hidrogen, oksigen, nitrogen, fosfor, sulfur dan mineral lainnya (Polprasert,1989
dalam
SMK Negeri 3 Kimia Madiun, 2008).Limbah organik yang masuk ke dalam perairan dalam bentuk padatanyang terendap, koloid, tersuspensi dan terlarut. Pada umumnya, yang dalam bentuk padatan akan langsung mengendap menuju dasar perairan; sedangkan bentuk lainnya berada di badan air, baik di bagian yang aerob maupunanaerob. Dimanapun limbah organik berada, jika tidak dimanfaatkan olehfauna perairan lain, seperti ikan, kepiting, bentos dan lainnya; maka akansegera dimanfaatkan oleh mikroba; baik mikroba aerobik (mikroba yanghidupnya memerlukan oksigen); mikroba anaerobik (mikroba yang hidupnyatidak memerlukan oksigen) dan mikroba fakultatif (mikroba yang dapat hidup pada perairan aerobik dan anaerobik) (Halim, 2007).Makin banyak limbah organik yang masuk dan tinggal pada lapisanaerobik akan makin besar pula kebutuhan oksigen bagi mikroba yangmendekomposisi, bahkan jika keperluan oksigen bagi mikroba yang adamelebihi konsentrasi oksigen terlarut maka oksigen terlarut bisa menjadi noldan mikroba aerobpun akan musnah digantikan oleh mikroba anaerob danfakultatif yang untuk aktifitas hidupnya tidak memerlukan oksigen (SMK Negeri 3 Kimia Madiun, 2008).Adanya zat organik dalam air menunjukan bahwa air tersebut telahtercemar oleh kotoran manusia, hewan atau oleh sumber lain. Zat organik merupakan bahan makanan bakteri atau mikroorganisme lainnya. Makintinggi kandungan zat organik didalam air, maka semakin jelas bahwa air tersebut telah tercemar (Kurniawan, 2009).Zat organik adalah zat yang pada umumnya merupakan bagian dari binatang atau tumbuh tumbuhan dengan komponen utamanya adalah karbon, protein, dan lemak lipid. Zat organik ini mudah sekali mengalami pembusukanoleh bakteri dengan menggunakan oksigen terlarut. Di dalam sistem air tanahyang belum terkontaminasi senyawa organic yang dominan adalah senyawahumus (
humic substances
). Senyawa tersebut merupakan hasil dekomposisitumbuhan dan hewan secara biologis dan tidak memiliki struktur yang baku(Halim, 2007).