. Indonesia terdiri atas 702 kelompoketno-linguistik yang berbeda-beda sedang PapuaNew Guinea sebanyak 869 etno-linguistik.
6
Kepelbagaian etnis tersebut menyebabkan perbedaanbudaya antara kelompok-kelompok dalammasyarakat. Di Sulawesi Selatan saja kita mengenaltiga etnis besar, yaitu: Bugis, Makassar dan Toraja.Khusus etnis Toraja masih terbagi-bagi atas beberapasub etnis yang mempunyai perbedaan-perbedaanbaik bahasa/dialek maupun kebiasaan-kebiasaan.Apalagi kalau kita menerima pembagian yangdilakukan oleh A. C. Kruyit yang memasukkan SukuPamona, Mori, dan Kaili di Sulawesi Tengah sebagaibagian dari suku Toraja, maka perbedaan-perbedaanitu akan semakin besar. Perbedaan etnis dan budayatidak dapat disangkal banyak menjadi penyebabperpecahan dalam persekutuan orang percaya.Alasannya kadang agak klise yakni dapat melayaniwarga sesuai dengan kebudayaan dan adat-istiadatnya.Kemajemukan kultural di Indonesia tidak hanya dapatdilihat secara teritorial (berdasarkan wilayah tempattinggal atau suku) seperti yang dikemukakan di atastetapi harus juga dilihat secara kategorial. Harusdisadari bahwa penduduk Indonesia saat ini tidakhanya terdiri atas para petani, tetapi ada kelompokburuh, pegawai negeri, mahasiswa, pengusaha,profesional dan lain-lain. Kelompok-kelompokkategorial seperti ini harus mendapat perhatian darigereja khususnya di daerah perkotaan sebab jikatidak, gereja akhirnya akan ditinggalkan olehanggotanya. Mereka akan pergi mencari
“masakan” 
yang dapat menjawab perngumulan kesehariannya.Indikasi awal yang dapat mejadi
lampu kuning 
bagigereja ialah menjamurnya persekutuan-persekutuankristen berdasarkan kategori profesi.
c. PAK dalam Masayarakat Pluralistik 
Dengan memperhatikan realitas konteks sepertidiuraikan di atas, maka menjadi sangat jelas bagibahwa upaya merumuskan Pendidikan Agama Kristendalam konteks masyarakat pluralistik adalah sesuatuyang sangat mendesak di Indonesia saat ini. Kita tidakdapat membangun kekristenan kita terlepas realitaskemajemukan tersebut. Memang harus diakui bahwapada masa lalu gereja seakan-akan membangun diritanpa bersentuhan dengan kepelbagaian itu.Dalam sejarah umat Israel sebagai umat pilihan Allah,sikap eksklusif dibangun dengan rapihnya. Merekamemisahkan diri dari bangsa-bangsa “kafir” bahkanmemusuhi mereka. Mereka lupa bahwa keterpilihanmereka adalah untuk menjadi saluran berkat Tuhan(Kejadian 12:1-9). Sikap eksklusif itulah yang kemudiandikritik oleh penulis Kitab Rut dan Yunus. Kesahanumat Israel tersebut kemudian diulangi kembali olehgereja sejak bertumbuhnya kekristenan ke Eropa.Kekristenan yang berkembang ke Eropa berhasilmenjadi pemenang atas agama-agama suku danbudaya bangsa-bangsa Eropa. Karena itu dapatdikatakan bahwa keberhasilan kekristenan di Eropaadalah keberhasilan di atas pengorbanan keyakinan,budaya dan adat istiadat orang lain. Hal itu sangatberbeda dengan kekristenan yang bertumbuh di Asiaseperti Irak, Mesir, dan daerah Timur Tengah yang lain.Kekristenan di daerah timur tengah berkembangbersama-sama dengan keyakinan yang lain dankonteks khasnya.Kekristenan yang dibawa ke Indonesia adalahkekristenan yang sudah berkembang dalam situasiEropa. Karena itu, sikap triumphalistik melekat padakekristenan tersebut. Datang ke Indonesia, sikapseperti itu masih tetap dipertahankan. Karena itu tidakheran kalau para zendeling melihat budaya, adat-istiadat dan keyakinan lain selain Eropa dan Kristenadalah kafir dan harus dikristenkan dan di-Eropa-kan.Memang zending telah pergi dan gereja-gereja diIndonesia telah “mandiri” tetapi sebenarnya gereja-gereja di Indonesia belum mampu menjadi gerejayang yang khas Indonesia. Masih ada gereja-gerejayang masih sangat setia dengan warisan teologizending yang sesungguhnya sangat tidak relevandengan konteks Indonesia saat ini.Dalam situasi seperti inilah Pendidikan Agama Kristenharus memainkan peranan yang sangat penting.Generasi muda kita yang kita didik baik di gereja

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->