Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
paper-b

paper-b

Ratings: (0)|Views: 99 |Likes:
Published by adji234

More info:

Categories:Types, Research
Published by: adji234 on Jan 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2012

pdf

text

original

 
EVALUASI TEKNIK PEMADATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANGBERPENGARUH TERHADAP KARAKTERISTIKCAMPURAN ASPAL BERBATUAN BESAR
THE EVALUATION OF COMPACTION TECHNIQUES AND FACTORS AFFECTING THE CHARACTERISTICS OF LARGE-STONE ASPHALT MIXES 
Mudji Wahyudi
JURUSAN TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS MATARAM
Jl. Majapahit 62 Mataram 83125, Telp. 0370-636126
ABSTRAK
Prosedur pembuatan benda-uji campuran aspal di laboratorium, termasuk teknik pemadatanbenda-uji, sangat berpengaruh terhadap sifat-sifat fisik dan mekanis campuran aspal sebagaibahan pembentuk lapis perkerasan jalan. Prosedur tersebut harus mudah dilaksanakan dandapat mensimulasikan teknik pemadatan yang digunakan dalam proses pembangunan konstruksi jalan raya. Penelitian ini mencoba mengkaji secara komprehensif keuntungan dan kerugianbeberapa teknik-teknik pemadatan, teknik pemadatan yang cocok, serta variabel-variabelpenelitian yang berpengaruh terhadap kinerja campuran aspal berbatuan besar (menggunakandiameter maksimum butiran agregat = 37.50 mm).Menggunakan rancangan percobaan Faktorial dengan fraksional replikasi, variabel penelitianmeliputi 3(tiga) jenis aspal bitumen (C-170, C-320, dan Multigrade), 3(tiga) kadar aspal dan 3(tiga) jenis gradasi. Agregat kasar dan halus berasal dari sungai Nepean, dan agregat batu-besar diambil dari lokasi penambangan EMU, NSW. Prioritas teknik pemadatan diberikan pada tekniktekan-putar (Gyropac) dan sebagai pembanding teknik getar (Kango Hammer) dan teknik jatuhbebas (Marshall).Hasil penelitian di laboratorium memperlihatkan bahwa teknik pemadatan tekan-putar (Gyropac)menghasilkan benda-uji yang relatif lebih baik karakteristiknya dibandingkan teknik pemadatanyang lain. Hubungan antara jumlah putaran dengan tinggi benda-uji padat pada teknik pemadatantekan-putar dapat digunakan untuk mengukur kemudahan kerja campuran. Kemudahan kerja inisangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti: aspal bitumen dan koefisien kerataan campurangradasi agregat.
Kata kunci
: teknik pemadatan, karakteristik, campuran aspal berbatuan besar.
ABSTRACT
A laboratory sample preparation procedure of asphalt mixes, including a compaction technique,affects physical and mechanical behaviours of asphalt paving mixtures. The procedure must beeasy and able to simulate the compaction techniques applied on the construction of roadpavements. This research tends to comprehensively study the benefits and drawbacks of severalcompaction techniques, a suitable compaction technique for large-stone mixes, as well asresearch variables affecting the performance of large-stone asphalt mixes (maximum aggregateup to 37.50 mm).Using an experimental design of Factorial in fractional replications, research variables included3(three) types of asphalt (C-170, C-320, and Multigrade), 3(three) asphalt contents, and 3(three)aggregate gradings. Coarse and fine aggregates were taken from Nepean river, since largeaggregates were taken from the EMU-plant, New South Wales. Emphasize was given to thegyratory compaction method while the use of vibratory and free fall compaction methods due to acomparative evaluation.The laboratory results show that the gyratory compaction method produced better performancesamples compared to other methods. The relationship between the number of gyropac cycles andsample’s measured height during the compaction process can be used to measure the workabilityof the mixes. This workability was greatly influenced by asphalt contents and the coefficientuniformity of aggregate gradations.
Key word
: compaction techniques, characteristics, large-stone asphalt mixes.
 
PENDAHULUAN
Untuk ke-sahih-an desain campuran aspal, benda-uji hasil pemadatan di laboratoriumseharusnya mempunyai kesamaan derajat kepadatan, pergerakan partikel agregat, serta sifat-sifatmekanisnya dengan benda-uji hasil pengeboran di perkerasan jalan raya. Sekaitan denganprasyarat tersebut, maka teknik pemadatan benda-uji di laboratorium yang dapat mensimulasiteknik pemadatan lapangan sangat dibutuhkan. Sampai saat ini, pustaka maupun informasi hasilpenelitian tentang prosedur pembuatan benda-uji campuran aspal berbatuan besar (maksimumdiameter butiran agregat = 37.50 mm) relatif kurang bahkan jarang sekali dibahas oleh para pakar maupun peneliti yang berminat di bidang campuran aspal inovatif.Pustaka (Hughes, 1989) melaporkan bahwa sifat-sifat fisik maupun mekanis campuranaspal sangat dipengaruhi oleh teknik pemadatan benda-uji. Oleh sebab itu, pemilihan teknikpemadatan laboratorium berpengaruh sangat nyata terhadap campuran aspal sebagai bahanpembentuk lapis perkerasan jalan. Kekeliruan prediksi dan analisis kinerja dari benda ujilaboratorium dapat mengakibatkan rendahnya mutu layanan perkerasan lentur jalan terhadap lalu-lintas kendaraan angkutan barang dan penumpang sehari-hari. Fakta menunjukkan bahwa banyaklapis perkerasan jalan mengalami kerusakan struktur secara dini saat konstruksi jalan tersebutdibuka untuk lalu-lintas, terutama bagi jenis kendaraan angkutan berbeban berat. Mutu layanan jalan menurun secara drastis sehingga tidak sesuai dengan umur rencana jalan.Terkait dengan kebutuhan teknik pemadatan diatas, upaya penelitian untuk menganalisissecara komprehensif teknik-teknik pemadatan yang cocok untuk campuran aspal berbatuanbesar, serta mengevaluasi variabel-variabel penelitian yang berpengaruh terhadap kinerjacampuran aspal tersebut dilaksanakan di laboratorium Teknik Sipil Universitas New South Wales,Australia. Prioritas kajian diberikan pada teknik pemadatan tekan-putar (alat pemadat Gyropac),dan sebagai pembanding digunakan teknik tumbukan jatuh-bebas (alat pemadat Marshall) danteknik getaran (alat pemadat Kango-hammer). Dari hasil penelitian laboratorium ini diharapkandapat diidentifikasi variabel-variabel campuran yang berpengaruh terhadap karakteristik fisik dankemudahan kerja campuran, keuntungan maupun kerugian, serta tingkat ke-akurasi-an masing-masing teknik pemadatan untuk proses replikasi benda-uji campuran aspal.
BAHAN DAN METODE PENELITIAN
Dalam rangka evaluasi prosedur pembuatan benda-uji di laboratorium, benda-ujicampuran aspal (diameter 150 mm dan tebal + 85 mm) dicetak dan disiapkan dengan beberapakombinasi perlakuan variabel campuran. Tiga jenis aspal bitumen yang dipakai adalah C-170, C-320, dan jenis Multigrade. Kadar aspal yang diteliti meliputi kadar aspal optimum, 0.5% diatas dan0.5% dibawah kadar aspal optimum yang diperoleh dengan metode Marshall (75 x pukulan).Agregat kasar berasal dari sungai Nepean di Sydney, Australia. Sebagian besar dari agregat inimerupakan batu pecah dengan dua sisi permukaan bertekstur kasar, namun sekitar 15% dariagregat kasar tersebut berbentuk pipih dan lonjong. Agregat halus berupa pasir alam dan diambildari lokasi penggalian yang sama. Agregat batu-besar berupa batu pecah, dan termasuk jenisbatuan granit yang diambil dari tempat penambangan EMU, New South Wales.Upaya merancang gradasi agregat baru dengan proporsi agregat kasar lebih besadibandingkan dengan proporsi agregat kasar yang umum dipakai untuk gradasi agregatkonvensional (45% - 55% dari total campuran agregat) dilakukan dalam penelitian ini. Hal inidimaksudkan untuk membentuk kerangka struktur batuan dalam campuran aspal padat. Untukitu, proporsi agregat kasar digeser kearah bawah garis kurva Fuller (rumusan standar gradasiyang bereksponen 0.45), sehingga proporsi agregat kasar menjadi sekitar antara 65% - 80% daritotal campuran agregat. Rrumusan gradasi, sebagaimana terlihat pada rumusan 1 (Brown dkk.1991), diadopsi untuk mencampur gradasi yang direncanakan.
[ ( 100 - F ) x (
n
- 0.075 
n
)] P = { ---------------------------------------- + F } (1)( D
n
- 0.075 
n
)
dimana :
= persentase lolos saringan berdiameter d (mm),
D
= maksimum ukuran agregat batuan (mm),
= kadar mineral pengisi (material passing sieve no.200
#
),
n
= exponen antara 0 sampai dengan 1.
 
Kadar mineral pengisi adalah 5% sampai dengan 7% dengan memakai bahan semen.Gambar berikut memperlihatkan campuran gradasi agregat yang dipakai dalam penelitian ini.
Sieve Size (mm)
   C  u  m  u   l  a   t   i  v  e   P  a  s  s   i  n  g   (   %    )
01020304050607080901000.01 0.10 1.00 10.00 100.00
Upper limit (AS-2734)Lower limit(AS-2734)Grading IGrading IIGrading III
Gambar 1
Campuran gradasi agregat yang digunakanAplikasi metode penelitian faktorial dengan fraksional replikasi (Montgomery, 1991)menghasilkan sekitar 18 benda-uji dipadatkan dengan alat pemadat Gyropac, serta memakaiusulan prosedur rutin untuk pembuatan benda-uji campuran aspal berbatuan besar sebagaimanaterlihat pada Gambar 2. Selanjutnya, 2(dua) kelompok yang masing-masing terdiri dari 9 benda-ujidipadatkan dengan menggunakan alat pemadat Marshall (75 x tumbukan jatuh bebas) serta alatpemadat Kango hammer.Evaluasi kemudahan kerja (workability) campuran aspal berbatuan besar dilakukan padasaat pemadatan dengan menggunakan alat Gyropac. Sifat-sifat volumetrik benda-uji diukur dandiuji statistik
Ftest 
dan
Ttest 
untuk mengetahui kemampuan alat Gyropac tersebut dalam membuatulangan (replikasi) maupun variabilitas benda-uji. Berdasarkan sifat-sifat fisik dan mekanis benda-uji tersebut, kemampuan masing-masing alat pemadatan dievaluasi dan dipelajari untung danruginya untuk prosedur rutin pembuatan benda-uji di laboratorium.
HASIL DAN PEMBAHASANHASIL PENELITIAN
Uji Kemampuan Mencetak Ulang (Repeatability)
Sebagaimana telah disebut sebelumnya, prioritas kajian diberikan kepada alat pemadatGyropac (teknik tekan-putar). Untuk evaluasi sifat-sifat fisik (volumetrik) benda-uji campuran aspalantara kelompok utama dan replikasinya, uji statistik
Ftest 
memperlihatkan hasil yang relatif tidak jauh berbeda untuk variabilitas dari dua kelompok benda-uji tersebut. Hasil yang sama didapatkanpula dari uji
Ttest 
untuk rataan tengah dari sifat-sifat volumetrik dua kelompok benda-uji tersebut.Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata dari proses pencetakan ulangbenda-uji campuran aspal berbatuan besar dengan menggunakan alat Gyropac. Memakaiprogram Excel, Tabel 1 menunjukkan hasil perhitungan uji
Ftest 
maupun
Ttest 
untuk sifat-sifatvolumetrik benda-uji tersebut. Hasil analisis ini sekaligus mengkonfirmasikan hasil penelitianterdahulu (Walter, 1993) yang menyimpulkan bahwa alat Gyropac mampu membuat benda-ujiulangan yang sama di laboratorium. Walaupun demikian, penelitian Walter tersebut sebenarnyahanya untuk jenis campuran aspal konvensional.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->